Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gde Ardhika (paling kiri).Sri Mulyono Herlambang,Meity Robot,Agung Prana,Herman Rukmanadi (kotak kecil searah jarum jam).(Foto:Ist.)

Menteri (2001-2004) Kebudayaan dan Pariwisata I Gde Ardhika (paling kiri).Sri Mulyono Herlambang,Meity Robot,I Gusti Agung Prana,Herman Rukmanadi (kotak kecil searah jarum jam).(Foto:Ist.)

Salah satu kegiatan peringatan hari jadi ASITA ke-46 adalah penyerahan penghargaan kepada toko-tokoh industri perjalanan Indonesia. Penghargaan diberikan atas dedikasi dan kontribusi mereka yang kemudian memberikan pengaruh besar dalam perkembangan industri perjalanan di daerahnya, baik dalam skala nasional bahkan hingga tingkat internasional.

Pada perhelatan yang baru pertama kali diselenggarakan ini, ada empat kategori penghargaan diberikan kepada 9 orang.

Lifetime Achievement Awards

Sri Mulyono Herlambang

Memimpin ASITA selama dua periode berturut-turut pada 1979-1987. Selama masa kepemimpinanannya, ASITA aktif di ASEANTA.

Memulai karirnya di TNI AU sebagai Ensign First Air pada 1951. Kemudian melanjutkan sekolah ke Amerika Serikat dan Inggris. Pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI AU pada 1965-1966.

Setelah pensiun dari militer, Sri Mulyono mendirikan perusahaan yang menjual pesawat dan jasa konsultasi penerbangan untuk survey dan rancang bandara. Pada tahun 1976, mendirikan PT Desa Air Tour Royale.

Augustine Constantine Robot-Lewerissa (Meity Robot)

Mendirikan PT Iwata Nusantara Tours & Travel pada tahun 1980 dan hingga saat ini masih menjabat sebagai President Director dan Owner.

Pernah memimpin ASITA pada tahun 1999-2003. Pasca peristiwa krisis multidimensi bangsa Indonesia, Meity Robot memimpin ASITA tetap membangun dan menjaga relasi dengan organisasi-organisasi kepariwisataan yang sama di berbagai negara dan mempromosikan kunjungan wisman ke Indonesia.

Dalam periode itu juga dibangun ASITA Skills Center untuk mengembangkan SDM anggota-anggota ASITA. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ASITA berhasil meraih sponsor dari Australia in Technical Vocational Education Competency Based Training dengan bekerja sama dengan Indonesia Australia Partnership for Skills Development.

Meity juga pernah duduk sebagai Chairperson of the PATA Indonesia Chapter pada tahun 1995-1997, Ketua ASITA Jakarta selama tiga periode 1990-1999, berada di jajaran board member di ASITA, ASEANTA, PATA, dan FATA. Pada tahun 1990 mendirikan WIPI, Indonesia Women in Travel.

Para penerima penghargaan ASITA Awards atau yang mewakili bersama Menpar Arief Yahya dan Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar.(Foto:YD)

Para penerima penghargaan ASITA Awards atau yang mewakili bersama Menpar Arief Yahya dan Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar.(Foto:YD)

Bachtiar Manaba

Salah seorang pionir yang mendorong perkembangan industri perjalanan di Sulawesi Selatan. Diantaranya produk perjalanan Makassar-Toraja yang hingga saat ini masih terus berjalan.

Outstanding Contribution

Herman Rukmanadi

Salah seorang panutan di kalangan pemandu wisata dan tokoh biro perjalanan wisata yang disegani di Jawa Barat.

Sejak pertama kali mendirikan PT Bharawisatama Mandiri, sampai sekarang masih menjabat sebagai Managing Director (owner) Bhara Tours & Travel, fokus usahanya konsisten, mendatangkan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Beberapa tahun terakhir, juga konsisten mengajak pelaku-pelaku industri di Jawa Barat untuk tetap menghidupkan Jawa Barat Travel Exchange (JTX). Pasar pariwisata internasional itu akan memasuki edisi ke-18 tahun ini. Even B-to-B itu rutin dilaksanakan di pertengahan bulan Mei setiap tahun. Reputasi even tersebut telah membuat para pembeli dari mancanegara yang ingin hadir terus bertambah, baik dari jumlah maupun dari asal negaranya.

HERNA  P. DANUNINGRAT

Mendirikan PT Citra Netratama (sebelumnya dikenal dengan nama PT Citra Wisata Tour & Travels) pada tahun 1987. Hingga sekarang masih menjabat sebagai President Director.

Sejak tahun 1982 sampai sekarang menjadi pengurus ASITA di DPD DKI Jakarta maupun di DPP ASITA. Selain itu, juga Wakil Ketua Jakarta Tourism Board dan salah seorang pendiri ASTINDO.

Herna giat membuka jalan mempromosikan pariwisata Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Sejak tahun 2000 sampai dengan sekarang terus aktif berpartisipasi di ATM Dubai.

I Gusti Agung Prana

Mengawali karirnya dalam industri pariwisata dengan bekerja sebagai pemandu wisata di sebuah perusahaan perjalanan besar di Bali. Dari pengalamannya itu dia menyadari betapa perlunya pendidikan dan pemahaman menjaga lingkungan dari degradasi lingkungan yang tak terelakkan dengan jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Dewata semakin meningkat.

Di awal tahun 1990-an, Prana mendirikan “Karang Lestari Reef Restoration Foundation” di Pemuteran, Bali. Restorasi dan proteksi kelautan berdasarkan pada komunitas lokal di Pemuteran telah memenangkan berbagai penghargaan di dalam dan luar negeri. Termasuk The Best 2002 Marine Coastal Program in Indonesia dari pemerintah Indonesia dan Best 2002 Underwater Eco-tourism Project in the Wolrd dari Skal International, organisasi profesional pariwisata terbesar di dunia.

Sekarang aktif sebagai direktur di Bali Tourism Board, DPD ASITA Bali, dan di Bali Tourist Attractions and Destinations Board menangani Environmental Concerns dan Cultural Heritage sites.

Asita Outstanding Executive

Penghargaan ini diberikan kepada Hj. Dewi Anggraeni Jusuf dan Jusuf Abdullah. Dewi telah menjadi Eksekutif Sekretaris di DPD ASITA Jawa Barat sejak tahun 1997 sampai sekarang.

Dan penghargaan Most Contributor Person for Asita diberikan kepada mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kabinet Gotong Royong (2001-2004) I Gde Ardhika. Kontribusinya terhadap perkembangan organisasi pariwisata seperti ASITA masih bisa dirasakan sampai saat ini.*** (Yun Damayanti)