Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Flutes, gelas champagne, berjejer rapi di atas meja dibalut kain taplak berwarna putih. Di sampingnya cinnamon crispy dan almond cake ditata cantik di atas piring hidang juga berwarna putih. Bunga-bunga berwarna-warni ditempatkan dalam wadah yang dibuat dari jalinan daun kelapa sehingga mempermanis meja-meja berukuran kecil. Warga lokal mengenakan pakaian khas Maluku berdiri di belakang meja hidang dan tidak jauh dari meja makan, bersiap menyambut dan melayani tamu-tamu.

Gala Dinner romantis dengan suasana kolonial di rooftop Belgica Fort, Banda Neira, Maluku.(Foto: Signature Banda)

Wisatawan dari mancanegara yang mengikuti rute pelayaran the Spice Islands di kapal pesiar dan singgah di Banda Neira, Maluku, mulai memasuki pekarangan Belgica Fort. Setiap melangkah ke dalam benteng, mereka semakin jauh tertarik dari waktu saat ini.

Mentari mulai bersembunyi di balik punggung Gunung Banda Api di Pulau Banda ketika mereka tiba di atas atap (rooftop) benteng. Satu per satu flutes yang telah diisi champagne diambil oleh tamu-tamu. Mereka yang tidak lain wisman dari kapal pesiar tadi menikmati setiap sesapan anggur dan keindahan alam Pulau Neira.

Tong-tong berisi bara api menyala. Sekelompok warga lokal memainkan musik dan melantunkan lagu-lagu. Kemudian kelompok lain mempertunjukan tari-tarian.

Saiful Karmen dari Signature Banda.(Foto: dok.pribadi)

Bagi tamu-tamu dari kapal pesiar yang menginap di perairan Banda Neira, acara berlanjut dengan makan malam. Setiap suap mengandung kebaikan rempah-rempah dari tanah Maluku dan kisah kehidupan peradaban manusia dahulu, saat ini dan nanti.

‘Spice Island Gala Dinner’ adalah signature product dari Signature Banda. Saiful Karmen mengaku Signature Banda hanyalah satu event organizer kecil di Kecamatan Banda Neira, Maluku Tengah. Bisa dikatakan, di Banda Neira belum ada operator tur. Produk itu berawal dari ide ingin memberikan suasana colonial dinner kepada wisatawan dengan memanfaatkan heritage yang ada di Banda dan Neira ketika ada operator tur yang menangani shore excursion dari kapal pesiar internasional berkunjung ke sana.

Produknya sendiri ada Cocktail Party yang dimulai dari pukul lima sore dan Gala Dinner yang dimulai pukul tujuh malam. Semuanya dilakukan di atas atap Belgica Fort.

“Untuk Dinner kami bisa melayani sampai dengan 100 orang dan Sunset Cocktail hingga 200 orang,” ujar Saiful. Itu adalah kapasitas yang bisa didukung rooftop di benteng.

Menu Dinner berhubungan dengan pengolahan rempah-rempah di Maluku. “Itu highlight hidangan yang kami siapkan,” tambahnya.

Paket tersebut kini ditawarkan kepada kapal-kapal pesiar yang singgah di Banda Neira dengan durasi labuh sampai pukul enam sore atau menginap.

“Sebelum Signature Banda kami dirikan pada tahun 2009, kami membuka dan mengelola Guest House Mawar sejak tahun 1991. Yah, di masa awal ada guest house di Banda Neira, ” kata Saiful.

Wisatawan antusias mendengarkan penjelasan dari pemandu mengenai benteng,sejarah dan kehidupan di Banda Neira.(Foto : Signature Banda)

Ketika bulan mulai menampakan diri di ufuk dan memantulkan sinar redupnya di lantai rooftop benteng, tamu-tamu mulai meninggalkan tempat. Mereka kembali ke kapal dan membawa oleh-oleh kenangan atas kepulauan rempah yang turut mempengaruhi tatanan kehidupan dunia modern.*** (Yun Damayanti)