itn-visa-vietnam-berita Mulai 1 Februari 2017 bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Vietnam ditambahi lagi kemudahan dengan pilihan mendapatkan visa dengan e-visa atau electronic visa. Jadi, tiga cara mengurus visa ke Vietnam kini berlaku, yakni dari kedutaan dan konsulat Vietnam, atau visa on arrival, atau e–visa. Pemerintahnya juga membuka satu skema “partnership” dengan berbagai kalangan di luar negerinya, termasuk dengan media, mempromosikan dan menguruskan permintaan visa dari mana saja.

ITN termasuk salah satu media masuk dalam “Partnership Program from Vietnam-visa.com”. Anda dapat mengurus visa untuk ke Vietnam melalui online dengan memproses formulir dan prosedur yang tercantum di ITN ini.

Industri pariwisata di Vietnam itu telah mencatat hasil devisa US$15 miliar di tahun 2014 dengan jumlah kunjungan wisman 7,9 juta, menurut Administrasi Nasional Pariwisata Vietnam (VNAT).  Wisman dari Australia menyumbang 321.089 kedatangan – yang terbesar kesembilan di pasar yang dipimpin oleh China (1,95 juta pengunjung) dan Korea Selatan (847.958).

Tapi pengunjung dari Cina rata-rata tinggal kurang dari seminggu dengan pengeluaran rata-rata US$ US790 per perjalanan.

Diberitakan, ada laporan tahunan pariwisata, yang disponsori oleh Uni Eropa, yang membandingkan Vietnam dengan Thailand dan Malaysia, menyerukan perbaikan layanan pariwisata, infrastruktur dan transportasi udara Vietnam agar menyamai persaingan regional.

Industri pariwisata Vietnam mendesak pemerintahnya untuk lebih memudahkan persyaratan visa demi meningkatkan prospek.

Sejak dua tahun lalu, awal tahun 2015 Vietnam memulai meringankan persyaratan visa untuk wisatawan yang datang dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol. Akses bebas visa untuk Australia, Selandia Baru dan Kanada untuk jangka waktu 15 hari diberikan sejak Juli 2016.

Kini mulai Februari 2017, disediakannya fasilitas e-visa.***