Tentu sibuk dan lelah para "front liners" lebih dari biasanya di saat terlanda situasi krisis. Selain skill dalam menjalankan s.o.p pengelolaan krisis, jelas "kesabaran" pun dituntut, lebih dari biasanya.(Foto:AH)

Tentu sibuk dan lelah para “front liners” lebih dari biasanya di saat terlanda situasi krisis. Selain skill dalam menjalankan s.o.p pengelolaan krisis, jelas “kesabaran” pun dituntut, lebih dari biasanya.(Foto:AH)

Belum tahu kapan abu vulkanik Gunung Raung akan berhenti,  Virgin Australia tampaknya lebih maju lagi dalam “mengatasi krisis” yang diakibatkan alam itu.  Dinyatakan dan diberitakan hari ini, penerbangan itu akan membebaskan perbedaan tarif bagi wisatawan yang telah memesan tiket  untuk melakukan perjalanan ke Bali hingga 28 Juli, tapi ingin beralih ke salah satu dari 12 pulau-pulau Indonesia lainnya. Travel Weekly Australia di web nya hari ini menurunkan berita tersebut.

Pihak industri di Indonesia mestinya menyambut kemungkinan itu dengan simpatik dan cepat pula. Segera mengelaborasinya. Atau memetik inspirasi lain.

Dilaporkan, “Kami sudah dikonfirmasi aman untuk melanjutkan layanan (penerbangan),” itu dikutipnya dari pihak maskapai penerbangan Jetstar dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis ini.

Maskapai lain Virgin Australia setuju, mengatakan semua penerbangan sesuai jadwal hari dan waktu dari Australia ke Denpasar akan beroperasi. Maskapai ini akan memperbarui info untuk wisatawan (calon penumpangnya) di sekitar pukul 2 siang mengenai  “nasib layanan penerbangan malam” yang dari Denpasar.

“Kami memantau situasi dengan seksama,” kata Virgin Australia.

Angin yang kurang baik minggu ini mendorong abu dari gunung berapi Gunung Raung di Indonesia kembali ke Denpasar, memaksa penutupan bandara tersebut. Awan abu bisa tersedak mesin jet dan amat membahayakan.

Salah seoranag ahli penerbangan Geoff Thomas mengatakan saat angin bertiup membawa awan abu jauh dari Bali, ancaman mungkin tidak berlebihan.

“Gunung berapi ini terus meletus,” katanya kepada Seven Network. “Ini menunjukkan ada tanda-tanda mereda dan itu benar-benar tergantung pada kondisi angin, arah mana angin akan bertiup membawa abu ini, dan apakah kita bisa memiliki situasi yang sama di 24 atau 48 jam berikutnya.”

Kedua penerbangan akan mengroperasikan penerbangan tambahan dan keluar dari Denpasar untuk membantu wisatawan sampai ke tujuan mereka.

Virgin Australia juga mengatakan akan membebaskan perbedaan tarif bagi wisatawan yang telah memesan tiket  untuk melakukan perjalanan ke Bali hingga 28 Juli, tapi ingin beralih ke salah satu dari 12 pulau-pulau Indonesia lainnya. Dalam siaran berita itu tak dirinci 12 tujuan pulau-pulau yang dimaksudkan.

Tapi rincian penerbangannya hari ini Kamis, termasuk jadwal layanan tambahan untuk konsumen yang terkena dampak agar mendapatkan tujuan yang diinginkan secepat mungkin.

Penerbangan mereka rinci di bawah ini.

Penerbangan ke / dari Denpasar (Bali) yang confirmed hari ini, Kamis 23 Juli 2015:

VA49 MEL-DPS Perkiraan Waktu Keberangkatan: 1100L (L=local time) tertunda + 1 jam 55mins

VA41 BNE-DPS Perkiraan Waktu Keberangkatan: 1105L tertunda + 1 jam

VA9547 ADL-DPS Perkiraan Waktu Keberangkatan: 1110L tertunda + 1 jam (layanan tambahan)

VA65 SYD-DPS Dijadwalkan Waktu Keberangkatan: 1115L

VA62 DPS-PER Dijadwalkan Waktu Keberangkatan: 1640L

VA34 DPS-ADL Perkiraan Waktu Keberangkatan: 1540L tertunda + 1 jam

VA9548 DPS-MEL Perkiraan Waktu Keberangkatan: 1605L tertunda + 1 jam (layanan tambahan)

Penerbangan sedang “proses konfirmasi” ke / dari Denpasar (Bali) hari ini, Kamis 23 Juli 2015:

VA67 SYD-DPS 1745L

VA43 BNE-DPS 1845L

VA59 PER-DPS 1635L

VA40 DPS-BNE 0020L

VA64 DPS-SYD 0415L

VA54 DPS-MEL 2210L

VA46 DPS-BNE 2110L

Ya, memang begitulah bagi airlines, mengelola krisis kecil (minor crisis) atau krisis besar (major crisis), atau yang tergolong “irregularity”, sistem dan prosedurnya sudah tersiapkan. Dalam kasus sekarang ini, yang utama adalah mengalirkan informasi akurat, jelas padat yang bermanfaat langsung bagi calon penumpang khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dan, tentu saja at right time.***