Business Research & Economic Advisors merilis bulan lalu sebuah laporan mengenai dampak ekonomi dari booming menjelajahi lautan oleh wisatawan dari Cina yang akan mempengaruhi Asia Tenggara.

Laporan itu menyebutkan, selama tahun 2014 Malaysia mendapat port calls terbanyak, sementara Singapura menerima turnaround calls terbanyak. Pada tahun lalu, Malaysia dan Singapura menarik lebih dari satu juta penumpang dan kunjungan kru kapal. Singapura menjadi pelabuhan turnaround utama menghasilkan 1,03 juta penumpang turnaround, atau 68% dari total turnaround passengers di Asia Tenggara.

Laporan tersebut juga mengatakan, sebagian besar pengeluaran pelayaran di Asia Tenggara berasal dari penumpang kapal pesiar dan bukan dari perusahaan kapal pesiar. Penumpang kapal pesiar menghabiskan total 1,47 miliar dollar AS, 89 persen dari total belanja langsung di pelabuhan-pelabuhan kapal pesiar di Asia Tenggara.

Perusahaan-perusahaan pelayaran pesiar utama global seperti Carnival Corporation, Royal Caribbean dan banyak lagi tengah berinvestasi ratusan juta dolar ke Cina. Booming menjelajahi lautan di Cina diperkirakan akan memberi dampak ekonomi terhadap kawasan Asia Tenggara dengan meningkatnya tren jalur pelayaran wisata dan merek-merek kapal pesiar besar yang sedang menuju Cina.

Pada bulan lalu, Carnival bukan hanya mengumumkan sebuah merek kapal pesiar baru khusus untuk pasar Cina tetapi akan lebih banyak kapal ditempatkan (homeport) di wilayah tersebut. Norwegia Cruise Line juga berkomitmen menempatkan sebuah kapal yang baru dibangunnya di Shanghai sepanjang tahun. Sementara, MSC sedang merenovasi sebuah kapalnya yang diperuntukkan bagi penumpang dari Cina. Royal Caribbean pun telah mengumumkan, pada tahun 2016 akan menempatkan Ovation of the Seas di Shanghai dan Anthem of the Seas di Tianjin.

Peluncuran kapal pesiar premium Dream Cruises

Genting Hong Kong, sebuah perusahaan rekreasi, hiburan dan perhotelan global berbasis di Hong Kong, memperkenalkan Dream Cruises, sebuah merek kapal pesiar premium berbasis di Asia yang pertama.

Presiden dan CEO Genting Hong Kong Tan Sri Lim Kok Thay mengumumkan peluncuran Dream Cruises dengan pembangunan dan peluncuran dua kapal baru yang akan menarik perhatian khususnya sektor premium di kawasan Asia. Kapal pertama Dream Cruises, Genting Dream akan memulai debutnya pada November 2016 dan sister ship World Dream akan mulai berlayar pada November 2017.

Genting Dream akan membawa 3.400 penumpang dan 2.000 awak kapal, menjadikan kapal berbobot 150.000 ton ini memberikan rasio ruangan terbesar kepada para penumpangnya, 45 ton per penumpang, dan rasio tertinggi awak kapal bagi penumpang, 1,7. Kapal buatan Jerman itu akan menjadi kapal pesiar terbesar di kawasan Asia Pasfik dengan dua lantai ekslusif yang dibanggakannya, “Dream Suites”, berukuran mulai dari 32 m2 sampai 183 m2. Kedua lantai itu menawarkan pelayanan butler bergaya Eropa dan privilage khusus. Sarana akomodasi di Genting Dream merefleksikan baik ukuran maupun pilihan kepada wisatawan dengan 70% stateroom di Genting Dream menawarkan balkon privat dan lebih dari 100 connecting rooms yang dapat mengakmodasi penumpang keluarga dengan anggota yang lebih banyak.

Selain menawarkan beragam pilihan akomodasi, Genting Dream juga akan dilengkapi dengan 35 restoran dan bar di atas kapal yang menyajikan kuliner Asia, khususnya untuk penumpang dari Cina, pengalaman makan malam dengan menu tradisional dari Cina juga menu-menu internasional favorit lainnya seperti masakan Jepang, Asia Tenggara, Italia dan lain-lain.

Genting Dream dilengkapi dengan berbagai sarana rekreasi. Berbagai macam kolam renang, enam water slide, ruangan bermain, lapangan panjat tali, arena boling, ruangan bermain mahjong dan kartu, dan toko-toko duty-free semua ada di kapal ini.

Genting Dream akan mulai berlayar pada November 2016 dan akan mempunyai 3 homeport yakni di Nansha Port, Guangzhou; Hong Kong; dan Sanya. Wisatawan dari daerah Delta Mutiara, Hainan, serta penumpang domestik dan internasional dapat terbang terlebih dahulu ke bandara-bandara di Guangzhou, Shenzhen, Zhuhai, Macau, Hong Kong, dan Sanya untuk berlayar di atas Genting Dream.

Dari Pelabuhan Nasha, Guangzhou ditawarkan pelayaran akhir pekan sepanjang tahun berdurasi dua malam yang akan berlayar mulai dari hari Jumat dan singgah di Hon Kong. Atau berlayar di tengah minggu berdurasi lima malam dengan singgah di Halong Bay dan Danang di Vietnam dan Sanya. Dari pelabuhan di Hong Kong menawarkan pelayaran 7 malam dengan singgah di Guangzhou, Halong Bay, Danang Sanya, dan di Shenzhen atau Zuhai melalui Pelabuhan Nansha. Dari Pelabuhan Sanya juga menawarkan pelayaran selama 7 malam dengan singgah di Guangzhou, Hong Kong, Shenzhen atau Zuhai melalui Pelabuhan Nansha, Halong Bay dan Danang.

“Menjadi perusahaan pertama yang menawarkan kapal pesiar di Cina lebih dari 20 tahun lalu dengan Star Cruises, kami memimpikan Genting Dream tiga tahun lalu menjadi satu-satunya pelayaran kategori premium baru untuk Asia, khususnya bagi pasar Cina. Kapal-kapal Dream Cruises akan menjadi kapal-kapal pesiar paling luas di Asia Pasifik dan memberikan tingkat pelayanan tertinggi bagi tamu di kawasan ini.

Peluncuran Dream Cruises melengkapi misi perusahaan memiliki merek untuk masing-masing dari tiga segmen pasar utama pelayaran, Crystal Cruises untuk segmen mewah, Dream Cruises untuk segmen premium dan Star Cruises untuk segmen kontemporer,” ujar Tan Sri Lim Kok Thay. *** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)