KM Leusuer. (Foto:Ist.)

KM Leusuer. (Foto:Ist.)

Sejumlah 205 wisatawan menikmati paket “Let’s Go Karimun Jawa” tahun 2016 berpesiar ke gugusan pulau di sebelah utara Jepara, Jawa Tengah. Selama dua hari, 9-10 Januari 2016, kapal Pelni KM Leuseur membawa mereka. Delapan di antaranya membeli paket wisata bahari itu melalui Garuda Indonesia, dan 197 peserta lainnya membeli langsung di kantor cabang Pelni di Semarang.

Wisata pesiar laut domestik semakin jadi kenyataan. Paket pesiar Pelni pertama di tahun 2016 ini sebenarnya baru dirilis akhir tahun 2015. Tak seperti di pertengahan tahun lalu, paket di awal tahun ini langsung mendapat respon bagus dari wisatawan.

Berawal dari Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Kedudayaan dan Pariwisata memfasilitasi pertemuan kalangan stakeholder membicarakan bagaimana meningkatkan kunjungan ke Karimun Jawa jelang akhir tahun lalu. Selama ini wisatawan mengeluhkan kendala transportasi laut menuju surga bahari andalan Jawa Tengah tersebut. Pada akhir Desember 2015, Pelni dan Garuda mencapai kesepakatan baik untuk membuat paket wisata terpadu ke Karimun Jawa.

Pelni selaku penggagas paket wisata itu menyediakan dan menyiapkan armada kapalnya yang sekaligus berfungsi sebagai akomodasi terapung. Wisatawan menginap di atas kapal, menikmati hidangan bersama-sama di restoran kapal, beristirahat dan beribadah. Untuk paket perdana ini, Pelni menggunakan KM Leuseur, berkapasitas 1000 pax. Di atas kapal tersedia 8 tempat tidur di kabin Kelas 1, 40 tempat tidur di kabin Kelas 2, dan sebagian dari 916 tempat tidur di Kelas Wisata atau kelas bujet.

Maskapai penerbangan Garuda mempersiapkan tiket yang sudah di-bundling. Wisatawan yang membeli paket melalui Garuda berarti sudah termasuk tiket PP ke/dari Semarang dan paket wisata bahari Pelni. Harga paket Pelni sudah termasuk tiket naik kapal, akomodasi (menginap dan makan) selama perjalanan, biaya masuk ke destinasi wisata, transportasi perahu motor menuju obyek wisata (dive spot), pemandu wisata, city tour, dan asuransi Jasa Raharja. Tapi belum termasuk harga untuk kegiatan menyelam dan snorkeling.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyatakan komitmen meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas turisme di Karimun Jawa. Jalan-jalan di pulau-pulau akan segera diperbaiki, pasokan listrik akan ditingkatkan menjadi 18 jam sehari mulai pertengahan tahun ini dan, bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, akan membangun sebuah dermaga yang dapat mengakomodasi kapal berkapasitas 1000 pax bisa sandar. Dermaga itu direncanakan di Pulau Legon Bajak, pada tahun 2017 dapat dioperasikan. Selama ini, kapal Pelni hanya bisa berlabuh (anchor) di tengah laut ketika membawa wisatawan.

“Kami memfasilitasi ini untuk memecahkan masalah transportasi ke Karimun Jawa. Kalau dengan kapal Pelni yang besar, berkapasitas 1000, meskipun gelombang laut sedang tinggi masih bisa berlayar. Sedangkan kapal-kapal kecil saat gelombang laut setinggi 2-3 meter tidak boleh berlayar, apalagi kalau sedang musim hujan (musim barat,red.) seperti sekarang,” ujar Trenggono, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, ketika dihubungi ITN pada Senin (11/1).

Paket “Let’s Go Karimun Jawa” akan diselenggarakan secara rutin sekali dalam dua minggu. Jadwal berikutnya pada 23-24 Januari. Bagi calon peserta dari Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Pontianak dan kota-kota lain dapat memesan paket tersebut melalui Garuda Indonesia atau menghubungi kantor cabang Pelni Semarang. Paket ini berawal dan berakhir di Pelabuhan Tanjung Perak Semarang.

Ini merupakan program kolaborasi kedua antara Pemprov Jawa Tengah dengan stakeholder pariwisata. Tahun lalu, pemda memfasilitasi pelaksanaan program Visit Central Java Pass. Dalam program itu, wisatawan ke Jawa Tengah dengan membeli tiket Garuda dan mempunyai pass Garuda bisa menikmati berbagai diskon menarik di hotel, restoran dan toko-toko suvenir yang berpartisipasi dalam program ini.

Program-program seperti ini jelas perlu dipromosikan dan dijalankan secara berkelanjutan agar destinasi selalu “terdeteksi” oleh radar wisatawan. Pada saat yang sama, kualitas infrastruktur keras dan lunak di destinasi juga mesti terus ditingkatkan. Wisatawan akan semakin senang jika semakin banyak kolaborasi seperti ini di daerah-daerah. *** (Yun Damayanti)