Bloggers Speed Networking pertama pada WTM London 2014 lalu.(Foto:WTM London)

Bloggers Speed Networking pertama pada WTM London 2014 lalu.(Foto:WTM London)

 Ini luar biasa bagi para penggiat media sosial, bloggers dan lainnya. Berbagi pengetahuan, keahlian, pengalaman, dari pelosok dunia. Lomba dan pengumuman the best social media dunia. Andai peristiwanya di Singapura atau Asia, niscaya banyak di antara kita yang mendaftar dan ikut serta. Tapi ini di World Travel Mart (WTM) London 2016 pada 7-9 November mendatang. Selain ajang besar di mana bertemu antar pelaku industri pariwisata, ada program yang sungguh “hebat” terkait media sosial. Berikut pilihan-pilihannya.

Blogging programme

Ada tiga pilihan sesi pada tanggal 7 November.

Sesi pertama, Mobile and Live Social Media. Sesi ini akan mengupas dampak dari para pemain utama dalam arena “live” di media sosial. Pembicaranya, live streamer Tawanna Browne Smith; Niamh Shields, food dan travel blogger; dan Kevin Mullaney, Head of Digital di Flagship Consulting.

(Logo:WTM London)

(Logo:WTM London)

Di akhir sesi, hadirin diberi kesempatan memilih media sosial mana yang paling penting dipakai pada tahun 2017.

Sesi kedua, YouTube and the Continuing Rise of Video. Melihat bagaimana blogger dan merek bisa memulai kanal video mereka. Dan bagaimana pula merek dan pemasar bisa bekerja secara efektif dengan YouTubers maupun para kreator video. Sebagai pembicara ialah YouTubers, Hannah Witton dan Evan Edinger.

Pada tanggal 8 November, Blogging Programme akan berlangsung di panggung utama Global Stage. Ada dua sesi pilihan.

Pertama, Personalisation for Bloggers and Brands. Di sesi ini akan didiskusikan isu-isu rumit. Diantaranya, bagaimana merek membangun loyalitas dengan basis pengguna yang berubah-ubah, dan melihat bagaimana blogger menggunakan personalisasi untuk memiliki hubungan satu-satu dengan pengikutnya.

Kedua, Harnessing the Power of Influencers on the Path to Purchase. Pada sesi ini, mengeksplorasi dampak menggunakan media sosial, blog dan konten video yang secara positif mempengaruhi perjalanan pelanggan.

Sarah Lee, Direktur ambassador UK akan menjadi pembicara dalam sesi kedua. Dia telah mengembangkan dan menyelenggarakan beberapa kampanye dengan menggunakan media sosial, blog dan konten video.

Puncak dari Blogging Programme adalah WTM Bloggers’ Speed Networking pada tanggal 9 November. Tahun ini peserta WTM London dapat bertemu dengan lebih dari 100 orang blogger terkemuka dunia. Ini sesi untuk mendiskusikan bagaimana meningkatkan eksposure media. Traverse menjadi mitra WTM London menyelenggarakan program Bloggers’ Speed Networking 2016.

Global Stage

Di panggung utama Global Stage, sesi pada 8 November mengadakan tiga pilihan sesi.

Sesi pertama dipersembahkan oleh UNWTO bekerja sama dengan Travel Perspective. Topik yang dibahas adalah melihat destinasi dalam dunia digital dengan tema #SilkRoadNow: Sharing the Experience.

Sesi kedua, Facebook: the Futures of Storytelling, diperkirakan jadi favorit. Neasa Costin, Head of Travel EMEA Facebook akan berbagi pikiran mengenai Oculus Rift dan realitas virtual, chatbots dan pemesanan, artificial intellegence (AI), dan bagaimana perusahaan perjalanan dapat menggunakan inovasi-inovasi teknologi tersebut. Dia akan didampingi Mark Frary, founder Travel Perspective.

Content in Crisis: Independent Blog or Undisclosed Advertising? menjadi tema sesi ketiga. Di sini membahas isu ‘blogging atau flogging’. Perwakilan dari UK Competition and Markets Authority akan menjelaskan tindakan keras terhadap pemasar dan blogger yang tidak jelas label kontennya sehingga dapat dibedakan dengan alasan dan opini independen seorang wartawan atau blogger.

Pada hari terakhir tanggal 9 November, ada tiga sesi pilihan. Di akhir sesi adalah pengumuman The Best Social Media 2016.

Sesi pertama, program masterclass. Program ini dibawakan oleh Visit Philadelphia yang sudah lama berada terdepan dalam penggunaan media sosial untuk mempromosikan negara bagiannya. Paula Butler, Visit Philadelphia Communications dan CEO Visit Philadelphia Meryl Levitz akan berbagi pandangan dalam Social Media in Tourism Masterclass. Mereka akan memaparkan yang telah dipelajari sepanjang perjalanannya, apa yang berhasil dan gagal, dan apa yang bisa diharapkan oleh destinasi-destinasi lain dan merek-merek pariwisata untuk bersaing pada tahun 2017.

Pokemon Go, topik bahasan utama di sesi kedua. Is Pokemon Go the best we can expect from augmented reality? Pembicara dalam diskusi ini, CEO Alltherooms Joseph DiTomaso, CEO Skignz Si Brown, dan Direktur Basel Tourism Daniel Eglof.

Destinasi dan hotel menanggapi kehadiran Pokemon Go dengan cepat. Mereka melihat celah pemasaran potensial. Tetapi, apakah itu hanya sebuah tren yang akan segera berlalu, ataukah augmented reality sungguh-sungguh dapat membawa bisnis baru bagi pariwisata?

Sesi pamungkas, pengumuman “The Best of Social Media 2016”. Satu panel juri terdiri dari para ahli berpengalaman. Diantaranya, Kat Lind Gustavussen dari Visit Denmark UK & Ireland Press and PR Manager, dan founder BeautifulDestinations Jeremy Jauncey. Mereka akan mengulas kampanye pemasaran menggunakan media sosial selama tahun 2016.

Pada sesi itu, delegasi dapat melihat bagaimana para pemimpin industri mendorong batas-batas dan bekerja sama dengan para influencer meskipun anggarannya terbatas untuk menciptakan kampanye yang benar-benar bekerja.

Dari dua siaran pers WTM London 2016 dapat disimpulkan, program di Global Stage dan Blogging Programme tahun ini fokus pada elemen kunci yang membuat kampanye digital dan media sosial sukses, melihat pada berbagai studi kasus, dan wawasan dari beberapa orang pelaku terbaik dalam digital influencer, blogger dan pemasar. Dan tentu saja, itu tidak akan menjadi media sosial jika tidak mendapatkan penonton yang terlibat.

“Sesi ini harus dihadiri oleh siapa saja yang serius mengenai pemasaran melalui media sosial,” ujar Simon Press, Senior Director World Travel Market London. *** (Yun Damayanti)