TTI berita aceh Taufik Ali M. Ali Taufik, Kabid Pemasaran di Dinas Pariwisata Kota Sabang mengatakan, “kita sadar belum semua elemen seni budaya dan industri kreatif di Aceh bisa terakomodir di FSF 2014, namun kita yakin bahwa event ini akan terus berkembang di tahun yang akan datang dan bisa menjangkau lebih luas dari setiap elemen seni budaya dan industri kreatif lainnya di Aceh.”

Sabang di Pulau Weh, ujung paling utara bagian barat negeri ini, telah berjalan slow but sure dilihat dari kemajuan pariwisata. Wisata di pulau itu sendiri fokusnya wisata bahari, lebih terfokus lagi pada kegiatan wisata selam (diving), selain kapal-kapal pesiar besar pun singgah di situ. Diadakanlah Festival Sabang Fair (FSF) 2014, berlangsung tanggal 18–24 Juni 2014 di Arena Sabang Fair, Kota Sabang, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Temanya Semangat dalam Kebersamaan. Perhatikan pesan yang ditulis berbunyi ucapan to the point: “Ini Perayaan Kebudayaan. Ini Semangat Dalam Kebersamaan. Kunjungilah….”

Festival bertujuan memelihara kebudayaan dan menjadikannya sabagai sarana mempromosikan potensi di 23 kabupaten/kota di  rovinsi Aceh. Penyelenggaraannya juga terkait dengan hari jadi Kota Sabang ke-49 yang jatuh pada 24 Juni. Seminggu penuh lamanya festival itu. Para peserta menampilkan aneka lomba seni budaya  Aceh, pameran yang menampilkan industri kreatif dari seluruh daerah di provinsi ini, dan Panggung Hiburan Rakyat (PHR). Berbagai kegiatan kesenian tersebut diolah agar seni tradisi dapat terpelihara sekaligus  Mengembangkannya sejalan mengalirnya zaman.

Pameran industri kreatif di tengah festival ini diikuti oleh seluruh kabupaten/ kota di Aceh. Tujuannya, mempromosikan potensi daerah masingmasing dan membuka peluang termasuk menarik minat para wisatawan lokal dan mancanegara yang sedang berkunjung ke Sabang agar juga mau berkunjung ke sejumlah daerah itu. Kemenparekraf mendukung kegiatan tersebut. Selain mendukung beberapa kegiatan seni budaya serupa di provinsi Aceh, beberapa even yang ‘menjangkau langsung’ terpromosikan ke luar negeri, diinisiasi oleh Kemenparekraf seper Sabang Jazz Festival dan Sabang International Regatta.

Sabang di Pulau Weh telah menjadi salah satu desnasi wisata bahari yang sedang berkembang. Boleh dikatakan ibarat embrio destinasi yang sedang berproses untuk menjadi destinasi yang akan sungguh semakin menarik banyak wisatawan. Kunjungan wisatawan ke Pulau Weh, Sabang pada tahun 2013 lalu tercatat sekitar 7.000 orang wisatawan mancanegara dan lebih dari 450.000 orang wisatawan  nusantara. FSF itu seterusnya direncanakan akan menjadi festival kebudayaan tahunan.

Jika tahun ini FSF masih di tingkat lokal, apabila bisa dilaksanakan setiap tahun, bukan tak mungkin festival ini ‘naik kelas’ jadi festival nasional dan internasional *** Lihat lebih banyak di newsletter-pariwisataindonesia.com