Upacara Yadnya Kasada Suku Tenger Mestinya Bisa Mempromosikan dan Menjual ‘Bromo & Beyond’

Esthy Reko Astuty, Deputi Pegembangan Pemasaran Pairiwisata Nusantara.

Esthy Reko Astuty, Deputi Pengembangan Pemasaran Pairiwisata Nusantara. (Foto: AH)

Perayaan Hari Raya Yadnya Kasada (kasodo) telah dilaksanakan oleh suku Tengger di kawah Gunung Bromo pada Senin (10/7) dinihari. Ini adalah ritual adat persembahan suku Tengger kepada Jaya Kusuma, putra sulung Roro Anteng dan Joko Seger. Upacara ini setiap tahun dilakukan pada hari ke-14 bulan Kasada.

Pendopo Agung Desa Ngadisari, Probolinggo menjadi titik awal prosesi Yadnya Kasada. Ritual dimulai dari puku 19.00 WIB. Menjelang tengah malam sesajen diarak menuju Pura Luhur Poten yang berada di lautan pasir persis di bawah kaki Gunung Bromo. Kemudian pada dini hari, sesajen yang telah dikumpulkan itu dibawa ke puncak gunung kemudian dilemparkan ke dalam kawah. Sesajinya berupa hasil pertanian, perkebunuan, ternak dan lain-lain yang disisihkan sebagian oleh suku Tengger untuk upacara Yadnya Kasada ini.

Wisatawan di sekitar Pura Agung ... setelah menyaksikan upacara Kasada.(Foto:Humas Kemenpar)

Wisatawan di sekitar Pura Agung … setelah menyaksikan upacara Kasada.(Foto:Humas Kemenpar)

Tahun ini, wisatawan mancanegara dan nusantara yang sudah mengetahui kapan ritual ini akan dilaksanakan kemudian berdatangan melalui pintu masuk Kabupaten Pasuruan, Malang, Lumajang, dan Probolinggo. Rata-rata menggunakan mobil jeep 4×4 sehingga mereka bisa langsung menyaksikannya di sekitar Pura Luhur Poten.

Seorang warga Tengger menaruh sesaji yang telah ditempatkan di puncak Gunung Bromo.(Foto:Humas Kemenpar)

Seorang warga Tengger menaruh sesaji yang telah ditempatkan di puncak Gunung Bromo.(Foto:Humas Kemenpar)

Pada saat jumpa pers di Balai Desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo, Minggu (9/7) malam, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, even Eksotika Bromo yang dilaksanakan sebelum Yadnya Kasado telah membuat wisatawan mau tinggal lebih lama dari 1-2 malam menjadi 3-4 malam. Diperkirakan hampir 10 ribu wisatawan dari dalam dan luar negeri hadir untuk melihat peristiwa budaya khas di Gunung Bromo dan suku Tengger tahun ini.

“ Data resmi jumlah kunjungan wisatawan masih menunggu dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru” ucap Esthy.

Ditambahkannya, ke depan diharapkan jadwal Kasada ini bisa sudah dipastikan jauh-jauh hari sehingga yang dipromosikan tidak hanya even Kasada saja tapi juga diantaranya bisa menjual paket-paket wisata ‘Bromo and Beyond’ sehingga dampak ekonomi benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat di sekitar Bromo tak terkecuali sukuTengger.****

Leave a Reply

Your email address will not be published.