musiSport Tourism di atas sungai seperti di Musi Triboatton, Sumsel, bisa berdampak akselerasi pembangunan dan rakyat akan menikmati selanjutnya.

Lalu bagi industri pariwisata, bagaimana peluang membuat paket-paket wisata susur sungai ?

Mulai terlihat potensi dan peluang wisata susur sungai bagi para pelaku bisnis pariwisata.  Salah satu di Etape 3 Musi Triboatton itu. Ruas sungai pada rute ini panjangnya 140 KM, namun tak seluruhnya dilayari sebagai ajang lomba, tetapi dijadikan   River Cruising dari satu desa bernama Muara Kelingi  hingga Sekayu, ibukota kota kabupaten Musi Banyuasin  bagi segenap atlit peserta. Mereka menikmatinya di atas kapal induk masing-masing. Hanya beberapa KM sebelum tiba di Sekayu, barulah diadakan lomba lagi.

Jarak tempuh 140 Km ini 8 jam dengan pengarungan menggunakan LCR (Landing Craft Rubber) bermesin 30 PK. Idealnya menggunakan mesin 40 PK agar kecepatan bisa maksimal. Pemandangan lintasan etape ini didominasi hutan dan perkebunan dan dusun-dusun kecil, di lintasan ini dapat kita nikmati pemandangan, flora dan fauna seperti monyet ekor panjang, biawak, cingku sejenis kera dan burung-burung.

Memang, perlu diwaspadai jika terjadi cuaca ekstrim dengan membawa perlengkapan  alat safety, lampu penerangan, jas hujan harus dibawa oleh peserta.

Sungai lebih lebar dan dalam. Juga melintasi desa-desa besar. Jalan darat antarkabupaten terdapat di sisi sungai. Adalah  pemandangan juga aktivitas warga yang menambang pasir di sepanjang lintasan, sampan yang memuat pasir, perahu warga hilir mudik dan perahu nelayan yang memancing / menjaring ikan.

Dengan kondisi sungai yang lebih tenang, lebar dan dalam, di daerah yang aman dari perahu kecil warga, LCR dapat bergerak dengan kecepatan maksimal 35 Km/jam.

Di Kota Palembang telah lama beroperasi satu kapal wisata susur sungai milik Pemkot. Tampaknya tinggal menunggu pengembangannya lebih jauh.

(Lebih jauh lihat : newsletter-pariwisataindonesia.com)