Presiden Joko Widodo saat berbicara di 100 CEO Kompas 2016,Kamis (24/11),di Jakarta Convention Center.Pariwisata sudah masuk dalam Paket Kebijakan X yang dirilis bulan Februari 2016.(Foto:Humas Kemenpar)

Presiden Joko Widodo saat berbicara di Kompas 100 CEO Forum 2016,Kamis (24/11),di Jakarta Convention Center.Pariwisata sudah masuk dalam Paket Kebijakan X yang dirilis bulan Februari 2016.(Foto:Humas Kemenpar)

Presiden Joko Widodo menegaskan, lima program prioritas di Kabinet Kerja yakni, infrastruktur, pangan, energi, maritim dan pariwisata. Ini disampaikannya lagi saat berbicara di Kompas 100 CEO Forum, Kamis (24/11), di Jakarta Convention Center.  Di tengah situasi perekonomian global yang masih lesu, sektor pariwisata memberikan optimisme.

Presiden Jokowi mengatakan, bidang pariwisata di Indonesia memiliki potensi kekuatan atraksi yang besar. Seharusnya sektor ini dikembangkan sebagai daya menarik kunjungan wisatawan, baik internasional maupun domestik. Namun faktanya, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih jauh tertinggal. Tahun 2015 memang sudah naik 10,3% menjadi 10,4 juta wisman. Tetapi jumlah itu masih kalah dari Malaysia yang menerima kunjungan 25 juta wisman dan Thailand 30 juta wisman.

“Ini tidak pernah kita kemas dengan baik, tidak pernah ditarik positioning-nya di mana, tidak pernah jelas diferensiasinya seperti apa, tidak pernah kita mem-brand setiap lokasi-lokasi itu seperti apa,” ungkap Presiden Jokowi menjelaskan mengapa selama ini kinerja pariwisata Indonesia kalah jauh dibandingkan negara-negara tetangga.

Wismn di candi Borobudur.(Foto:jogjatravelmart.co.id)

Wisman di candi Borobudur.(Foto:jogjatravelmart.co.id)

Selain persoalan pemasaran, Presiden juga memahami kunci utama dari sebuah perjalanan wisata ialah pengalaman yang didapatkan oleh wisatawan. Untuk itu, hal-hal detil, sekecil apapun, Presiden meminta untuk benar-benar diperhatikan oleh jajarannya.

“Wisata yang baik mulai dari ketibaan sampai dengan kepulangan. Ini menyangkut semua aspek, aspek konektivitas, mobile internet 3G dan 4G, sampai kebersihan. Selalu saya sampaikan kepada menteri, hal-hal seperti ini kita bekerjanya harus detail,” tegas Presiden lagi.

Bangsa Indonesia diwariskan Candi Borobudur yang megah. Candi itu dibangun dengan perencanaan yang detil dan dikerjakan dengan sempurna. Pemikiran perencanaannya melampaui masa dari teknologi yang digunakan saat membangunnya. Sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia, sudah saatnya kita memaknai Candi Borobudur bukan hanya sebagai obyek wisata, tempat beribadah umat Budha, tetapi spirit pemikiran, perencanaan sampai pengerjaan pembangunan candi yang mampu bertahan lebih dari 800 tahun sekarang dan akan terus berlanjut, telah melalui berbagai rintangan alam, yang mesti kita semua, seluruh pemangku kepentingan pariwisata Indonesia, mencontohnya. Ada satu sindiran yang kadang-kadang terlontar dari orang-orang asing tatkala mengobrolkan pariwisata, “Indonesia kalau membangun sesuatu setengah-setengah.” *** (Yun Damayanti)