Australia nomor wahid untuk dikunjungi 2009

Sunset di Kuta, Bali
Sunset di Kuta, Bali

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada dasarnya menyatakan setuju VIY2008 diperpanjang sampai akhir 2009. Demikian diberitakan oleh media. Baik juga. Sementara itu, baik diperhatikan hasil survey, yang menunjukkan Australia sebagai top pilihan alias prioritas nomor satu untuk dikunjungi oleh wisman dari sembilan Negara di Asia Pasifik untuk tahun 2009 yad.

Untuk survey itu, bulan Juni 2008 yll, menurut media TravelToday di Australia, Visa International menanyai lebih 4500 orang di sembilan Negara Asia Pasifik. Ternyata ya begitu, Australia menjadi top priority untuk dikunjungi tahun depan, oleh pilihan terbesar dari Korea, Malaysia, India. Juga dari Jepang, sekalipun jumlah wisman dari Jepang ke Australia akhir-akhir ini cenderung menurun. Padahal Malaysia, bagi Indonesia, tahun 2009 ini ditargetkan akan memberi 1,8 juta wisatawan ke Indonesia. Apakah kampanye pihak Australia akan “membelokkan” sebagian di antara mereka dari minat mengunjungi Indonesia?

Di lain perkembangan diberitakan, Tourism Australia (Badan Pariwisata Australia) akan mengerahkan sekitar US$ 25 juta (Aus $ 50 juta) untuk membiayai suatu program kampanye pemasaran internasional khusus menjajakan destinasi Australia. Itu akan dimulai bulan Oktober 2008 ini. Temanya berkaitan romance dan adventure.

Jadi, memang, kalau hendak mengkampanyekan produk wisata agar dibeli oleh wisman pada sepanjang tahun 2009, sangatlah lazim, kalau dimulainya sejak kuartal terakhir 2008. Bisa saja permulaan kampanye dilancarkan sebagai soft launching. Namun produknya sudah terbentuk. Grand launching, seperti halnya dilakukan untuk VIY2008, secara resmi dilancarkan di bulan Desember 2008. Kita, jangan terlambat lagilah seperti yang lalu-lalu.

Singapura, boleh dikatakan tak memberi ancaman. Sejak lebih 15 tahun lalu hingga kini, baik maskapai penerbangannya maupun industri travel and tour, sudah terbiasa menjual destinasi Indonesia sebagai bagian dari produk wisatanya, ke pasar mancanegara sampai benua Eropa. Memang, Indonesia seakan dijadikan atau dimanfaatkan sebagai halaman belakangnya rumah Singapura, bilamana dilihat dari salah satu sisi. Dari sisi lain, Indonesia jelas diuntungkan. Dalam hal itu terasa sama berlaku untuk dua pihak, kata-kata bahasa Inggris, if you cannot beat them, join them.