Siap? Wisata Asean University Games Palembang

Masyarakat Palembang telah diberitahu sejak jauh hari.(Foto: AH)

Masyarakat Palembang telah diberitahu sejak jauh hari.(Foto: AH)

Di kota Palembang sekarang telah terpampang di berbagai lokasi ramai billboard yang mempromosikan akan adanya even internasional ASEAN University Games, November 2014. Sebelas negara akan ikut serta. Kalau rata-rata tiap negara mengirim peserta sedikitnya 50 orang maka tentulah sedikitnya 550 orang akan hadir. Ini merupakan even ke-17 setelah pertama kali digelar di Chiang Mai, Thailand tahun 1982, diselenggarakan tiap dua tahun sekali. Bagi Indonesia ini giliran ke-4 kali jadi host, sebelumnya pernah dilaksanakan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Bagi kota Palembang ini tentu kesempatan emas lagi untuk tampil ke pasar wisata internasional. Lebih khusus lagi ke pasar ASEAN, yang selain terdekat secara geografis, karakter kota itu untuk pariwisata saat ini juga rasanya paling cocok untuk Asean. Aksesibilitas penerbangan langsung ke bandara Palembang juga setiap hari dioperasikan ke dan dari Singapura dan Kuala Lumpur.
Saat ini yang menjadi pertanyaan, pertama, belum ada kepastian tanggal penyelenggaraan, dan kedua, apakah industri pariwisata setempat sudah bersedia dan bersiap memproduktifkannya menjadi paket-paket wisata? Paket wisata sedemikian tentu tepatnya dipromosikan ke pasar di luar negeri ( bahkan sejatinya juga ke daerah lain di dalam negeri) sedari beberapa bulan sebelumnya.
Pada satu website ada tercantum di satu banner even ini akan berlangsung bulan Agustus 2014, tapi di keterangan lain tercantum tanggal 9-19 Desember 2014, tapi ya, pada billboard di tengah kota Palembang tertera pelaksanaannya pada November 2014.
Dari sudut peran industri pariwisata memasarkan dan menjual produk wisatanya, di satu website Asean University Games 2014 ada operator tour Panorama memuat banner namun tentu saja belum dilengkapi paket wisata yang ditawarkan khusus untuk menyaksikan evennya, atau wisata mengunjungi Palembang pada hari-hari sekitar berlangsungnya even tersebut.
Dari sudut akomodasi kota Palembang menawarkan jumlah kamar yang mencukupi. Ketika bicara obyek yang cocok bagi kunjungan wisatawan, memang, kota Palembang terbatas pada menawarkan jalan-jalan naik perahu ke pulau Kemaro, lalu ke Bukit Segontang. Di pulau Kemaro wisatawan bisa dihibur dengan legenda makam panglima dari Tiongkok, asalkan seorang pramuwisata perlu piawai menceritakannya, kemudian minum air kelapa segar dari buahnya di taman makam yang di dominasi warna merah. Ke lokasinlain di Bukit Segonta, suatu taman luas tengah kota di situlah para panglima dan raja dan pangeran terkait sejarah Sumsel, dimakamkan, kawasan kebun rindang ini tampak lumayan terpelihara oleh dinas pariwisata provinsi Sumsel. Lagi-lagi, di sini perlu local guide yang mahir bercerita pada turis.
Ya, dua obyek turis itu rasanya memadai saat ini untuk tur kota berdurasi sehari. Dan, diselingi makan siang khas kuliner Palembang, dari pempek hingga gulai ikan patin. Dan berbelanja tenun Palembang ke tempat aslinya dibuat. Ihwal kuliner ikan patin, adalah sebuah rumah makan bernama Musi Rawas, di tengah kota, ukurannya kecil saja namun dipadati dengan kapasitas sekitar 50 kursi, tapi wisman dari Malaysia tak akan meluputkan pengalaman untuk makan di situ.
Wisnus juga yang suka ikan patin, pasti meminta dibawa ke situ, demikian menurut para pramuwisata dan supir yang seringkali kebagian “rezeki” menangani wisman Malaysia yang berkunjung ke Palembang. Memang, paling lama mereka di kota ini 2 malam, sekali-sekali ada yang 3 malam.
Apalagi kah yang bisa diolah agar rata-rata wisatawan perlu tinggal 3 malam di Palembang?**

Leave a Reply

Your email address will not be published.