Kuoni mengumumkan akan menjual Unit Bisnis Operator Turnya, telah menggemparkan industri perjalanan dan pariwisata global di awal tahun 2015. Dalam situsnya Kuoni menyatakan, skala keuntungan, kecanggihan teknologi, peta pariwisata global dan penawaran produk yang berbeda-beda menjadi semakin penting dalam industri perjalanan global. Kuoni akan memfokuskan kegiatannya pada tiga bisnis inti yang sudah memimpin di pasar global. Ketiga divisi itu akan ditempatkan dengan baik untuk meraih keuntungan khususnya dari jumlah wisatawan Asia yang meningkat pesat.

Unit bisnis Global Travel Distribution (GTD, sebelumnya FIT menjadi fokus utama karena divisi ini telah menjadi pelopor dalam industri dan sangat berpengalaman, memimpin B2B wholesaler global dan penyedia jasa akomodasi hotel dan pelayanan pertanahan. Unit bisnis ini telah menjual sekitar 38.000 malam kamar per hari secara online. Sekitar 43% dari omset bersumber dari pertumbuh cepat di pasar Asia/Pasifik, Timur Tengah dan Afrika.

Unit kedua adalah Global Travel Services (GTS, terdiri dari Kelompok Ahli Perjalanan dan Spesialis Manajemen Destinasi, [DMS]), yang mencari sumber-sumber dan mengkoordinasikan pelayanan destinasi mulai dari akomodasi, transportasi, kegiatan-kegiatan wisata, sampai tempat kegiatan dan manajemen acara. GTS adalah pemain nomor satu di pasar perjalanan kelompok yang sedang berkembang dan menangani 50.000 tur liburan per tahun. GTS menghasilkan 60% omsetnya dari sumber pasar Asia/Pasifik.

Yang ketiga adalah VFS Global, pelopor industri dan pemimpin global dalam proses solusi outsourcing bisnis yang berhubungan dengan perjalanan, bekerja untuk 45 pemerintahan, mengoperasikan 1.400 pusat Aplikasi Visa di 117 negara dan menguasai sekitar 50% pangsa pasar outsourcing aplikasi visa dunia. Unit ini menghasilkan hampir 70% omsetnya dari wisatawan di kawasan Asia/Pasifik.

Tiga inisiatif strategis

Re-branding Kuoni Group adalah untuk mempercepat pertumbuhan. Ada tiga inisiatif strategis yang dijalankan. Kuoni Group akan berinvestasi pada sumber daya tambahan di Asia, Timur Tengah dan Afrika dengan memanfaatkan pengalaman yang ada dan memperluas kemampuan di semua divisi. Maka grup usaha ini akan fokus pada peningkatan layanan pelanggan dan meningkatkan efisiensi dengan mengembangkan platform teknologi baru dan meningkatkan bisnis digitalnya. Perusahaan hendak selektif memperluas penawaran layanan dan memberikan pelayanan yang ada untuk memperluas segmen pelanggan dengan memanfaatkan potensi cross-selling.

GTD sebagai penyedia bisnis-ke-bisnis (B to B) akomodasi dan layanan destinasi akan berinvestasi dalam mengembangkan solusi penjualan front-end yang inovatif, mengeksplorasi saluran distribusi online baru dan menawarkan jasa untuk agen perjalanan online dan offline, operator tur dan perantara lainnya di semua pasar wisata besar di seluruh dunia. Fokusnya khusus kepada Cina, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Indonesia.

GTS adalah pemimpin penyedia layanan destinasi bagi orang-orang yang bepergian dalam kelompok. Ini bermaksud untuk secara signifikan memperluas kehadirannya di pasar Asia. Dibukanya kantor baru, selektif bermitra dengan pelaku di pasar terkemuka, dan berfokus pada distribusi digital.

Sementara itu VFS Global, sebagai penyedia layanan outsourcing aplikasi visa nomor satu di pasar global, bermaksud memperluas pelayanan, memanfaatkan teknologi digitalisasi yang inovatif dan jaringan yang sudah ada di lebih dari 1.400 pusat aplikasi di 117 negara.

Tiga divisi yang akan mewakili bisnis inti Kuoni ke depannya menunjukkan peningkatan omset 1,1% sebesar CHF 3,443 juta. Perjalanan Group mengalami penurunan sementara dalam permintaan di pasar utama Jepang, yang menyebabkan penurunan omset 7,4% sebesar CHF 873 juta. Bisnis FIT (akan disebut GTD), yang menyediakan akomodasi dan layanan destinasi, menunjukkan peningkatan omset 7,3% menjadi CHF 1,933 juta. Sementara itu, omset di Outbound Nordic turun 14,1% menjadi CHF 844 juta dan Outbound Eropa/Asia turun 5,0% sebesar CHF 1,343 juta. Segmen VFS Global tumbuh sebesar 11,3% menjadi CHF 272 juta. Laporan lengkap tahun 2014 akan diumumkan pada 17 Maret 2015. *** (Yun Damayanti)