Rumah adat jawa di kota Purwokerto yang dipasarkan melaui AirBnB.(Foto:airbnb.co.id)

Rumah adat jawa di kota Purwokerto yang dipasarkan melaui AirBnB.(Foto:airbnb.co.id)

Tak disangka kalau ada sekitar 300-500 unit akomodasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Di ibu kota kabupaten Purwokerto sekarang telah berdiri 14 hotel bintang diantaranya Hotel Aston, Santika, Amaris, dan yang terbaru Hotel Dafam. Di kawasan wisata Baturaden ada sekitar 150 hotel. Heru Permana, Sekretaris PHRI Kabupaten Banyumas, mengatakan, PHRI dibantu dinas pariwisata sedang menghitung jumlah akomodasi secara keseluruhan di Kabupaten itu.Terutama untuk akomodasi non-bintang. Sementara ini jumlahnya diperkirakan antara 300-500 akomodasi.

Banyak pula akomodasi yang dahulu adalah kost sekarang berubah menjadi wisma-wisma. Homestay ada di Baturaden. Di sana ada paket menginap di homestay sudah termasuk pergi ke sawah bertani seperti penduduk lokal dan keliling desa wisata naik sepeda onthel.

Hotel Aston di kota Purwokerto.(Foto:aston-international.com)

Hotel Aston di kota Purwokerto.(Foto:aston-international.com)

“Tahun 2017 target kami, PHRI Banyumas, semua sudah disertifikasi. Sertifikasi tidak hanya fisik bangunannya saja tetapi juga SDM yang melayaninya. Kami sudah melaksanakan pelatihan-pelatihan pada akhir tahun 2016 jadi tahun ini kami akan melakukan sertifikasinya. Hotel dan SDM,” ujar Heru di depan sejumlah blogger dan jurnalis pada kesempatan Ekspos Pariwisata Banyumas di Jakarta, Kamis (2/3).

Menurut catatan dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, total ada sekitar 1,8 juta orang pelancong lokal, wisnus dan wisman berwisata ke Kabupaten Banyumas pada tahun 2016. Sekitar 80 ribu diantaranya wisman. Turis asing paling banyak dari Belanda, ada juga dari Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan.

“Di tempat kami masih banyak bangunan-bangunan dari zaman Belanda yang dipertahankan. Salah satunya gedung cikal bakal berdirinya Bank Indonesia yang sekarang digunakan Sekolah Menengah Karawitan. Turis dari Belanda yang berkunjung banyak yang melakukan napak tilas saat berada di Banyumas, sekarang menjadi kota lama. Sedangkan dari Korsel, Malaysia dan Singapura, mereka tinggal sebentar dan menyenangi hal-hal lain,” kata Saptono Supriyanto, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas.

Selain air terjun dan berbagai wahana, di Lokawisata Baturaden juga ada Kebun Raya Baturaden yang siap dikunjungi.*** (Yun Damayanti)