Ikon video player akan kita lihat di jejaring soail.(Gambar:Ist.)

Ikon video player akan kita lihat di jejaring sosial.

Terasakah oleh Anda konten video semakin banyak diunggah di Facebook dan Twitter, terutama, sejak awal tahun ini? CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, video akan menjadi bentuk utama konten di jaringan sosial dalam lima tahun ke depan.

Para panelis yang menjadi pembicara di WTM London & Traverse, salah satu sesi pada hari pertama program Travel Tech Show WTM London 2016 lalu, fokus membicarakan mengenai media video dan mengapa merek-merek harus memasukkannya ke dalam strategi pemasaran mereka.

Di forum itu Facebook disorot sebagai saluran penting untuk berbagi video. Ini didorong oleh tren perangkat komunikasi bergerak dan perilaku online dari generasi yang berbeda.

Mengutip dari siaran pers hari pertama WTM London 2016, berikut ini beberapa poin lain diantaranya.

Kevin Mullaney, Kepala Digital Flagship Consulting, menunjukkan, generasi milenium cenderung melihat video daripada membaca mengenai sesuatu. Dia juga mengutip kepala eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg, yang mengatakan bahwa video akan menjadi bentuk utama dari konten di jaringan sosial dalam lima tahun ke depan.

Panelis lainnya juga memberikan tips bagaimana merek yang ingin menggunakan video langsung dalam bauran pemasarannya. Seperti yang disarankan oleh Tawanna Browne Smith dari momsguidetotravel.com, perusahaan-perusahaan perlu menonton siaran dari orang lain, kemudian konsisten dan menggunakan saluran lainnya untuk menyebarkan dan mempromosikan videonya sediri.

Snapchat, juga disorot sebagai saluran yang baik untuk siaran langsung. Aplikasi ini dilihat mudah digunakan dan bisa menyampaikan pesan secara mendalam. Food and travel blogger Niamh Shields menyangkal mitos bahwa aplikasi itu hanya untuk remaja. Telah terungkap bahwa lebih dari 50% pengguna Snapchat berusia lebih dari 25 tahun.

Shu, seorang vlogger khusus makanan, wisata dan gaya hidup yang dikenal dengan nama dejashu di YouTube, mengatakan, penting sekali untuk mengetahui penonton kita sehingga terdorong untuk membuat informasi yang mudah dicerna dan tidak keluar jalur.

Di sesi terakhir pada hari pertama Travel Tech Show tersebut fokus pada YouTube dan berbagai tips mengenai cara melibatkan orang-orang menggunakan salurannya.****