TTC kembali menyelenggarakan TTC Travel Mart Nusantara (TTCTM Nusantara) 2016 ini sehari pada 11 April 2016 di Redtop Hotel Jakarta. Sampai dengan akhir Maret, sellers yang akan hadir mempromosikan dan menjual produk-produk  tercatat 40 perusahaan dan satu dinas pariwisata yaitu Dinas Pariwisata Samosir, Sumatera Utara. Sellers terdiri dari biro perjalanan wisata, hotel, manajemen atraksi wisata, dan bisnis lain terkait industri perjalanan dan pariwisata. Tahun ini sellers akan datang mulai dari Aceh sampai Papua.

Tedjo Iskandar, founder TTC, mengatakan, TTCTM Nusantara diselenggarakan untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata di seluruh Indonesia. Jadwal even diselenggarakan dalam kuartal pertama tiap tahun. Ini merupakan waktu ideal bagi para pelaku industri pariwisata di Nusantara dalam mempersiapkan paket-paket musim libur di akhir tahun.

Target buyers tahun ini 200 perusahaan industri perjalanan dan pariwisata dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten, dan Bandung. Ketujuh kota itu merupakan pengirim wisatawan nusantara utama. TTCTM Nusantara kerap kali juga didatangi buyers dari luar Jabodetabek dan dari pulau-pulau lain.

Di situ tempat bertemunya biro perjalanan wisata, hotel, manajemen atraksi, dan bisnis lain terkait perjalanan untuk mempromosikan destinasi-destinasi baru, produk-produk akomodasi, dan atraksi-atraksi baru di berbagai destinasi di daerah-daerah kepada para pembeli yang juga datang dari berbagai daerah. TTCTM Nusantara pun menjadi ajang saling bertukar informasi dan memperluas jejaring kerja di antara para pelaku industri perjalanan dan pariwisata dari seluruh Indonesia.

Karena industri perjalanan dan pariwisata sejatinya bisnis dari orang-ke-orang (people-to-people) maka kontak dan komunikasi langsung tidak akan pernah bisa ditiadakan. Meskipun perkembangan bisnis online tidak dapat dihindari, penting bagi para pelaku industri perjalanan dan pariwisata menghadiri pasar-pasar pariwisata baik yang bersifat B-to-B maupun B-to-C di berbagai daerah di dalam negeri dan di luar negeri.

“Sebanyak mungkin pasar pariwisata yang dia bisa hadiri. Dari sekian banyak even pasar priwisata, dia mesti mengutamakan pasar-pasar pariwisata yang menawarkan banyak produk yang menjadi fokus bisnisnya. Baru mendatangi even pasar pariwisata lain. Misalnya, tahun lalu dia hadir di even pasar pariwisata di Makassar, tahun ini dia datang ke even pasar pariwisata yang diadakan di Bandung. Tahun depan ke kota lain. Contoh, fokus bisnisnya di perjalanan religi Umroh atau ziarah, ya dia sebaiknya mengutamakan even-even yang lebih banyak menawarkan produk-produk terkait perjalanan religi dan ziarah, baru ke even-even umum untuk memperkaya produk-produk perjalanan umumnya,” ujar Tedjo menjelaskan.

TTC Travel Mart Nusantara pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010. Penyelenggaraannya memang belum bisa dlaksanakan secara rutin, namun  diusahakan di awal tahun. Seperti halnya TTC Travel Mart yang sudah diselenggarakan rutin dua kali dalam setahun selama 12 tahun, TTCTM Nusantara merupakan pasar pariwisata B-to-B independen di Indonesia. *** (Yun Damayanti)