Dewa Rai Budiasa, dia sendiri sudaah beberapa tahun ini mengembangkan "produk" cukup unik, di desanya dikunjugi wsman dari Eropa untuk makan malam di bawah atap langit lingkungan pedesaan, di tengah layout dan arsitektur asli rumah tradisional Bali, seraya penari-penari desa itu menyajikan performaance yang alamiah. Wisman selalu berkesan dengan suasana kekeluargaan, dan, mereka kembali lagi, kata Dewa Rai.

Dewa Rai Budiasa, dia sendiri telah beberapa tahun ini mengembangkan “produk” cukup unik, di desanya dikunjungi wisman dari Eropa untuk makan malam di bawah atap langit lingkungan pedesaan, di tengah layout dan arsitektur asli rumah tradisional Bali, seraya penari-penari desa itu menyajikan performance yang alamiah. Wisman selalu berkesan dengan suasana kekeluargaan, dan, mereka kembali lagi, kata Dewa Rai.

Adalah satu lembaga kajian di Jakarta, “Institut Lembang 9”,  akan menyelenggarakan “Rembug Nasional Pariwisata” dengan menghadirkan praktisi, pemikir, penggiat, penulis dan tokoh-tokoh pariwisata nasional serta asosiasi di bidang kepariwisataan. Di Bali, pada 27 & 28 Maret 2016. Ketua Korbid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Institut tersebut, Dewa Rai Budiasa mengabarkan, Menteri Pariwisata, Menteri HUkum dan Hak Azasi Manusia direncanakan akan meemberikan key notes, nara sumber dari Kepolisian Negeara RI, dan para praktisi pariwisata dari kalangan ASITA, PHRI, GPPI, BPPI, HPI, Garuda Indonesia, juga dari instansi Beacukai diharapkan akan berbicara tentang “Peluang dan tantangan kepariwisataan Indonesia” dewasa ini.

“Kami akan mengundang peserta dari semua kalangan,” kata Dewa Rai . Termasuklah Kepala Dinas 10 Provinsi dan Kebupaten/Kota andalan destinasi pariwisata (Morotai, Wakatobi, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Tanjung Kelayang, Borobudur, Mandalika, Tanjung Lesung, Kawasan Bromo, Labuhanbajo), Asosiasi/Stake Holder Pariwisata, Praktisi/Pimpinan Perusahaan pariwisata, penulis pariwisata dan tokoh-tokoh masyarakat pariwisata.

Rembug nasional itu mengusung thema sentral “Menuju pencapaian 20 juta wisatawan mancanegara tahun 2019”, dengan sub thema “Peran serta masyarakat dalam kegiatan pariwisata”.

Dengan diberlakukannya pasar bebas di kawasan ASEAN (MEA), kita harus berkompetisi lebih keras, maka kebijaksanaan kepariwisataan seyogyanya diikuti dengan peningkatan SDM. Fokus untuk itu melalui berbagai kegiatan berupa pelatihan, pertukaran tenaga kerja dan investasi. Untuk itu, Lembang 9 sebagai lembaga kajian mendorong pemerintah untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Dewa Rai, lembaga tersebut bersama dengan segenap nara sumber dan peserta diharapkan akan dapat memberikan masukan dan rembug kepada pemerintah guna tercapainya sasaran pembangunan kepariwisataan Indonesia. Kita mengarah pada indikator tercapainya jumlah kunjungan wisatawan secara bertahap hingga mencapai 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019, kata dia.***