Sapta Nirwandar
Sapta Nirwandar

Pariwisata Indonesia tahun 2009 diproyeksi akan mendatangkan wisman delapan juta, yang jumlahnya dirinci dengan target-target sbb.: Dari Singapura 1.850.000 ; Malaysia 1.200.000, Eropa 700.000, Jepang 680.000, Australia 550.000, China 520.000, Korea Selatan 480.000, Taiwan 310.000, India 210.000, Amerika 200.000, Filipina 150.000, Timur Tengah 100.000 dan Pasar Lainnya 1.025.000.

   Dirjen Pemasaran Pariwisata, Sapta Nirwandar, memaparkan prospek itu secara khusus di hadapan para pelaku industri pariwisata dan pimpinan instansi pariwisata dari daerah-daerah, minggu lalu di Jakarta.
Pemaparan tersebut dilanjutkan dengan pembahasan kelompok, yang dibagi atas kelompok-kelompok menurut pasar utama pariwisata Indonesia. Pokoknya, dalam hal ini pemerintah meminta masukan langsung dan terbuka dari masyarakat professional. Yaitu masing-masing kelompok untuk pasar Jepang, Korea, ASEAN, Asia Timur, Eropa, Australia, Amerika, Timur Tengah.

   Dilihat dari sudut faktor aksesibilitas, tahun 2009 kegiatan pariwisata Indonesia akan didukung oleh adanya penambahan rute, kapasitas dan frekuensi penerbangan regional yang dilakukan oleh beberapa maskapai sejak semester kedua tahun 2008. Yaitu Garuda Indonesia, AirAsia, Singapore Airlines, Korean Air, Viva Macao, Mahan Air, Aeroflot, Virgin Blue, Jet Air dan Pacific Blue.

   Dilihat dari sudut produk, yang merupakan faktor atraksi dalam paduan produk industri pariwisata, memang tampak masih dalam proses mencari tambahan produk yang layak jual. Namun proses yang dilaksanakan bersama para pelaku bisnis itu sendiri, diharapkan akan menghasilkan produk yang realistis, tajam bisa memasuki pasar wisman di mancanegara, dan cukup waktu untuk memasarkannya.

   Saya (Arifin Hutabarat) pada rapat itu dimasukkan pada kelompok pembahasan pasar Jepang. Pada kesempatan itu saya memberikan masukan, untuk pasar Jepang, sebaiknya sedari awal promosi, dapat dipastikan produk atau event yang definitif. Dengan kata lain, dipastikan terlebih dahulu jadual yang tepat, event outline dan lokasi rinci yang confirmed, Organizing Committee-nya, dan tentu saja harga-harga yang bervariasi tetapi juga definit. Saya usulkan juga program kegiatan dengan produk yang marketable pada karakter pasar wisman Jepang, misalnya semacam Bali Marathon. Lalu Golf Tournament.

   Sebenarnya juga kegiatan-kegiatan berkaitan dengan bahari, cocok untuk menarik wisman Jepang. Maka Sekjen Gahawisri, Didien Junaedi, yang juga masuk di anggota kelompok pasar Jepang, mengusulkan satu event untuk tahun 2009 yang merupakan suatu rangkaian kegiatan layar dari Bali ke Selayar, terus ke Wakatobi, dan berakhir di Bunaken, Manado.

 

Kebijakan Pembangunan Pariwisata

 

   Dirjen Pemasaran Pariwisata menyodorkan konsep RKP (Rencana Kerja Pemerintah) di bidang pariwisata, dengan kebijakan sebagai berikut:

  • Pemanfaatan media dan teknologi informasi sebagai sarana poromosi pariwisata.
  • Kerjasama pemasaran dan promosi pariwisata.
  • Pengembangan destinasi pariwisata, termasuk budaya, alam, bahari, dan olahraga.
  • Penyebaran destinasi pariwisata di luar Jawa dan Bali.
  • Fasilitasi kemitraan dengan sektor terkait.
  • Pengembangan sistem informasi pariwisata yang terintegrasi di pusat dan daerah.
  • Pengembangan professionalisme sumber daya manusia bidang pariwisata.

 

Adapun kebijakan pemasaran pariwisata, diringkaskannya sebagai berikut:

  • Akselerasi pemasaran di luar negeri.
  • Penyebaran wisatawan ke berbagai destinasi.
  • Kegiatan pemasaran terintegrasi.
  • Peningkatan aksesisbilitas.
  • Peningkatan pelayanan bagi wisatawan di pintu masuk utama.

 

Strategi pemasarannya terdiri dari:

  • Integrasi program dan kegiatan pemasaran di 12 fokus pasar, dengan branded-office di 12 fokus pasar tersebut.
  • Memfasilitas direct promotion produk unggulan pada segmen pasar khusus (niche) melalui guerilla marketing.
  • Co-marketing dengan airlines, hotel, travel agent, IT company, Lembaga Pariwisata Internasional.
  • Memfasilitasi event dan festival di daerah dan di cross border.
  • Task Force pemasaran multi-stakeholders.
  • Linkage jaringan e-marketing, inovasi sarana promosi – blog, iklan onlione dan mobile.
  • Optimalisasi market intelligence terhadap kompetitor.

 

Demikianlah proyeksi kegiatan tahun 2009. Industri pariwisata Indonesia sebaiknya menelaah, di mana perlu memberikan pendapat dan saran, agar rencana tersebut dapat dilaksanakan efektif oleh pelaku bisnis pariwisata.===