itn-yogya-light-story Yogyakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Destinasi ini memang “istimewa” sesuai statusnya sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dari sudut pariwisata pun terasa khas berada di destinasi ini. Katakanlah “Yogya benar” terasa bila berjalan-jalan di tengah kotanya, dan setiap orang pasti menyebut “Malioboro” jika Anda bertanya apa yang hendak dilihat di kota itu. Karena itu diharapkan semogalah secepatnya bandara baru yang tengah dibangun di Kulonprogo bisa beroperasi, dan dapat dipastikan peralatan garbarata atau “belalai” untuk menaikkan dan menurunkan penumpang akan tersedia sehingga penumpang tak selalu harus berhujan-hujan. Minggu lalu foto ini diambil, di bandara Adisucipto, Yogyakarta.

itn-yogya-funfare-street-pkl Istimewanya, antara lain dalam memelihara bahasa daerah. Hingga  itn-yogya-tiga-bahasasekarang hanyalah di bandara Adisucipto, setiap pengumuman informasi untuk publik disampaikan menggunakan selalu tiga bahasa: Indonesia, Inggeris dan bahasa Jawa. Ketika Anda berkeliling kota, perhatikanlah setiap nama jalan akan tertulis dengan dua karakter; tulisan huruf latin dan huruf Jawa.

itn-yogya-wisman-wisnus-malioboro-good Jalan Malioboro. Inilah nama yang sudah sejak puluhan tahun mesti itn-yogya-maioboro-beca-mobil-bendidisebut kalau bicara tentang pariwisata di Yogyakata. Orang bule pas sekali terasa ketika mereka menyebut jalan Malioboro sebagai “fun fare street”.  Jalan yang di satu sisi dipenuhi oleh pedagang kaki lima, sungguh bergaya lokal tradisional, di sisi lainnya dipenuhi oleh “pedagang kuliner” alias makanan dan minuman. Kalau diterjemahkan bebas, tentulah maksudnya jalan dengan pasar murah meriah.  Kini diwajbkan setiap penjaja makanan minuman menampilkan pengumuman harga-harga, agar setiap konsumen sudah tahu sejak awal berapa harus mengeluarkan uang untuk makanan dan minuman yang hendak dibeli alias dikonsumsi.

Sejak sekitar lima tahun ini jalan Malioboro itu “disempurnakan” oleh Pemda, dengan mengatur ulang arus kendaraan, arus manusia, dan, trotoirnya yang “dibersihkan dan dirapihkan” lalu disediakan kursi dan bangku-bangku untuk pelalu lalang bisa istirahat dan santai.  Dan memang semakin terlihat wisnus dan wisman menikmatinya.

itn-yogya-pedagang-tenda-juga-ada-di-malioboro Di sini berlalu lalang mobil, beca, bendi dan pejalan kaki.

Kalau Anda sudah kesitu, boleh pulang membawa oleh-oleh, bukan saja belanja barang, tapi membawa ide agar pengaturan tourist spot seperti itu, mungkin perlu dan cocok diterapkan juga di daerah Anda…?***(Foto-foto:AH)