Kaum perempuan tidak lagi memonopoli kegiatan berbelanja sekarang. Kaum pria pun mulai menyukai kegiatan yang identik dengan perempuan. Semakin banyak tempat berbelanja, destinasi itu akan semakin banyak dikunjungi. Kini wisata belanja menjadi kunci memasarkan destinasi. Kok bisa?

Direktur Program Afiliasi Anggota UN World Tourism Organization (UNWTO) Yolanda Perdomo menggarisbawahi, pariwisata belanja adalah komponen yang sangat relevan bagi wisatawan ketika memilih dan mempersiapkan perjalanannya.

Jörn Gieschen, seorang peneliti di Instituto de Empresa (IE) dan MasterCard Observatory untuk Pasar Premium dan Produk Prestige menjelaskan, “Wisata belanja terkait erat dengan wisata kota yang mengambil porsi 58% dari keseluruhan.

Ada konsep tambahan mengenai pariwisata belanja. Pengalaman belanja di toko-toko lokal dan kecil, menurut penelitian kami, jauh lebih menarik bagi wisatawan daripada merek global besar.

Salah satu tren bersama saat ini adalah yang disebut ‘Bleisure’, yakni kombinasi perjalanan Bisnis dan Hiburan. 58 persen dari pelancong bisnis menambah satu hari atau bahkan pada akhir pekan dalam perjalanan bisnis mereka.”

Michel Durrieu, Direktur Pariwisata di Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Internasional Perancis, salah seorang pembicara paling ditunggu pada Konferensi kedua Wisata Belanja UNWTO 2016, memperkenalkan isu keberlanjutan terkait dengan wisata belanja. Dia menyebutkan inovasi terbaru sekarang sertifikat digital.

Berbicara tentang Paris, kota paling banyak dikunjungi di dunia, Durrieu menambahkan, belanja dan kuliner/gastronomi merupakan kriteria utama untuk menentukan destinasi. Oleh karena itu harus dimasukkan dalam strategi apapun. Keragaman, harga dan kualitas, jam buka, orientasi pelanggan di toko-toko, kualitas kerajinan dan suvenir sebagai aspek kunci agar maju dalam wisata belanja.

Direktur Pemasaran Mastercard Eva Ruiz Cendon mengatakan,”Meskipun fakta menunjukkan 80% pembayaran di seluruh dunia dilakukan secara tunai, pembayaran elektronik dan mobile menawarkan kesempatan yang sangat baik untuk bisnis.” Dia contohkan, Priceless Cities Programme perusahaannya yang mencakup kota-kota seperti Madrid dan New York, berinisiatif memfasilitasi berbagai kegiatan rekreasi di destinasi-destinasi yang relevan bekerja sama dengan merek dan toko-toko.

Mengutip rilis yang dikeluarkan UNWTO, pada pembukaan Konferensi Kedua Wisata Belanja yang diselenggarakan oleh UNWTO dalam Pameran Pariwisata Spanyol (FITUR) 2016 pada tanggal 22 Januari lalu, wisata belanja digambarkan sebagai “Salah satu alat paling sering digunakan mempromosikan destinasi”. *** (Yun Damayanti)