Tanjung Lesung Resort adalah sebuah kawasan resor ekslusif yang dikelilingi laut biru Teluk Lada dan Selat Sunda. Kawasan ini telah ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sejak tahun 2012 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2012.

Berada di sebuah tanjung menghadap ke Gunung Anak Krakatau dan sekitar 1 jam perjalanan laut dari pintu masuk Taman Nasional Ujung Kulon, kawasan ini menawarkan suasana tenang dan damai. Suhu udara tidak terlalu panas dan perairan lautnya relatif terjaga cukup baik, sehingga sangat cocok dijadikan tempat relaksasi dan berekreasi bersama keluarga, retreat, workshop dan team-building, melakukan kegiatan petualangan dan luar ruang lainnya.

Selama tahun 2014 jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan akan mencapai 250 ribu orang dan sepuluh persennya, atau sekitar 25 ribu, ialah wisman. Pengerjaan dan perbaikan ruas jalan dari Jakarta sampai ke Tanjung Lesung menyusuri pesisir barat Provinsi Banten sudah selesai. Lama perjalanan kini bisa ditempuh selama 3-4 jam dari pusat Ibukota. Pembangunan air strip di dalam kawasan pun sudah dimulai dengan panjang landasan awal 1.200 meter dan bisa mengakomodasi pesawat-pesawat kecil charter yang akan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusumah langsung menuju kawasan Tanjung Lesung nantinya.

Indonesia butuh lebih dari 1 cluster Nusa Dua

Tahun 2050 akan dibutuhkan 10 ribu kota baru di dunia. Berarti, Indonesia memerlukan 500 kota baru. PT Jababeka Tbk. telah mencanangkan kampanye 100 cities, yakni membangun dan mengembangkan 100 kota di seluruh provinsi di Indonesia. Keseratus kota itu akan menjadi kota mandiri melalui pemanfaatan potensi kota secara maksimal sehingga membuka semakin banyak lapangan pekerjaan.

Dengan menggunakan Kota Jababeka sebagai cetak biru, PT Jababeka Tbk. mengembangkan integrated township di Tanjung Lesung untuk menyokong industri pariwisata di Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. Di KEK tersebut akan dibangun berbagai sarana kebutuhan pariwisata seperti beberapa tipe hotel, lapangan golf, marina, in-park, dan kebutuhan lain yang menunjang industri pariwisata di kawasan.

Cottage di tengah taman di Tanjung Lesung Beach Hotel. (Foto:YD)

Cottage di tengah taman di Tanjung Lesung Beach Hotel. Setiap unit dilengkapi dengan shower room di ruang terbuka. Privat, modern, namun tetap dekat dengan alam.(Foto:YD)

Saat ini, sejumlah penginapan bertaraf internasional seperti 44 unit villa ekslusif dengan fasilitas private pool yaitu Kalicaa Villa Estate, 61 unit cottage di Tanjung Lesung Beach Hotel, bed and breakfast di The Blue Fish, The Sailing Club, dan Green Coral Exclusive Camping telah berdiri di Tanjung Lesung.

PT Banten West Java (BWJ), anak perusahaan PT Jababeka Tbk. sejak tahun 2011, sebagai pengelola kawasan sedang bersiap meningkatkan berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya yang akan memenuhi preferensi gaya hidup wisatawan, seperti lapangan golf, marina untuk kapal pesiar, dan theme park.

KEK Tanjung Lesung diproyeksikan akan menjadi the next Nusa Dua. Agar semakin banyak wisatawan asing tertarik datang ke Indonesia, negeri kepulauan ini juga membutuhkan lebih dari satu kawasan resor terintegrasi semacam Nusa Dua Bali. Apabila ada beberapa cluster di luar Pulau Bali seluas 1.000, 2.000, sampai 3.000 hektar dibangun dengan konsep yang cantik dan matang, disediakan fasilitas yang lengkap dan memadai serta kepastian hukum dan keamanan yang dijamin, bukan hanya wisatawan saja yang akan datang tetapi juga akan menarik para investor. Keberadaan kawasan-kawasan terpadu tersebut diharapkan juga dapat menjadi lokomotif menggerakkan kegiatan kepariwisataan dan meningkatkan kualitas pariwisata di daerah-daerah.

Program 100 kota yang sedang dan akan dibangun oleh Jababeka berada di daerah-daerah yang relatif jarang dimasuki investor. Bagi Founder dan CEO PT Jababeka Tbk. Setyono Djuandi Darmono, “Memasuki daerah-daerah yang minim investasi merupakan bagian dari upaya menyelesaikan problem kesenjangan sosial di Indonesia,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sedari awal, Jababeka berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan mitra strategis guna mengembangkan dan menginovasi konsep-konsep investasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi terkini, menyediakan sumber daya manusia dan sarana fisik infrastruktur untuk mendukung pembangunan kota, dan aktif mempromosikan ekspansi grup kepada perusahaan multinasional dalam membangun kota-kota mandiri. *** (Yun Damayanti)