Menjual paket baru dgn AirAsia

Inilah peluang bisnis yang terbuka untuk dimanfaatkan oleh industri pariwisata untuk periode dekat mendatang ini. Siapa yang akan mengambil insiatif melakukan pendekatan terhadap Air Asia, dan juga membuka ’deal’ baru dengan agen-agen produser turis di Malaysia, Singapura, Australia ? Peluang bisnis dimaksud dibangkitkan oleh adanya kegiatan-kegiatan baru sbb.: 

1.Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) dan perusahaan penerbangan Air Asia mengadakan kerjasama promosi melalui peluncuran perdana tiga rute baru Air Asia yaitu; Pekanbaru-Singapura, Makassar-Kuala Lumpur, dan Manado-Kuala Lumpur. Menurut rencana penerbangan perdana tersebut akan dilaksanakan pada 25 Juli 2008 di Makassar dengan rute Kuala Lumpur-Makassar.

Menurut Dep Budpar, Malaysia dan Singapura merupakan negara pasar utama Indonesia dengan target kunjungan tahun 2008 masing-masing sebesar 1,8 jutadan 1,1 juta.

2.Awal September 2008 mendatang Air Asia akan mengembangkan rute baru dari kawasan Australia Utara seperti Darwin ke sejumlah destinasi di Indonesia.
Selain itu penerbangan langsung Kuala Lumpur-Yogyakarta akan dibuka dalam waktu dekat ini, menyusul rute baru Kinabalu- Pontianak yang memiliki pangsa pasar cukup besar. “Kami lebih fokus pada pasar cross border, dengan lama penerbangan antara 3-3,5 jam,” kata Presiden Direktur Air Asia Dharmadi ketika mendampingi Dirjen Pemasaran Depbudpar DR.Sapta Nirwandar menyaksikan pemasangan logo Visit Indonesia Year (VIY) 2008 di badan pesawat Air Asia di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Senin sore ( 21/7).

Sebagai dimaklumi, Air Asia itu home-base nya di Kuala Lumpur, dan telah melayani penerbangan berjadual ke berbagai kota di Asia. Maka sesungguhnya jaringan penerbangan itu bisa meng-generate konsumen dari kota lain, menuju Indonesia melalui Kuala Lumpur. Tetapi, kelaziman yang sering menjadi kendala ialah, bahwa kantor penjualan Air Asia di Indonesia, target utamanya adalah menjual ’seat’ untuk konsumen di Indonesia. Berbicara untuk menjual ’seat’ di kota lain di luar negeri, untuk melaksanakan inbound tour ke Indonesia misalnya, apalagi dengan ’harga yang cocok untuk dijadikan paket tour’, maka prosesnya menjadi lebih panjang. Diperlukan jasa-jasa baik dari kantor Air Asia yang ada di Indonesia, untuk menghubungkan agen-agen tour Indonesia yang berminat dengan pihak Air Asia di luar negeri, yang memegang kebijakan dan akan menentukan seberapa bagusnya harga yang akan diberikan. Tetapi, ya, itu memang harus dilakukan.

Di lain pihak tentu dimaklumi, bahwa Air Asia sendiri di kota-kota di luar negeri tersebut, juga mengadakan deal dengan para agen-agen perjalanan dan operator tour setempat, untuk menjual paket-paket menuju Kuala Lumpur khususnya dan destinasi Malaysia pada umumnya.