web-inaca-garuda-ana-jepangTergantung siapa, ataukah kita di Indonesia memanfaatkannya atau tidak untuk bisnis inbound tour? Tambah lagi peberbangan langsung luar negeri  dengan maskapai penerbangan  Jepang All Nippon Airways (ANA) menambah frekuensi jumlah penerbangan  rute Jakarta-Tokyo pp. Penambahannya menjadi tiga kali setiap hari mulai 1 Agustus 2017. Selama ini ANA mengoperasikan dua kali penerbangan sehari pada rute tersebut.     Mulai 1 Agutus 2017 berarti setiap seminggu jumlah penerbangan ANA rute Jakarta-Tokyo itu menjadi 21 kali. Itu akan terdiri atas 14 penerbangan ke/dari Bandara Haneda, dan tujuh penerbangan ke/dari Bandara Narita. Bandara Haneda berlokasi di tengah kota Tokyo, sedangkan bandara Narita berada di luar kota dengan jarak tempuh berkendara bis limusine sekitar 60-70 menit.

Pihak ANA memberikan penjelasan kepada pers di Jakarta hari ini Kamis (20/7/2017). Berbicara di situ Chief Representative ANA Jakarta Office, Akira Nishigori dan Manager Sales & Marketing Jakarta Representative Office ANA Raymond Tjia.

     Raymond Tjia dikutip media mengatakan, “Lonjakan wisatawan dari Jakarta ke Tokyo pada tahun 2016 naik sebesar 32% dibandingkan 2015,” katanya. Lonjakan minat tersebut tidak hanya berasal dari wisatawan tetapi juga pebisnis yang melakukan perjalanan bisnis ke Amerika Serikat dengan transit di Tokyo.

Kendati demikian, tentu saja dengan adanya rute dan penambahan frekuensi ini, berarti juga penambahan kapasitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku bisnis inbound untuk meningkatkan jumlah wsman dari Jepang ke Indonesia.

ANA bekerjasama dengan Garuda Indonesia untuk penerbangan codeshare dan program miles.

Baik juga ditambahkan disini untuk diketahui dan diantisipasi peluang bisnisnya, bahwa Garuda Indonesia diberitakan telah  memastikan akan mengoperasikan penerbangan langsung rute Padang – Jeddah mulai November 2017. Adapun rute Palembang-Jeddah sudah berjalan. Ini mengindikasikan perhatian dan pengembangan operasi ke/dari Timur Tengah oleh Garuda Indonesia terkait  dengan potensi volume outbound penumpang untuk umroh.  Namun untuk peningkatan jumlah mendatangkan wisman dari TimTeng ke Indonesia pun itu merupakan peluang besar. ***(dari: inaca.or.id)