Peluncuran "Visit Wonderful Indonesia Year 2018" saat Rakornaspar di Jakarta pada 12-13/12/2017.(Foto: YD)

Peluncuran “Visit Wonderful Indonesia Year 2018” saat Rakornaspar di Jakarta pada 12-13/12/2017.(Foto: YD)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Kita di Indonesia sedang dilanda oleh peristiwa yang tergolong “bencana alam” menjelang ujung tahun 2017 ini. Menpar Arief Yahya mengakui pada posisi Januari-September 2017 telah berhasil mendatangkan 10,46 juta wisman atau tumbuh 25,05% sehingga “saya ketika itu optimis target paada akhir tahun 2017 ini 15 juta wisman akan terlampaui, namun dalam perjalanan adanya erupsi Gunung Agung target ini sulit tercapai. Kemungkinan tercapai sekitar 14 juta atau kurang dari 15 juta wisman,” kata Arief Yahya.

Untuk tahun 2018, “Kita menyiapkan CoE WI (Clender of Event – Wonderful Indonesia) dan paket tour VIWI 2018  (Visit Wonderful Indonesia) di 18 destinasi unggulan yang paling siap dalam mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Sebanyak 18 destinasi tersebut tersebar di Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Pelembang); Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta,Solo, Subaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi); Kalimantan (Balikpapan); Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok); Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado);  dan Papua Barat (Raja Ampat).

Menteri Pariwisata menjelaskannya di Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata di Jakarta pada Selasa 11/12/2017. Rakornas itu bertema ‘Visit Wonderful Indonesia 2018’.

Jadi dengan kata lain, pada terminologi yang lazim selama ini di pariwisata, berarti pariwisata Indonesa menjadikan tahun 2018 sebagai Visit Indonesia Year.

“VIWI adalah contoh dan bukti nyata dari semangat Indonesia Incorporated, pentahelix. Ini mengulangi yang telah dilakukan sebelumnya, Visit Indonesia Year 1991 dan Visit Indonesia Year 2008. Tahun kunjungan kita jalankan lagi sekarang dengan lebih terprogram,” ujar I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (DBP3M).

DBP3M menerangkan lebih lanjut, perbedaan mendasar dari VIY 1991 dan VIY 2008 adalah pada tahun kunjungan 2018 dilakukan dengan “Industry Led, Government Support”. Ini berbeda dengan VIY sebelumnya dimana pemerintah yang memimpin. Pelaksanaan Tahun Kunjungan kali ini terasa sekali mengesankan bahwa pariwisata adalah milik bersama.

Tahun 2018 nanti dua event besar yaitu Asian Games dan Annual Meeting IMF-WB akan menjadi momentum untuk mendulang banyak wisman serta mengenalkan destinasi wisata Indonesia.

Menpar Arief Yahya lebih lanjut menjelaskan, untuk menyambut kehadiran puluhan ribu atlet,  official, dan suporter dari 45 negara di ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang, Kemenpar bersama industri pariwisata dan dinas pariwisata daerah menyiapkan paket-paket wisata utuk pre event, on event dan post event di sejumlah destinasi antara lain; Palembang, Banten, Bandung,  Bali, dan Lombok.

Begitu juga untuk menyambut event pertemuan IMF-World Bank (Annual Meeting IMF World Bank) di Bali pada Oktober 2018 dengan sekitar 15.000 delegasi dari 189 negara anggota yang terdiri dari para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral,  telah disiapkan 60 paket wisata untuk mempromosikan destinasi Bali dan 6 destinasi Bali and beyond  yakni Lombok, Komodo, Yogyakarta, Tana Toraja, Danau Toba dan Banyuwangi.

Pada acara Rakornas Pariwisata itu Menpar Arief Yahya meresmikan peluncuran (launching) VIWI 2018; E-Commerce: bookingina.com; dan Asita Go serta menyaksikan penandatangan kerja sama (PKS) dan MoU 75 brand dalam Co Branding WI/PI, dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kemenpar dengan 8 Asosiasi Industri Pariwisata tentang VIWI 2018.***