Inflight meals di AirAsia.Dengan memilih Add-Ons di muka,bisa hemat mulai dari 10%.(Foto:inflightfeed.com)

Inflight meals di AirAsia.Dengan memilih Add-Ons di muka,bisa hemat mulai dari 10%.(Foto:inflightfeed.com)

Bisa menjadi pengalaman kurang enak ketika menggunakan maskapai penerbangan bujet. Kadang merasa haus atau lapar di atas pesawat. Sebenarnyaa maskapai penerbangannya telah memberikan opsi-opsi dan mengingatkan calon penumpang sejak awal, ketika mereka membeli tiket. Terutama pembelian secara daring.

Skyscanner agen besar tiket di Australia belum lama ini merilis hasil penelitiannya terhadap beberapa maskapai berbiaya terjangkau khususnya yang melayani rute dari dan ke Indonesia. Hasilnya menunjukkan, penumpang yang membeli Add-Ons seperti bagasi, makanan dan minuman, dan memilih kursi sebelum penerbangan bisa berhemat sekitar 10% sampai 20% untuk makanan dan minuman, dan lebih dari 50% untuk bagasi.

Sejak kehadiran LCC (Low Cost Carrier) penumpang punya lebih banyak pilihan dan bisa mendapatkan pengalaman berbeda-beda. Semua itu bergantung pada pilihannya. Penumpang memilih berdasarkan kebutuhannya.

Pada LCC, beberapa elemen di dalam harga tiket ditampilkan secara terpisah. Yang terpisah itu umumnya, biaya bagasi, makanan yang bisa disantap di atas pesawat, dan pemilihan kursi. Itu ditawarkan sebagai opsi kepada penumpang. Penampilan pertama adalah harga dasar tiket. Kemudian di halaman selanjutnya disediakan opsi-opsi termasuk harganya. Jika memilih opsi, calon penumpang bisa melihat total harga tiketnya di sebelah samping.

Maskapai pun memberi kesempatan kepada penumpang memesan dan membayar fasilitas-fasilitas tambahan tersebut saat check-in di bandara ataupun di dalam pesawat. Ada maskapai mau menerima pembayaran tunai dengan mata uang asing untuk pembelian di atas pesawat, makanan dan minumam misalnya. Harga yang tercantum dalam daftar akan dikonversikan ke kurs yang berlaku pada hari itu.

Bagasi

LCC asing biasanya tidak menyediakan bagasi bebas biaya. Sedangkan LCC Indonesia masih memberikan fasilitas bagasi bebas biaya dengan berat maksimal tertentu.

AirAsia contohnya. Penerbangan AirAsia Malaysia (AK) rute internasional, Add-Ons bagasi 20 kilogram seharga Rp 180.000,00 sudah muncul dalam rincian sementara tiket. Ini masih mungkin diubah sesuai kebutuhan. Sedangkan AirAsia Indonesia (QZ) rute domestik, berat bagasi sampai dengan 15 kilogram harganya Rp 0. Pilihan lainnya, bagasi seberat 20 kilogram seharga Rp 100.000,00 sampai yang terberat 40 kilogram seharga RP 350.000,00.

Citilink, LCC dari grup Garuda Indonesia, memberikan fasilitas bagasi bebas biaya sampai dengan 20 kilogram. Pilihan lainnya berlaku untuk tambahan berat bagasi. Tambahan sampai dengan 5 kilogram biayanya Rp 157.500,00 dan tambahan sampai dengan 10 kilogram Rp 280.000,00.

Lion Air, LCC swasta nasional dan terbesar saat ini di Indonesia, memberikan fasilitas bagasi bebas biaya sampai dengan 15 kilogram untuk rute domestik. Sedangkan Wings Air, masih dari Grup Lion, bagasi bebas biaya hanya sampai dengan 10 kilogram karena menggunakan tipe pesawat yang lebih kecil. Tidak ada pilihan bagasi lain yang ditawarkan.

Besar biaya bisa dua kali lipat untuk penambahan bagasi atau kelebihan berat saat check-in di bandara.

LCC asing yang beroperasi di Indonesia lainnya antara lain Tigerair dan Jetstar Asia. Kedua maskapai ini tidak menawarkan bagasi bebas biaya. Penumpang harus memesan bagasinya.

Tigerair menawarkan kebijakan, penumpang bisa membawa bagasi sampai dengan 10 kilogram ke dalam kabin. Bagasi tambahan yang dibeli di bandara dikenakan biaya SGD 50 untuk berat sampai dengan 15 kilogram. Kelebihan berat setelahnya dikenai SGD 25 per kilogramnya. Apabila memesannya saat membeli tiket secara daring melalui situs maskapai, bagasi seberat 15 kilogram hanya SGD 18, SGD 20 untuk 20 kilogram, sampai yang terberat 40 kilogram dengan biaya SGD 70.

Sedangkan biaya pemesanan bagasi Jetstar Asia secara daring melalui situs maskapai sebesar Rp 170.000,00 untuk 15 kilogram, Rp 180.000,00 untuk 20 kilogram sampai yang terberat 40 kilogram sebesar Rp 370.000,00. Bandingkan dengan pembelian itu di bandara. Bagasi seberat 15 kilogram harganya Rp 400.000,00 dan kelebihan berat dikenakan biaya tambahan Rp 150.000,00 per kilogram.

Makanan

Kadang-kadang kita berpikir, bisa menahan haus dan lapar dalam penerbangan selama satu sampai empat jam. Karena kita sudah makan atau mengudap sebelum naik pesawat. Memesan makanan sebelum penerbangan menawarkan kemudahan terutama pada penerbangan awal di pagi hari,.

Pemesanan makanan secara daring di muka dalam penerbangan AirAsia harga rata-ratanya Rp 40.000,00. Pembelian makanan di atas pesawat berkisar Rp 45.000,00 sampai Rp 55.000,00.

Citilink menawarkan harga rata-rata makanan yang dipesan di muka Rp 45.000,00 dan pembelian makanan di atas pesawat seharga Rp 50.000,00.

Untuk pemesanan makanan sebelum penerbangan di situs Tigerair, harganya antara SGD 10 sampai dengan SGD 15. Air putih dan teh/kopi sudah termasuk. Makanan panas harganya sedikit lebih mahal, SGD 12 belum termasuk minuman.

Kita bisa memesan makanan secara daring di situs Jetstar Asia mulai dari Rp 150.000,00. Membeli makanan yang sama di atas pesawat harganya mulai dari SGD 17.

Masih dari hasil penelitian tersebut, harga kursi pilihan tidak terlalu banyak berbeda. Penumpang masih bisa meminta kursi di baris tertentu saat check-in di bandara.*** (Yun Damayanti)