Putri Duyung Resort di Ancol tetap beroperasi.[Foto;YD]

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menutup sementara waktu 17 ODTW di bawah pengelolaan pemerintah daerah. Penutupan sementara waktu tersebut berlaku mulai dari 14 Maret 2020 dan berlangsung selama dua minggu.

Ketujuh belas ODTW yang ditutup sementara adalah kawasan Monas, Taman Impian Jaya Ancol, kawasan Kota Tua, Taman Margasatwa Ragunan, anjungan DKI di Taman Mini Indonesia Indah, Taman Ismail Marzuki, PBB Setu Babakan, Rumah Si Pitung, Pulau Onrust, Museum Sejarah Jakarta, Museum Prasasti, Museum M.H. Thamrin, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Tekstil, Museum Wayang, Museum Bahari, dan Museum Joang’45.

Dalam siaran pers Taman Impian Jaya Ancol menyatakan, menutup sementara unit-unit rekreasinya selama dua minggu. Penutupan sementara berlaku sejak hari Sabtu, 14 Maret 2020 sampai dengan 27 Maret 2020. Unit-unit rekreasi yang ditutup sementara waktu itu adalah kawasan pantai publik, Dunia Fantasi, Atlantis Water Adventures, Ocean Dream Samudra, Sea World Ancol, Pasar Seni, dan Allianz Ecopark.

Sedangkan tiga unit hotel di dalam kawasan yakni Putri Duyung Resort, Mercure Convention Center Ancol, Discovery Ancol tetap akan  beroperasi sampai ‘pengumuman selanjutnya’. Begitupun dengan restoran-restoran di area makan dan belanja masih tetap dibuka.

Terkait pembelian tiket di situs resmi ancol.com akan diperpanjang periode tiketnya sampai dengan 6 bulan ke depan. Bagi calon pengunjung yang hendak membatalkan dan meminta pengembalian (refund) bisa menghubungi Ancol Customer Care melalui alamat email customercare@ancol.com atau telepon langsung ke 021-29 222 222 dengan waktu operasional pukul 08.00-20.00. Sedangkan pembatalan dan pengembalian dari pembelian tiket melalui e-commerce akan diproses di masing-masing layanan pelanggan e-commerce.

Di dalam surat pemberitahuan dari manajemen, Direktur Taman Impian Jaya Ancol Agus Sudamo mengatakan, penutupan sementara dilakukan agar wabah tersebut tidak semakin menyebar. Selama penutupan sementara akan dilakukan disinfektan dan menambah fasilitas pecegahan penyebaran virus di unit-unit atraksi tersebut. Sampai saat ini belum ditemukan kasus COVID-19 di area Taman Impian Jaya Ancol.

Bagi pengunjung yang akan ke hotel dan resor di dalam kawasan Ancol masih bisa mengaksesnya lewat pintu gerbang Ancol. Begitupun bagi para pengunjung yang hendak ke Kepulauan Seribu melalui Marina Ancol. Irene dari bagian pemasaran Putri Duyung Resort mengatakan, Putri Duyung Resort masih tetap beroperasi. Begitupun dengan Bidadari Island Resort di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu.

Akses ke Gili Trawangan,Gili Meno,dan Gili Air akan ditutup sementara oleh Pemprov NTB untuk pembersihan dan disinfektan selama dua minggu. Ini di Gili Air.[Foto;YD]

Pemerintah daerah Jawa Timur mengambil sikap berbeda. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dikutip dari suarasurabaya.net) mengatakan, tidak akan menutup tempat-tempat pariwisata di Jawa Timur. Namun kepada para pemilik atau manajemen atraksi wisata, pasar tradisional, pusat-pusat perbelanjaan diminta untuk menyediakan masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan di gedung-gedung pusat perbelanjaan juga dilengkapi dengan thermo gun untuk mengukur suhu tubuh pengunjung. Sedangkan di pelabuhan, stasiun kereta, terminal dan bandara semua kelengkapan tersebut telah tersedia.

Kebijakan dan langkah hampir serupa dilakukan oleh pemerintah daerah Jawa Barat. Tempat-tempat pariwisata pada umumnya tidak ditutup. Hanya ruang-ruang di bawah pengelolaan pemda yang bisa digunakan oleh publik untuk berkegiatan yang ditutup sementara waktu. Begitupun dengan agenda-agenda daerah yang menggerakan massa dan menciptakan kerumunan orang banyak ditiadakan untuk sementara waktu. Durasi penutupan sementara waktu mulai dari 14 Maret 2020 dan berlangsung selama dua minggu.

Dari Nusa Tenggara Barat dikabarkan, pemerintah provinsi telah memutuskan mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap penyebaran virus corona. Diantaranya, akan menutup sementara akses ke tiga gili di Kabupaten Lombok Utara yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Termasuk juga akses ke sejumlah gili lainnya yang telah menjadi tujuan wisatawan baik mancanegara maupun domestik. Penutupan sementara akan berlangsung selama 14 hari. Dan waktu pelaksanaan akan diumumkan awal minggu ini secepatnya.

Selain itu, pemprov pun akan memperkuat dan memperketat pengecekan di bandara dan pelabuhan. Kemudian mempersiapkan kelengkapan seperti disinfektan, hand sanitizers, tempat cuci tangan di fasilitas umum dan tempat-tempat ibadah. Serta menghimbau kepada warga dan pengunjung/wisatawan untu menghindari beraktivtasi di tempat-tempat keramaian.

Jadi, dalam mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia, beberapa daerah telah mengumumkan masing-masing kebijakan dan langkah-langkahnya. Ada yang menutup sementara obyek daya tarik wisata (ODTW) namun ada juga yang tidak.

“Selama dua minggu akses ke gili-gili itu ditutup sementara, kami akan melakukan pembersihan dan disinfektan serta memperkuat kelengkapan yang diperlukan untuk mengatasi penyebaran virus,” ujar Lalu Moh. Fauzal, Kepala Dinas Pariwisata Provinis Nusa Tenggara Barat.***(Yun Damayanti)