Bagaimana pariwisata Indonesia bisa membantu menyukseskan swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo?

Kota Medan menggelar pesta durian selama dua hari di akhir pekan pertama bulan Desember 2014. Sekitar 8.000 buah durian didatangkan dari seluruh daerah penghasil durian di Sumatera Utara. Pesta tersebut dikemas dalam sebuah festival bertajuk Festival Durian Antarbangsa. Festival dijual dalam bentuk paket. Peminat dari luar Medan dan luar negeri bisa membeli paket wisata 2 hari 1 malam untuk makan durian sepuasnya.

Di destinasi surga kuliner Indonesia, hampir setahun ini kota Bandung menggelar kegiatan Bandung Culinary Night. Kegiatan tersebut dimulai sejak Januari 2014 di Jalan Braga. Wisata kuliner malam di Bandung tersebar di seluruh kecamatan dan diadakan hampir setiap akhir pekan.

Wisman tampak diantara pengunjung lokal dan domestik di Braga Culinary Night. (Ist./YD)

Wisman tampak diantara pengunjung lokal dan domestik di Braga Culinary Night. (Ist./YD)

Walikota Bandung Ridwan Kamil meminta setiap kecamatan lebih kreatif mengemas acara agar mampu menyedot pelancong dan wisatawan datang. Terutama kreativitas dalam menonjolkan ciri khas dari setiap kecamatan melalui dekorasi dan pilihan tema. Bandung Culinary Night menekankan pada kreativitas daripada kemewahan dan kemegahan acara. Kegiatan ini juga mengajak dan melibatkan seluruh warga untuk turut berpartisipasi. Informasinya bisa ditemui di persimpangan-persimpangan jalan raya maupun melalui internet. Namun, belum ditemukan paket-paket wisata kota dengan salah satu itinerary-nya Bandung Culinary Night.

Tempat makan di Jalan Malioboro, Yogyakarta selalu ramai pengunjung, mulai dari restoran, rumah makan, kafe, sampai lesehan. Nasi kucing di angkringan menjadi buruan utama wisnus. Kafe dan rumah makan di Jalan Sosrowijayan, kampung turis terkenal kedua di kota ini, setiap hari disambangi wisman yang menginap di sekitarnya.

Di Gladak Solo, wisman tidak sungkan memesan nasi liwet dan wedang di pusat jajan di Jalan Mayor Sunaryo yang setiap sore sampai malam diubah fugsinya menjadi tempat wisata kuliner terbuka. Setiap hari tempat itu selalu ramai dikunjungi warga lokal juga wisnus. Di akhir pekan, banyak mahasiswa/pemuda menggelar hiburan musik hidup. Mulai dari yang tradisional sampai modern.

Peran penting wisata kuliner dalam pariwisata Indonesia

Pariwisata makanan atau wisata kuliner adalah sebuah perjalanan untuk mencicipi dan merasakan makanan dari suatu negara/daerah/wilayah. World Food Travel Association (WFTA—www.worldfoodtravel.org) mendefinisikan dan menjelaskannya sebagai berikut: wisata kuliner merupakan subsektor pariwisata budaya yang berbeda dari agritourism yang merupakan subsektor pariwisata pedesaan (rural tourism). Di dalam wisata kuliner tidak hanya merujuk kepada gourmet/fine dining. Wisata kuliner itu inklusif dan termasuk makanan yang dijual di gerobak, pedagang kaki lima, pub lokal, perkebunan anggur yang dramatis, satu-satunya restoran dll. Dari hasil penelitian WFTA menemukan, hanya 8,1% wisatawan kuliner yang menyebut diri mereka sebagai gourmet travelers,  wisatawan yang hanya ingin merasakan fine dining.

Pariwisata kuliner berhubungan erat dengan penyediaan bahan-bahan baku lokal yang segar, pemeliharaan secara organik, pangan yang berkelanjutan, musim-musim buah-buahan, dan pelestarian budaya kuliner lokal. Pariwisata kuliner akhirnya akan menjadi pendorong fundamental ekonomi pariwisata karena wisatawan pasti makan tiga kali sehari.

Irlandia, Kanada dan Filipina telah membuat investasi signifikan dalam mengembangkan pariwisata kuliner. Mereka telah melihat hasil promosi wisata kuliner dan pengembangan produk dari besarnya pengeluaran pengunjung dan semakin banyak wisatawan yang menginap. Destinasi wisata kuliner paling mapan di dunia adalah Perancis. Negeri tersebut menjadi impian food traveler global.

Qualified Marketing Group melihat wisata kuliner muncul sebagai ceruk pasar terpanas dalam industri perjalanan saat ini dan di tahun-tahun mendatang. Wisata kuliner menjadi salah satu cara terbaik untuk mendorong  wisatawan lebih mengenal keeksotisan budaya lokal dan penduduknya. Makanan dan minuman yang unik memiliki kekuatan memikat wisatawan. Seorang turis kuliner dapat menjadi pengunjung yang melakukan perjalanan ke kota khusus untuk makan, pejalan bisnis yang memutuskan untuk makan di restoran lokal, dst. Hampir 100% wisatawan akan makan di tempat makan lokal dalam perjalanannya.

‘Makan’ konsisten menjadi 1 diantara 3 kegiatan teratas favorit turis. Karena masakan tersedia sepanjang tahun, kapan saja, dan di segala macam cuaca. Restoran dan tempat-tempat makan lain harus menciptakan pengalaman makanan dan minuman unik serta mudah diingat. Agar dapat membangun kegembiraan wisatawan dan mengembangkan keunggulan kompetitif usaha.

Yeoman (2008), analis tren dan futurolog profesional dari Victoria University, mengidentifikasi sejumlah tren sosial yang membentuk ketertarikan pengunjung pada wisata kuliner di destinasi-destinasi wisata kuliner baik yang sudah mapan maupun yang baru muncul. Pertama, pertumbuhan kemakmuran meningkatkan pendapatan bersih seseorang. Kedua, dengan penghasilannya itu semakin meningkat permintaan terhadap makanan siap saji, produk gourmet, tempat-tempat menyantap makanan di luar rumah dan produk makanan sehat. Itu semua akan menuntut para pengusaha menghasilkan produk bervariasi dan berkualitas tinggi. Ketiga, perubahan demografi. Diproyeksikan, lebih dari 50% penduduk dunia berada di jenjang usia lanjut pada tahun 2015, atau hampir 40% dari pembeli liburan rekreasi dan hal tersebut semakin memperkuat permintaan terhadap makanan sehat. Namun pada saat yang sama, individualisme dan karakteristik dari beragam kelompok usia yang berbeda-beda akan menentukan kemampuan tempat-tempat makan beradaptasi dengan berbagai situasi dan selera.

Wisatawan semakin cenderung merencanakan perjalanannya secara online dengan tetap memanfaatkan media cetak (Schmantowsky, nd). Dalam The Future Trends Of Culinary Tourism, Tourism Essay (http://www.ukessays.com/) menerangkan lebih lanjut, wisata kuliner berperan penting menambahkan nilai ke destinasi karena sebagian besar wisatawan akan menghargai budaya dan masakan lokal. Wisatawan cenderung tidak mengurangi anggaran makannya, yang secara substansial akan mendukung restoran lokal, tempat-tempat makan dan industri pangan setempat serta perekonomian destinasi secara keseluruhan.

Banyak negara kini secara aktif mengembangkan dan mempromosikan pariwisata kuliner. Sebab ceruk pasar ini berpotensi besar memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pertanian dan ekonomi nasional. Aliansi strategis dan sinergi antara pemerintah dengan berbagai lembaga dalam perencanaan jangka menengah untuk memperkuat daya saing produk-produk pertanian, bisnis anggur dan kuliner serta mengkoordinasikan para pengusaha dalam wisata kuliner terlihat semakin banyak dilakukan di berbagia belahan dunia.  *** (Yun Damayanti)