(Foto:batikair.com)

(Foto:batikair.com)

Maskapai penerbangan Batik Air menargetkan operasi rute Bali-Perth akan dimulai Desember ini atau Januari 2017. Saat ini masih menyelesaikan proses perizinannya. Untuk pelayanan rute dari dan ke Bali, grup Lion Air itu akan fokus dulu mendapatkan izin ke Perth. Kemudian secara bertahap akan memperluas jangkauannya ke Sydney dan Merlbourne. Batik Air akan jadi maskapai kedua dalam grup Lion Air yang melayani rute ke Australia setelah sebelumnya Malindo Air melayani rute ke Negeri Kanguru dari Malaysia.

Dikutip dari Berita di dalam situs resminya, dalam bulan Desember tahun ini, menurut rencana, Batik Air juga akan mulai melayani penerbangan ke Chennai, Kalkuta, dan Mumbai di India. Bulan Februari 2017 maskapai ini merencanakan terbang ke Shenzhen dan Guangzhou, Cina. Untuk semua rute penerbangan yang direncanakan tersebut sekarang masih dalam proses pengajuan perizinan.

Hingga akhir tahun ini, maskapai ini akan mendatangkan empat unit Airbus A320 sehingga mengoperasikan total 37 pesawat dengan 200 penerbangan per hari.

Bulan Januari 2016 diperolehnya sertifikat IATA Standard Safety Assessment (ISSA). Pada bulan Juni 2016 Komisi Eksekutif Eropa mencabut larangan terbang kepada Batik Air dan Lion Air. Pencabutan larangan terbang itu memberikan pengaruh baik terhadap industri penerbangan nasional.

Kemudian selama bulan November 2016, Batik Air telah lulus dan tercatat di dalam daftar IATA Operational Safety Audit (IOSA). Maskapai ini berhasil menyelesaikan audit internasional keselamatan penerbangannya. Selama tahun 2016, Batik Air dari grup Lion Air menerima berbagai sertifikasi terkait keamanan dan keselamatan penerbangan sipil dari badan-badan otoritas penerbangan berpengaruh.

Batik Air akan terus mengembangkan rute pelayanannya ke sejumlah kota di ASEAN, di negara-negara Asia, dan Australia, mengoperasikan pesawat jenis A320-200, Boeing 737-800, dan Boeing 737-900.*** (Yun Damayanti, dari berbagai sumber)