Menpar Arief Yahya saat wawancara khusus di salah satu TV nasional baru-baru ini, waktu itu dengan tema "Menjual Pariwisata Indonesia".

Menpar Arief Yahya saat wawancara khusus di salah satu TV nasional baru-baru ini, waktu itu dengan tema “Menjual Pariwisata Indonesia”.

Mungkin saja adik, kakak, atau anak atau keponakan, dan kenalan-kenalan kita bisa menyongsong menyiapkan diri masing-masing untuk mendapatkan peluang kerja ini. Ya, sekitar 200 ribu kesempatan kerja diciptakan oleh kegiatan pariwisata Indonesia tahun depan 2017. Tentu di berbagai bidang, tingkatan, keterampilan, profesi dan sertifikasi. Yang pasti dibutuhkan penambahan tenaga kerja bagi agen-agen perjalanan, operator tur, pramuwisata, transportasi.

Bagusnya, sebagaimana dimaklumi, akan terbuka peluang itu tersebar secara geografis, mengingat tahun depan itu juga akselerasi pengembangan destinasi pariwisata akan dilaksanakan terutama pada 10 daerah destinasi prioritas. Namun menurut penjelasan dari Kemenpar, di luar 10 daerah prioritas itu pun tetap dilaksanakan pengembangan pariwisatanya.

Jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata tercatat 11,8 juta orang di tahun 2016 ini. Diproyeksikan jumlah itu menjadi 12 juta orang di tahun depan 2017.

Sebelumnya di tahun 2015, jumlah tenaga kerja yang diserap 11,4 juta orang. Itu berarti tahun 2016 telah terbuka kesempatan kerja baru sebanyak 400 ribu bagi tenaga kerja di pariwisata.

Itu terungkap dalam paparan yang diuraikaan oleh Menpar Arief Yahya pada Rakornas ke-4 Kepariwisataan di Jakarta minggu lalu.

Terkait pembukaan lapangan kerja oleh kegiatan pariwisata, Menpar Arief Yahya mengatakan, rata-rata USD 100 ribu perlu investasi untuk menyiapkan 1 kesempatan kerja pada berbagai macam industri, namun, “pariwisata hanya memerlukan USD 5000,” katanya. “Bukan kata saya,” ujar Menpar, “itu menurut  World Bank, menurut World Travel Tourism Council (WTTC) yang masing-masing mengeluarkan report.”

Jika ditarik hingga ke tahun 2019, Kemenpar memproyeksikan jumlah tenaga kerja di pariwisata di tahun 2018 akan meningkat lagi menjadi 12,6 juta dan di tahun 2019 menjadi 13 juta.

Untuk Indonesia, pariwisata akan menjadi sektor penghasil nomor satu di pdb, devisa dan ketenagakerjaan dengan cara yang paling mudah dan murah, kata Menpar.

Bisa dibayangkan kalau tahun 2016 ini jumlah wisman berkunjung sekitar 12 juta orang, kemudian tahun depan 2017 dipoyeksikan 15 juta orang, dan pada 2019 menjadi 20 juta orang, tak pelak perlu ratusan ribu hingga juta orang tenaga kerja baru diperlukan di beberapa kegiatan bisnis: akomodasi, transportasi, atraksi, pramuwisata, staf pada agen-agen travel dan operator tur, dan berbagai mata rantai kegiatan bisnis yang langsung dan tak langsung terkait pariwisata.***