Wartawan luar negeri menulis tentang Aceh setelah hadir di TIME pada 23-26 Otober ini. Sepuluh tahun setelah 26 Desember 2004, yang membawa kehancuran besar dari garis pantai hingga kota Banda Aceh, tsunami. Inilah salah satu artikel, lebih kuat lagi “kesan dan pesannya” adalah foto-foto yang menyertai betapapun artikelnya singkat. Sebanyak delapan media dari lima negara didatangkan ke TIME 2014.

TIME,Pasar Wisata Indonesia dihadiri oleh 60 buyer dari 18 negara dan 60 penjual dari berbagai daerah di Indonesia. Even itu dirasa mengirimkan sinyal yang jelas kepada dunia bahwa sudah waktunya untuk mendukung kebangkitan sosial dan ekonomi yang sedang berlangsung di bagian yang sangat produktif dan strategis dunia ini, dengan potensi besar untuk pariwisata reflektif, pencarian jiwa yang melampaui sekedar melihat-lihat rutinitas duniawi. Ada beberapa hotel yang baikdi Banda Aceh. Bandaranya dihubungkan  penerbangan langsung dari Kuala Lumpur, Penang, Medan dan Jakarta.

TIME 2014 resmi dimulai pada 23 Oktober, namun Editor Eksekutif  “Travel Impact Newswire”, Imtiaz Muqbil terbang ke Aceh satu hari lebih awal dan melakukan tur setempat untuk mendapatkan tampilan sebelum dan sesudah terjadinya tsunami. Foto-foto itu saling bercerita lebih dari seribu kata, jelas menunjukkan bahwa kehidupan memang kembali seperti biasa. Hampir setiap warga setempat kehilangan seseorang dalam bencana besar itu, dan setiap berhenti  semua menceritakan sebuah cerita. Tulisnya akhirnya: Semoga jiwa semua korban hidup dalam damai di sisi Tuhan.

Tentulah wartawan lain juga menulis tentang Aceh sebagai destinasi wisata setelah berkunjung dalam rangka meliput TIME 2014. Dan sebagian foto-foto berikut ini dipotretnya dari museum Rsunami. ***

This picture shows the size of the monster tsunami as it strikes the coastline.

This picture shows the size of the monster tsunami as it strikes the coastline.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TTI traveling aceh imtiaz muqbil 2

One of the main streets of Banda Aceh in the aftermath.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

This iconic picture shows the Grand Mosque of Lampuk, the only structure left standing just a few hundred metres from the coastline.

This iconic picture shows the Grand Mosque of Lampuk, the only structure left standing just a few hundred metres from the coastline.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The beautiful beach is just a few hundred metres from the Masjid Rahmatullah.

The beautiful beach is just a few hundred metres from the Masjid Rahmatullah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The road leading from the Masjid Rahmatullah to the beach, clearly showing that the natural habitat can revive itself, when left alone free of help from any human saviours.

The road leading from the Masjid Rahmatullah to the beach, clearly showing that the natural habitat can revive itself, when left alone free of help from any human saviours.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di Jakarta, minggu lalu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, Reza Pahlevi, mengakui bahwa infrastruktur darat di provinsi itu termasuk yang terbaik di Indonesia dewasa ini. Itu setelah banyak bantuan dari dunia mengalir membangun kembali kerusakan.

Imtiaz menulis : The Tsunami Museum, a must-visit spot.

Imtiaz menulis : The Tsunami Museum, a must-visit spot.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Some of the friendly guides who took us around the Tsunami Museum.

Some of the friendly guides who took us around the Tsunami Museum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini tentang : Seberat 2.500 ton diesel pembangkit listrik mengambang, tersapu lima kilometer ke daratan oleh kekuatan tsunami. Ini sekarang menjadi bagian lain dari memorabilia, dan secara teratur dikunjungi oleh ratusan wisatawan domestik setiap hari.

Ini tentang : Seberat 2.500 ton diesel pembangkit listrik mengambang, tersapu lima kilometer ke daratan oleh kekuatan tsunami. Ini sekarang menjadi bagian lain dari memorabilia, dan secara teratur dikunjungi oleh ratusan wisatawan domestik setiap hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang rumah tradisional Aceh ini, ditulisnya: The Aceh Museum adalah tempat kecil yang indah dengan beberapa artefak yang indah, karya sastra dan contoh-contoh lain dari gaya hidup dan tradisi lokal.

Tentang rumah tradisional Aceh ini, ditulisnya: The Aceh Museum adalah tempat kecil yang indah dengan beberapa artefak yang indah, karya sastra dan contoh-contoh lain dari gaya hidup dan tradisi lokal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***