Taleb Rifai.(foto:UNWTO/YouTube)

Taleb Rifai.(foto:UNWTO/YouTube)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Sekitar 10 tahun lalu tidak ada yang menghubungkan pariwisata dengan pembangunan, dengan penciptaan lapangan kerja, dengan perdamaian, dan alat untuk saling memahami antar-manusia. Kini, pariwisata telah menjadi alat paling penting dan berpengaruh terhadap transformasi sosial-ekonomi di dunia. Pertumbuhannya relevan dengan peningkatan kesejahteraan kehidupan jutaan umat manusia di seluruh dunia, memelihara nilai-nilai bersama dan membangun pemahaman di antara masyarakat yang berbeda-beda.

Bukan hal mudah untuk mempromosikan pariwisata sebagai agen pembangunan, sebagai salah satu alat untuk membangun, sebagai sebuah sektor pada awalnya. Pariwisata hampir selalu dilihat sebagai pesta-pesta besar dan hal-hal yang menyenangkan saja. Dalam 10 tahun terakhir pariwisata telah bergerak maju dan lebih jauh dari pesta dan hal-hal menyenangkan tadi.

Perhatian lebih serius kepada pariwisata dimulai sejak tahun 2008/2009. Waktu itu dunia menghadapi krisis ekonomi yang lebih buruk dan menciptakan kepanikan. Tetapi, sektor pariwisata membuktikan, dia mampu bertahan menghadapi krisis bahkan mampu membawa kepada pemulihan ekonomi. Mengangkat masyarakat yang telah hancur. Sepertinya pariwisata bisa menciptakan harapan-harapan dan optimisme.

Pariwisata telah berubah dari sesuatu yang eksklusif, tidak bertautan dan tidak melebur menjadi sektor yang sangat efektif dalam pembangunan di setiap masyarakat. Sektor ini adalah mengenai masyarakat. Pariwisata adalah mengenai bagaimana menikmati hidup sekaligus pada saat yang sama memberi kehidupan bagi masyarakat yang dikunjungi, bahkan lebih baik.

Pariwisata semakin tahan banting, bergerak terus maju. Dan semakin menjadi sektor masyarakat.

Tahun 2016 lalu pergerakan wisatawan internasional di dunia mencapai 1,2 miliar dibandingkan dengan pada awal abad ini yang hanya setengahnya saja. Profil masyarakat dunia pun berubah. Sekarang semua orang melakukan perjalanan, berwisata.

It was so different with tourism we used to talk in 10 years ago. This sector is moved tremendeously. And now, this is very international acknowledged,” begitu kiranya Taleb Rifai menyampaikan pada sesi wawancara terakhirnya sebagai Sekretaris Jendral UNWTO dan dipublikasikan di akun resmi Facebook UNWTO.

UNWTO bangga telah merilis sebuah laporan mengenai penemuan-penemuan relasi antara pariwisata dengan tujuan pembangunan (SDG). Laporan ‘”Tourism and SDGs’” dirilis pada saat upacara penutupan Closing Ceremony of the Year di Geneva, Swisss, 19 December 2017 lalu.

Laporan yang dibuat bersama dengan United Nations Development Programme (UNDP) menyoroti kaitan-kaitan antara pariwisata dengan kebijakan-kebijakan nasional dalam rangka mencapai SDGs, di dalam strategi sektor swasta dan membuat sejumlah rekomendasi guna mencapai tujuan kita bersama pada tahun 2030.

Pada bagian akhir wawancara itu dia mengingatkan, “Whatever our business in life may be, let us always remember that our core business is, and will always be, to make this world a better place.”

Taleb Rifai akan kembali ke negaranya, Jordania, setelah lebih dari 10 tahun di UNWTO. Mulai 1 Januari 2018 Zurab Pololikashvili akan memulai tugasnya sebagai Sekretaris Jendral UNWTO yang baru. *** (Yun Damayanti, dari berbagi sumber).