TPA Sarbagita Suwung Bali.(Foto:maritim.go.id)

TPA Sarbagita Suwung Bali.(Foto:maritim.go.id)

Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): TPA Regional Sarbagita Suwung itu berada di posisi strategis di kota Daenpasar, Bali, dekat dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, bisa dilihat dari jalan tol dan akses utama menuju lokasi-lokasi wisata terkenal di Bali. Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah itu akan direvitalisasi menjadi taman dalam waktu tidak lama lagi. Secara bertahap, TPA tersebut juga akan dipersiapkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di mana lebih dari 1.000 ton sampah akan menjadi sumber energi listrik baru guna memenuhi kebutuhan penduduk dan wisatawan.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meluncurkan dan meletakan batu pertama Revitalisasi TPA Regional Sarbagita Suwung, Jumat (22/12/2017) lalu, di TPA Suwung, Denpasar, Bali.

Luas TPA Sarbagita Suwung seluruhnya 32 hektar. Tinggi gundukan sampah di TPA rata-rata mencapai lebih dari 15 meter. TPA itu akan ditata dengan pola sanitary landfill yakni mengurug sampah dengan tanah. Tahapan kegiatan penataan TPA meliputi penutupan gunungan sampah seluas 22,45 hektar lalu ditata menjadi taman-taman. Di sisa lahan sekitar 10 hektar dipersiapkan untuk pemasangan instalasi pengolahan air lindi dan gas methan (5 hektar) dan rencana pembangunan PLTSa (5 hektar).

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dodi Krispratmadi pada pembukaan acara peletakan batu pertama menerangkan, TPA Sarbagita Suwung menimbulkan permasalahan lingkungan karena dibiarkan terbuka, dekat bandara, dan dekat pusat wisata. Hal itu bukan merupakan sambutan yang baik bagi delegasi yang akan menghadiri sidang IMF dan Bank Dunia pada bulan Oktober nanti.

Revitalisasi di TPA Sarbagita Suwung dimulai dengan memindahkan dan memadatkan sampah ke lokasi revitalisasi. Perapihan lereng dilakukan dengan memasang geogrid dan bronjong. Sedangkan sampah yang baru masuk dari truk-truk setiap harinya akan ditampung di area sanitary landfill dengan cara diitimbun.

Dari analisis Kementerian PUPR, daya tampung TPA Sarbagita Suwung saat ini tinggal 2 tahun lagi. Sampah yang masuk ke TPA ini 1.000-1.400 ton setiap hari. Meliputi sampah dari kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita).

Anggaran revitalisasi TPA tersebut sekitar Rp 250 miliar. Pembiayaannya dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun anggaran.

Bali mandiri sumber energi

Kebutuhan energi listrik di Bali mencapai 735 megawatt (MW) pada saat beban puncak. Sebagian besar pasokan listrik berasal dari Jawa dan sisanya berasal dari Bali. Pasokan energi yang ada sekarang belum terbarukan. Sedangkan kebutuhan dari 4,2 juta penduduk Bali, ditambah jutaan wisatawan termasuk 7 juta wisatawan mancanegara yang ditargetkan pada tahun 2018, terus meningkat.

Banyak investor asing tertarik menggarap PLTSa di Bali. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, investor dari Cina termasuk paling serius hendak menggarap PLTSa (Republika, Jumat, 3/11/2017).

Namun sampai dengan saat ini masih terkendala dengan aturan pemerintah pusat. Disampaikannya, ada tiga faktor penting yang perlu diperhatikan pemerintah pusat dalam investasi energi terbarukan berbahan baku sampah di Bali.

Pertama, hasil listrik dari PLTSa harus dibeli dengan harga wajar berkisar 18,75-22 sen dolar AS per kilo watt jam (kWh). Kedua, pemerintah pusat membuat regulasi tipping fee yang berlaku umum, tidak berbeda-beda di setiap daerah. Tipping fee adalah biaya yang dikeluarkan dari anggaran pemerintah kepada pengelola sampah berdasarkan jumlah sampah yang dikelola per ton atau satuan volume (m3). Ketiga, lahan khusus untuk mendirikan pabrik pengelolaan sampah.

Di Bali membutuhkan 10 hingga 15 hektare (ha) lahan untuk mendirikan pabrik pengolahan lebih dari seribu ton sampah per hari. Menurutnya, dalam hal ini pemerintah daerah bisa turut memfasilitasi.

Untuk penanganan sampah di TPA, Kementerian Koordinator Kemaritiman sedang menunggu Keputusan Presiden (Keppres) tentang waste to energy (WtE). Menurut rencana, WtE ini akan diimplementaskan di 10 kota di Indonesia, termasuk di TPA Sarbagita Suwung. TPA di Denpasar, Bali itu ditargetkan sudah menjadi PLTSa pada tahun 2021.*** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)