(Sumber: Kemenpar)

(Sumber: Kemenpar)

Kesempatan bisnis segera bagi UMKM hingga investor besar di daerah. Perlu dibangun mulai sekarang: 120 ribu kamar hotel, 100.000 homestay, 15 ribu restoran, 100 taman rekreasi, 100 operator diving, 100 marina, 100 KEK, dan infrastruktur pariwisata lainnya. Itu dalam rangka melaksanakan pengembangan 10 destinasi prioritas pariwisata Indonesia selama lima tahun ke depan ini. Satu contoh peluang bisnis bagi usaha menengah hingga kecil, diuraikan bahkan “diberi semacam juklak dan juknis” oleh Menpar Arief Yahya. Kita catat begini:

“Kami punya kerja sama dengan Kementerian PUPR, yang sudah diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo, untuk membangun 1 juta rumah. Saya sudah minta kepada Bapak Presiden dan Bapak Men-PUPR, untuk mendapatkan 10 persen dari jatah 1 juta rumah itu. Jadi, ada 100 ribu yang dialokasikan untuk kepentingan Kemenpar,” kata dia.

Dana itu akan diarahkan untuk membuat homestay di kawasan yang diprogramkan menjadi destinasi nasional. BTN –Bank Tabungan Negara– juga sudah setuju, dengan skema itu. “Yakni masyarakat bisa kredit dengan sangat murah. Dari harga pagu Rp 150 juta, uang muka hanya 1 persen, atau Rp 1,5 juta. Bunga 5 persen fixed, dengan masa cicilan 20 tahun. Jadi cicilan setiap bulannya hanya sekitar Rp 800 ribu, maka dengan 4 akhir pekan rata-rata disewa sekali saja, sudah mampu membayar cicilannya,” jelas Menpar.

Hal serupa juga bisa digunakan untuk toilet bersih. Masyarakat bisa memiliki toilet untuk pariwisata itu, dengan syarat yang mudah. Jika per kepala membayar tiket Rp 2.000 saja, sudah bisa membayar cicilan bank. “Syaratnya, jangan dikelola oleh Pemda, karena reputasi Pemda itu bisa membangun tak bisa merawat. Rata-rata toilet yang dikelola pemda itu selalu jorok dan bau. Sekedar diketahui, Indonesia itu paling jelek soal hygiene and healthy dalam World Economic Forum Competitiveness Index. Makanya saya ingin ini dikelola oleh UMKM, nanti diajarkan bagaimana manajemennya,” ungkapnya.

Tetapi secara makro kesempatan itu tampak jauh lebih luas lagi. Total Rp 180,45 Triliun Investasi di 10 Destinasi Prioritas ! Para pelaku bisnis bisa mencari peluangnya berdasarkan data dan informasi terkait rencana “pekerjaaan” yang hendak dilaksanakan di 10 Destinasi Prioritas. Rencana tersebut adalah sbb.:

 

*****

   Danau Toba : perlu investai Rp 20,06 Triliun, yang terdiri dari: Rp 11,36 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp   9,7   Triliun investasi swasta (PMA/PMDN). Dengan Badan Otorita Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Danau Toba yang lincah, gesit, fleksibel dan professional,  mengembangkan Destinasi Utama berstandar Internasional yang menjaga kearifan lokal.

Tanjung Kelayang Belitung: Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 18 Triliun, yang terdiri dari: Rp 10 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp   8 Triliun investasi swasta (PMA/PMDN). Dengan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang mengembangkan Destinasi Utama berstandar Internasional.

Tanjung Lesung: perlu investasi sekitar Rp 18 Triliun, yang terdiri dari: Rp 10 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp   8 Triliun investasi swasta (PMA/PMDN). Dengan KEK Tanjung Lesung mengembangkan Destinasi Utama berstandar Internasional yang menjaga kearifan lokal.

Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta: perlu sekitar Rp 20,36 Triliun, yang terdiri dari: Rp 10,49 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp   9,87 Triliun investasi swasta (PMA/PMDN). Dengan Badan Otorita DPN Jakarta dan Kepulauan  Seribu dan sekitarnya, mengembangkan Kota Tua Jakarta sebagai World Heritage Site dan Kepulauan Seribu sebagai Destinasi Wisata Bahari berbasis Eko Wisata.

Destinasi Borobudur: investasi sekitar Rp 18,5 Triliun, yang terdiri dari: Rp 9 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp 9,5 Triliun investasi swasta (PMA/PMDN). Dengan Badan Otorita Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Borobudur mengembangkan kawasan Borobudur sebagai Destinasi Utama berstandar Internasional

Bromo-Tengger-Semeru: investasi sekitar Rp 20 Triliun, yang terdiri dari: Rp 10 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp 10 Triliun investasi swasta (PMA/PMDN). Dengan Badan Otorita DPN Bromo-Tengger-Semeru mengembangkan Destinasi Utama berbasis geosistem (geologi), ekosistem (ekologi), dan sosio sistem (Budaya Tengger).

Mandalika, Lombok: investasi sekitar Rp 20,43 Triliun, yang terdiri dari: Rp 10,18 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp 10.25 Triliun investasi swasta (PMA/PMDN). Dengan KEK Mandaika menjadikannya sebagai Destinasi Utama Wisata Halal Dunia dan Wisata Cruise yang Berstandar Internasional.

Labuan Bajo: sekitar Rp 16 Triliun, yang terdiri dari: Rp 8 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp 8 Triliun investasi swasta (PMA/PMDN). Dengan pengelolaan kawasan oleh Badan Otorita Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Labuan Bajo-Flores.

Wakatobi: Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 20,5 Triliun, yang terdiri dari: Rp.   8,0 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp. 12,5 Triliun investasi Swasta (PMA/PMDN). Dengan Badan Otorita Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Wakatobi.

Morotai: Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 18,6 Triliun, yang terdiri dari Rp 7,6 Triliun investasi Pemerintah, dan Rp 11 Triliun investasi swasta (PMA/PMDN). Dengan KEK Morotai, mengembangkan Destinasi Utama berstandar Internasional.

*****

   Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Ketua Dewan Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Muliaman D. Hadad menandatangani  nota kesepahaman (MoU) di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (19/4).

Terjawablah satu pertanyaan besar, dari mana saja diharapkan sumber pembiayaan yang total mencapai lebih Rp 180 Triliun itu? Rupanya, selain APBN, swasta, perbankan, juga dari lembaga keuangan non-bank. Esoknya Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) langsung memanfaatkan peluang, membuat perjanjian kerjasama untuk pembiayaan pengembangan destinasi dan industri pariwisata yang besarnya diproyeksikan mencapai Rp 2-10 triliun. Penandatanganan kerjasama  tersebut dilakukan saat Rakernas PHRI di Bali kemarin pada 20 April 2016. Ini jadi tahap awal pelaksanaan MoU antara Kemenpar dan OJK tadi.***(Arifin Hutabarat)

[tell-a-friend id=”1″ title=”Tell a friend”]