Pijat dan lulur,cara perempuan Indonesia memelihara kesehatan dan menjaga kecantikan.Hasil liputan media Perancis dari famtrip spesial ini akan ditayangkan di kongres dan konferensi estetika dan spa global tahun depan di Paris,juga akan digunakan untuk mempromosikan destinasi dan produk spa Indonesia di Perancis.(Foto:YD)

Pijat dan lulur,cara perempuan Indonesia memelihara kesehatan dan menjaga kecantikan.Hasil liputan media Perancis dari famtrip spesial ini akan ditayangkan di kongres dan konferensi estetika dan spa global tahun depan di Paris,juga akan digunakan untuk mempromosikan destinasi dan produk spa Indonesia di Perancis.(Foto:YD)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Indonesia akan jadi tamu kehormatan pertama di Congres Nouvelles Esthetique & Spa 2018 pada 7-9 April 2018 mendatang di Paris, Perancis. Konferensi dan pameran premium dalam industri wellness global itu akan mengintegrasikan estetika dan spa dengan destinasi pariwisata untuk pertama kalinya.

Maka, Kementerian Pariwisata dan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Perancis dengan Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika menyelenggarakan perjalanan pengenalan (famtrip) spesial bagi media Perancis. Diikuti oleh tujuh orang terdiri dari media cetak, elektronik, dan online (YouTuber/Influencer). Famtrip tersebut merupakan kampanye awal dari penunjukan Indonesia sebagai tamu kehormatan pada Congres Nouvelles Esthetique & Spa 2018 nanti. Famtrip itu berlangsung pada 6-19 November 2017.

Begini produk spa di Keraton Yogyakarta dibuat.(Foto:VITO France/EM)

Begini produk spa di Keraton Yogyakarta dibuat.(Foto:VITO France/EM)

Programnya fokus pada wellness tourism, menyoroti spa, gastronomi, dan ramuan tradisional yang menggunakan bahan-bahan herbal asli Nusantara.

Destinasi-destinasi yang dikunjungi, Bali (Ubud, Bangli, Gianyar, Nusa Dua), Gorontalo (kota Gorontalo dan Pulo Cinta Eco Resort), Jawa Timur (Surabaya dan Kaliandra Resort & Eco Farm, Pasuruan), Jawa Tengah (Semarang dan Magelang), Jogja dan Jakarta. Pilihan destinasi mengkombinasikan 10 Destinasi Prioritas Beyond Bali dengan destinasi-destinasi baru potensial. Setiap destinasi merepresentasikan keberagaman tradisi dan budaya wellness di pulau-pulau yang berbeda, keindahan alam bahari dan pegunungan, fasilitas akomodasi resor spa dan eco resort, serta kuliner daerah yang otentik.

Selama dua minggu lompat pulau, melihat dan merasakan produk-produk spa yang khas, mengalami budaya dan alam yang berbeda-beda, telah memukau media dari Perancis.

Termasuk di dalam program famtrip bagi media dari Perancis adalah bertemu dan wawancara dengan tokoh-tokoh wellness dan spa di Indonesia,salah satunya dengan Wulan Tilaar di Martha Tilaar Center Jakarta.(Foto:YD)

Termasuk di dalam program famtrip bagi media dari Perancis adalah bertemu dan wawancara dengan tokoh-tokoh wellness dan spa di Indonesia,salah satunya dengan Wulan Tilaar di Martha Tilaar Center Jakarta.(Foto:YD)

“Pemilihan destinasi, akomodasi, dan aktivitas/atraksi, semua dilakukan dengan melihat karakter pasar Perancis dan minatnya. Untuk spa, mereka ingin tahu herba yang digunakan apa, khasiatnya apa, tradisi yang dilakukan di sini bagaimana, akomodasi dan tempat spanya seperti apa dan lain-lain. Mereka adventurir. Tidak melulu mencari tempat-tempat terkenal, akomodasi berjaringan, tetapi juga tempat-tempat baru. Maka di dalam program famtrip ini kami kombinasikan,” ujar Eka Moncarre, Country Manager VITO Perancis, yang mendampingi peserta famtrip selama berada di Indonesia.

Perkembangan di negeri sendiri

Dimaklumi, banyak teknik pijat tradisi dan ramuan herbal berkembang dan masih hidup sampai saat ini di Indonesia. Pijat dan mengkonsumsi ramuan herbal masih dilakukan oleh perempuan dan laki-laki, mulai dari warga di kampung hingga masyarakat urban di perkotaaan. Pijat dan ramuan herbal dimanfaatkan untuk relaksasi, terapi, hingga pengobatan.

Satu kafe jamu di pusat kota Surabaya.Diantara tamu-tamunya ialah wisatawan mancanegara.(Foto:YD)

Satu kafe jamu di pusat kota Surabaya.Diantara tamu-tamunya ialah wisatawan mancanegara.(Foto:YD)

Setiap daerah punya ciri khas teknik pijat meskipun gerakan-gerakan dasarnya sama. Misalnya di Jawa, pada umumnya dimulai dari kaki dan berakhir di bagian atas (kepala). Di Lombok, dimulai dengan peregangan di pinggang sebelum memijat dari kaki hingga ke bagian atas badan. Di Gorontalo, hampir sama dengan di Jawa. Bedanya, rambut digumpal kemudian ditarik pada bagian akhir pemijatan.

Untuk memijat menggunakan minyak produk lokal. Ada yang dibuat dengan cara-cara tradisional ada juga yang telah dibuat dengan teknik dan peralatan modern. Bahan-bahannya mengambil dari yang ada di sekitar kita.

Biasanya, ahli pijat tradisional akan melakukan ritual tertentu sebelum dan setelah memijat. Ini terkait erat dengan keyakinan dan pengaruh budaya lokal. Misalnya, berdoa sebelum dan sesudah memijat memohon kesehatan.

Kaum perempuan Indonesia tidak asing dengan pijat-lulur. Dilakukan untuk relaksasi dan perawatan tubuh hingga menjadi bagian dari ritual upacara penting, misalnya jelang pernikahan. Ramuan lulurnya dibuat dari rempah-rempah alami.

Ramuan yang terdiri dari aneka rempah itu mengahasilkan super product. Karena setiap rempah memiliki khasiat-khasiat alami untuk mencegah dan mengobati.

Ramuan-ramuan herbal Nusantara telah disentuh dengan penelitian ilmiah, diproduksi massal di pabrik-pabrik dengan teknologi modern dan di bawah pengawasan standar mutu yang ketat. Begitupun dengan teknik-teknik pijat tradisional. Telah mulai dikembangkan di pusat-pusat pendidikan dan pelatihan spa therapist.

Alhasil, semua itu menghasilkan suatu produk spa dan kecantikan yang unik dan khas Indonesia.

Media dari Perancis melihat proses produksi produk herbal Indonesia di pabrik Sido Muncul,Semarang.(Foto:VITO France/EM)

Media dari Perancis melihat proses produksi produk herbal Indonesia di pabrik Sido Muncul,Semarang.(Foto:VITO France/EM)

Hotel-hotel dan resor-resor di Indonesia mengedepankan pijat tradisional dan ramuan herbal Nusantara di fasilitas spanya. Paling banyak ditawarkan spa Bali. Atau, menyediakan pilihan menu spa Indonesia di samping menu spa dari luar negeri.

Tempat-tempat spa di Indonesia tersebar mulai dari pusat kota-kota besar, di daerah pegunungan, di sekitar kawasan warisan dunia, di tepi pantai, di antara pohon-pohon mangrove, di atas batu karang, hingga di tengah laut.

Pijat tradisional dan ramuan produk herbal (jamu) baik untuk menjaga kesehatan, memelihara kecantikan maupun pengobatan alami telah menjadi tradisi yang masih dipercaya dan akan terus dihidupkan dari generasi ke generasi di Indonesia. Meskipun generasi lebih muda melakukan atau mengkonsumsinya dengan cara-cara yang lebih praktis, modern dan trendi. ***(Yun Damayanti)