Dan memanfaatkan Merpati Easy Flyer

 

Purwanto

Purwanto

Merpati Nusantara Airlines dewasa ini sedang giat-giatnya membentuk kembali sosok maskapai ini. “Sampai kini perusahaan telah berjalan dengan GOP, gross operating profit,” kata Purwanto,  yang baru saja ditunjuk sebagai Manager Brand & Marketing Communication di kantor pusat Merpati,  Jakarta. Fokus pelayanannya ke arah timur Indonesia. Ada fasilitas Merpati Easy Flyer. Ada penerbangan Kuala Lumpur ke Surabaya, dari sini ke Denpasar, lalu fokus lagi ke berbagai kota di NTB dan NTT sampai pulau Timor.

Seperti lazim disajikan maskapai penerbangan berupa  frequent flyer program, Merpati menyebutnya  Easy Flyer : Kartu Silver bagi yang sudah terbang tiga kali atau lebih; Gold bagi yang mencapai 20.000 mile point dan Platinum bagi yang mencapai 40.000 mile point. Bahkan ketika mendaftar pun sudah dicatat sebagai potential member, dan diberikan bonus sambutan selamat datang, sudah mulai dicatat perolehan point terbang, dan prioritas pada waiting list saat pembukuan. Setelah tiga kali terbang, maka sedikitnya ada 11 item diberikan sebagai privileges, misalnya setiap pembelian 10 tiket akan diberikan 1 gratis. Juga fasilitas penggunaan executive lounge di bandara keberangkatan, tambahan berat bagasi free mulai lima sampai 10 KG, diskon pembelian tiket dst.

Sampai kini sekitar 50 ribu kartu anggota telah dikeluarkan.

Merpati itu kini sedang giat-giatnya membentuk kembali sosok maskapai ini. Salah satu yang sudah tampak dicapai ialah cash flow yang positif, sejak November 2008, menyusul dilaksanakannya efisiensi jumlah karyawan dimana sekitar 1300 orang karyawan telah menerima pemutusan hubungan kerja di bulan Oktober 2008. Sejak itu sampai sekarang maskapai ini bekerja dengan sekitar 1400 karyawan darat dan kru pesawat.

Dalam perbincangan kita dengan Direktur Niaga Merpati, Tharian, pada hari-hari pertama setelah dilantik Pemerintah pertengahan tahun lalu, memang menyatakan salah satu target utamanya ialah “mempositifkan cash flow perusahaan”. Target itu telah terlaksana.

“Sampai kini perusahaan telah berjalan dengan GOP, gross operating profit,” kata Joko Sulistiono, staf yang mendampingi Purwanto.

Geografi pemasaran Merpati telah memilih fokus ke arah timur Indonesia, maka rute-rute penerbangannya bergerak mulai dari Jakarta ke arah Jawa Timur, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku sampai Papua.

Satu salut perlu diberikan atas satu kejelian ialah dibukanya rute penerbangan Kuala Lumpur ke Surabaya. Dari Surabaya ada rute ke Denpasar, dan ke Lombok. Dari Lombok ada rute ke beberapa kota ke arah timur lagi yaitu Nusa Tenggara Timur di mana juga terdapat destinasi pariwisata.

Patut pula diperhatikan sedari kini Merpati ikut hand by hand mempromosikan program Visit Lombok Sumbawa  2012. Ini merupakan salah satu kebutuhan utama untuk mensukseskan program seperti itu. Maka salut pula diberikan pada Pemda propinsi NTB, yang mencanangkan “secara strategis” program tersebut sedari tiga tahun di muka. Dengan perencanaan dan persiapan yang tampaknya utuh: ditargetkan satu juta wisatawan ke NTB tahun 2012 itu; sejalan dengan akan beroperasinya bandara baru internasional di Lombok tahun depan; dan maskapai penerbangan kian bertambah yang membuka rute dan menambah frekuensi ke Lombok, dari Australia, dan Kuala Lumpur dan Singapura.

Kalau ditargetkan satu juta wisatawan setahun pada tahun 2012, dan bilamana diasumsikan tiap maskapai penerbangan menginginkan rata-rata seat load factor 70 persen, maka itu berarati, total kapasitas penerbangan yang masuk ke Lombok mestilah berjumlah sekitar 1.428.000 seat.

Sudah berapakah seat capacity dan airlines yang beroperasi? Dari mana sajakah diharapkan tambahan seat capacity penerbangan ke Lombok? Ini merupakan pertanyaan yang memerlukan jawaban sedari sekarang juga. Sebab, ditargerkan oleh Pemda agar VLS 2012 adalah sekitar 500.000 wisman dan 500.000 wisnus berkunjung ke Lombok tahun 2012 tersebut. Malaysia, Singapura, Australia, Hong Kong dan China tampaknya merupakan potensi utama sumber wisman bagi NTB untuk masa beberapa tahun ke depan. Potensi Lombok sebagai destinasi pun tak diragukan. Maka para wisnus pun dianjurka lebih banyak juga melirik ke sana==