Teluk Kiluan sebagai salah satu obyek daya tarik wisata Lampung, sebagaimana biasanya, juga dipromosikan ketika para pelaku bisnis wisata internasional datang ke Bandar Lampung mengikuti bursa TIME, Oktober 2012 ini.(Foto: AH)

Teluk Kiluan sebagai salah satu obyek daya tarik wisata Lampung, sebagaimana biasanya, juga dipromosikan ketika para pelaku bisnis wisata internasional datang ke Bandar Lampung mengikuti bursa TIME, Oktober 2012 ini.(Foto: AH)

Ihwal heboh oleh iklan di internet yang menawarkan alias menjual  Pulau Kiluan, ada catatan di web ini tentang Pulau dan Teluk Kiluan itu sendiri.  Ketika berada di even TIME (Pasar Wisata Internasional Indonesia dan Expo) Lampung di Bandar Lampung pada Oktober 2012, Sekretaris BPPD Lampung,  Didi, menerangkan bahwa untuk pariwisata Teluk Kiluan sedang dalam pembicaraan hendak merancang jalan pintas dari Bandar Lampung dengan kerjasama Angkatan Laut RI setempat, yaitu dirancang hendak menggunakan transportasi wisata via laut dari Bandar Lampung langsung menuju  ke Teluk Kiluan.

Perjalanan laut itu agar bisa mencapai Kiluan dalam satu jam, karena kalau jalan darat memakan waktu lama, antara 3-4 jam perjalanan.  Padahal jarak kota ke Teluk Kiluan cuma sekitar 80 kilometer. Jalan rayanya cukup parah kondisinya sehingga perjalanan dengan mobil pun terasa “perjuangan”.  Apalagi untuk bisa menyaksikan  lumbalumba adanya sekitar pukul 6 pagi ketika kumpulan-kumpulan lumba-lumba bermain di laut Teluk Kiluan itu. Maka wisatawan dari Bandar Lampung harus berangkat meninggalkan kota setidaknya pukul tiga pagi. Itu satu “perjuangan” tersendiri lagi.

Teluk Kiluan dengan lumbalumbanya selalu dimunculkan pada setiap materi promosi pariwisata Lampung sebagai obyek daya tarik wisata, selain Way Kambas dengan pusat pelatihan gajah, dan Tanjung Setia pantai wisata bahari yang hingga kini telah menarik setiap tahun lebih 10 ribu surfer berwisata  Maka akses jalan raya ke beberapa spot atraksi itu seyogianya dimuluskan.***