Spot Wisata TN Dibenahi; Bukit Penanjakan di Bromo Tutup Sementara; Rinjani Upayakan Pengelolaan Sampah

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan, menutup Bukit Penanjakan dari semua aktivitas wisata selama 3 bulan mulai dari tanggal 11 September 2017. Penutupan itu dilakukan guna meningkatkan fasilitas di titik favorit wisatawan tersebut. Agen perjalanan/operator tur menegaskan tidak ada pembatalan tur karena ada tempat-tempat lain tak kalah indah memandang momen matahari terbit di Bromo.(Foto:YD)

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan, menutup Bukit Penanjakan dari semua aktivitas wisata selama 3 bulan mulai dari tanggal 11 September 2017. Penutupan itu dilakukan guna meningkatkan fasilitas di titik favorit wisatawan tersebut. Agen perjalanan/operator tur menegaskan tidak ada pembatalan tur karena ada tempat-tempat lain tak kalah indah memandang momen matahari terbit di Bromo.(Foto:Eddy Anyi)

Destinasi wisata di taman-taman nasional di Indonesia tampaknya mulai dibenahi. Di zona pemanfaatan dalam kawasan yang dilindungi itu ada daya tarik-daya tarik yang membuat orang ingin mengunjungi dan melihatnya. Mulai dari momen matahari terbit, aktivitas gunung berapi, salju abadi, hingga flora dan fauna yang mendiaminya.

Bunga rafflesia, bunga bangkai, anggrek hitam hingga pohon-pohon keras. Lalu ada burung cendrawasih, maleo, orangutan, tarsius, tiga dari 4 jenis penyu di dunia, pari manta hingga kadal raksasa dari zaman dinosaurus. Itu beberapa saja dari flora dan fauna, sebagian besar berada di dalam taman nasional dan kawasan dilindugi, dan, berhasil menarik kunjungan hingga puluhan ribu orang yang penasaran dari berbagai penjuru bumi.

Tidak ada yang meragukan keindahan pun tantangan di Gunung Rinjani. Saat ini baik pemda maupun balai taman nasional tengah mengupayakan sistem pengelolaan sampah dan sistem pendaftaran online bagi wisatawan/pendaki ke TNGR. Asdep ETAA Kemenpar memfasilitasi perjalanan pengenalan ke Gunung Rinjani bagi penulis dan fotografer dari Lonely Planet UK pada bulan Mei lalu. (Foto: YD)

Tidak ada yang meragukan keindahan pun tantangan di Gunung Rinjani. Saat ini baik pemda maupun balai taman nasional tengah mengupayakan sistem pengelolaan sampah dan sistem pendaftaran online bagi wisatawan/pendaki ke TNGR. Asdep ETAA Kemenpar memfasilitasi perjalanan pengenalan ke Gunung Rinjani bagi penulis dan fotografer dari Lonely Planet UK pada bulan Mei lalu. (Foto: YD)

Tentu saja infrastruktur dan fasilitas bagi pengunjung di dalam taman nasional maupun di sekitarnya mestinya disediakan dengan baik dan mengacu pada prinsip-prinsip ramah lingkungan dan ekosistem yang dilindungi, serta memperhitungkan kapasitas daya dukungnya. Manfaat ekonomi dari aktivitas wisata di dalam kawasan dilindungi mestinya pun dikembalikan lagi guna memperkuat perlidungan. Karena sebenarnya, manusia berbagi kehidupan dengan makhluk lain di bumi ini.

 

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB menyiapkan 16 orang Satuan Petugas (Satgas) Rinjani. Satgas itu ditugaskan untuk aksi bersih di empat pos di jalur pendakian Gunung Rinjani yang menjadi titik potensi sampah. Mereka bekerja pada hari Kamis, Sabtu dan Minggu. Di hari-hari lainnya dilakukan oleh petugas dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Selain melakukan pembersihan, mereka juga melaksanakan edukasi lestari lingkungan kepada para pendaki agar tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan selama berada di Gunung Rinjani. Satgas Rinjani Pemprov NTB mulai bekerja sejak 27 Juli 2017. Ini pada hari bersih-bersih Rinjani melibatkan berbagai elemen dari pengelola taman nasional, pemerintah, operator tur dan komunitas. (Foto: YD)

Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB menyiapkan 16 orang Satuan Petugas (Satgas) Rinjani. Satgas itu ditugaskan untuk aksi bersih di empat pos di jalur pendakian Gunung Rinjani yang menjadi titik potensi sampah. Mereka bekerja pada hari Kamis, Sabtu dan Minggu. Di hari-hari lainnya dilakukan oleh petugas dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Selain melakukan pembersihan, mereka juga melaksanakan edukasi lestari lingkungan kepada para pendaki agar tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan selama berada di Gunung Rinjani. Satgas Rinjani Pemprov NTB mulai bekerja sejak 27 Juli 2017. Ini pada hari bersih-bersih Rinjani melibatkan berbagai elemen dari pengelola taman nasional, pemerintah, operator tur dan komunitas. (Foto: Disparprov NTB)

Taman-taman nasional mesti menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kawasan-kawasan dilindungi merupakan benteng terakhir bagi flora dan fauna hidup dan bertahan, terutama endemik.***(Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.