TTI Web - 14-11-2013 - AtraksiMari kita menyampaikan salut pada masyarakat Papua di kabupaten Asmat. Pesta Budaya Asmat tahun ini merupakan penyelenggaraan ke 29 kali, ulang — yang ke 29 kali! Berarti digelar sejak tahun 1981, dan, istimewanya, agendanya tetap dan pasti, setiap Minggu Kedua bulan Oktober ( hari Senin untuk hari pembukaan lelang). Lelang apa?
Pada puncak kegiatan Pestanya, dilaksanakan pelelangan ukiran dan anyaman. Ketika tahun ini lelangnya diselenggarakan 12 Oktober 2013, tampak ambil bagian dan membeli ukiran dan anyaman itu, para wisatawan mancanegara dari antara lain Italia, Australia dan AS.
Lelang hari itu ditutup dan mencatat transaksi total Rp. 1,67 Milyar dengan nilai tertinggi pelelangan patung panel sebesar Rp. 20 juta. Termasuk hebat, bukan?
Pesta budaya Asmat itu sendiri menampilkan kearifan lokal seni budaya daerah, seni ukir dan kerajinan masyarakat suku Asmat dari 12 rumpun/kelompok suku yang berada di 19 distrik di Kab. Asmat. Pelaksanaannya berkat kerjasama pihak Keuskupan Agats dengan dukungan Pemda Kab. Asmat. Kemenparekraf tentu saja memberikan terus dukungan terhadap kegiatan ini.
, Dilaporkan, kegiatan yang tahun ini berlangsung 6 hari ( 9-14 Oktober 2013), melibatkan banyak generasi muda untuk tarian dan nyanyian tradisional serta selalu dipenuhi oleh masyarakat yang datang menonton kegiatan tersebut . Diikuti total 493 peserta yang terdiri dari 62 orang penganyam, 200 pengukir dan 140 penari (7 kampung), 18 perahu (91 orang) dari 19 .distrik dan ada 200 ukiran dipamerkan sekaligus dilelang. Itu merupakan nominasi dari 1000 ukiran yang diikutkutsertakan dalam seleksi ukiran tingkat distrik yang telah dilakukan sebelumnya, 1-14 September 2013.
Tambah lagi dengan 62 kerajinan terbaik yang merupakan karya cipta mama-mama Asmat yang ternominasi dari 1500 anyaman pada seleksi tingkat distrik. Barangnya terdiri dari noken/tas, pengikat kepala, cawat, anyaman dinding dan lainnya.
Lalu, lomba mendayung perahu Asmat di Sungai Assuwetsjt yang begitu unik dan menarik. Pesertanya mendayung di atas perahu kecil, 5 orang yang mendayung sambil berdiri, jumlah pesertanya 18 perahu, lebih banyak lagi dari tahun lalu yang hanya 9 perahu.
Ada juga pameran foto bertema Amazing Asmat oleh Asmat Fotographer/Asmat Social Documentary Community. Di luar tempat pelelangan juga digelar dan dijual ukiran dan kerajinan dari masyarakat yang tidak lolos seleksi.
Perhatikan lebih lanjut upaya-upaya setempat. Dijalin kerjasama dengan WWF, kini telah dibentuk “Asosiasi Pengukir “Wou Jipits” Kab. Asmat, ditetapkan dengan SK Bupati, kini menunggu dilantik. Lain dari itu, dijalin kerjasama dengan USAID (United State of America Aid) mengembangkan eco tourism /ecology, dan untuk tahun 2014-2015 akan membangun homestay.
Uskup mengajak tim dari Kemparekraf untuk melihat lokasi baru Pesta Budaya Asmat seluas 2000 meter dan lokasi Museum baru dengan ukuran 140 x 400 meter yang sudah mulai dilaksanakan pembangunqnanya. Diproyeksikan tempat itu nanti bisa menampung 1000 orang di atas tanah rawa dan direncanakan main building sudah akan selesai tahun depan.
Mendengar ceritanya, ahh, rasanya ingin melihat langsung, ingin segeralah diulang kembali tahun depan 2014.***