Presiden Joko Widodo. (Foto: dari FB)

Presiden Joko Widodo. (Foto: dari FB)

Perhatikan pada statistik ( di bawah) ini tergambar pertumbuhan relatif tinggi terjadi di beberapa pintu

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Foto: Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Foto: Ist)

masuk (melalui udara, bandara) alias destinasi di luar Jawa Bali. Jumlah kunjungan wisman keseluruhan nasional kini memang semakin “menggairahkan”. Presiden Joko Widodo pun menyambutnya dengan menuliskan di Face Booknya:  “Badan Pusat Statistik menyampaikan data bahwa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia dari bulan Januari – Mei 2017 menjadi 5.358.489 orang, naik lebih dari 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Semua itu berkat semangat dan kerja keras dari kita semua.”(Rabu, 5/7/2017)

(Sumber: diolah/diedit dari BPS)

(Sumber: diolah/diedit dari BPS)

Siaran pers Kemenpar kemarin mengutip Menpar Arief Yahya, semangat, kerja cerdas, Indonesia Incorporated, selama ini menjadi kunci utama keberhasilan kinerja pemerintahan, utamanya di sektor pariwisata. Itu tergambar jelas di lima bulan pertama di tahun 2017 ini.

Arief Yahya menyebut, sukses capaian wisman itu bukan semata-mata prestasi dirinya dan tim Kemenpar saja. Sukses itu karena kerja bersama, gotong royong “Indonesia Incorporated.” Dukungan dari kementerian dan lembaga lain, yang luar biasa, yang membuat sektor pariwisata berlari lebih kencang.

Dia mencontohkan, soal aksesibilitas, dukungan dari Kemenhub, Kementerian BUMN dan seluruh kekuatan badan usahanya, Angkasa Pura I dan II, Air Navigation, Airlines, Pelindo, dan semua pihak yang terkait dalam regulasi akses. Demikian pula dukungan serta kerjasama berbagai instansi dan pemangku kepentingan lainnya.

BPS telah mengumumkan bahwa secara kumulatif (Januari–Mei) 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 5,36 juta kunjungan atau naik 20,85 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 4,43 juta kunjungan.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Mei 2017 naik 26,66 persen dibanding jumlah kunjungan pada Mei 2016, yaitu dari 915,21 ribu kunjungan menjadi 1,16 juta kunjungan.

Sebagai dimaklumi, secara keseluruhan jumlah kunjungan wisman tahun 2017 ini agar mencapai 15 juta kunjungan, perlu ditingkatkan dengan pertumbuhan sekitar 25% terhadap jumlah 12 juta kunjungan wisman yang dicapai di tahun 2016. Data Januari-Mei 2017 menunjukkan gairah dan mendukung optimisme, target tersebut akan terlaksana. Berdasarkan data empiris, biasanya jumlah kunjungan wisman di setiap semester kedua proporsinya sekitar 55% dari keseluruhn jumlah wisman per tahun. Dengan masifnya kegiatan pemasaran, promosi dan upaya luar biasa, serta “dampak kerja Indonesia Incorporated pada pariwisata Indonesia” belakangan ini, tingkat pertumbuhan itu tentu berkecenderungan akan “lebih dari biasanya”.***