Di mana posisi pariwisata kita kini? Target pariwisata Indonesia tahun 2014 diyakini akan tercapai , sekitar 9,5 juta wisman dan 250 juta wisatawan nusantara. Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 4,2 persen dari devisa yang dihasilkan mencapai Rp 120 triliun. Kontribusi tersebut termasuk menciptakan lapangan kerja bagi 8,7 juta orang Indonesia. World Economic Forum (WEF) menempatkan daya saing pariwisata Indonesia di peringkat 70 dunia. Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskannya setelah rapat bersama Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo di Jakarta, Rabu (5/11).

Menu bebek bali goreng ini sangat disukai oleh wisatawan asing. Selain galeri seni, kini daerah Ubud juga dikenal sebagai pusat menu kuliner berbahan bebek. (Foto:YD)

  Menu bebek bali goreng ini sangat disukai oleh wisatawan asing. Selain galeri seni, kini daerah Ubud juga dikenal sebagai pusat menu kuliner berbahan bebek. (Foto:YD)

     Passenger exit survey (PES) 2013 menujukkan lima besar produk wisata yang menjadi kontributor kunjungan wisman ke Indonesia, yakni wisata belanja dan kuliner (80%), wisata religi dan heritage (80%), wisata bahari (35%), wisata fasilitas buatan MICE (25%) dan wisata olahraga (5%).

Menteri menjelaskan lebih lanjut, wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan adalah tiga kategori besar jenis pariwisata yang akan dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisman datang ke negeri ini. Wisata budaya mendapat perhatian terbesar, 60 persen. Produk yang akan dikembangkan dalam kategori ini adalah wisata heritage dan religi, wisata kuliner dan belanja, serta wisata kota dan wisata pedesaan. Wisata alam  mendapat porsi 35%, dan produk yang akan dikembangkan adalah wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan. Wisata fasilitas buatan (5%) akan mengembangkan produk wisata MICE dan even, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpadu (integrated resort).

Izin-izin masuk bagi wisatawan bahari ke Indonesia juga akan disederhanakan, artinya, akan dipermudah. “Dengan semakin mudahnya aksesibilitas dan konektivitas ke depan, kontribusi wisata bahari dalam menarik kunjungan wisman ke Indonesia akan meningkat,” Arief Yahya mengatakan.

Jumlah wisman dalam lima tahun ke depan (2019) akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat. Kunjungan wisman ditargetkan 20 juta orang dan wisnus  menjadi 275 juta perjalanan. Pada tahun kelima kiprah Kabinet Kerja , kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional ditargetkan sebesar 8%. Sektor pariwisata pda waktu itu ditargetkan dapat menciptakan 13 juta lapangan kerja. Dan daya saing pariwisata Indonesia akan berada di peringkat 30 di antara 140 negara di dunia.

Menpar Arief Yahya memetakan kendala-kendala yang dihadapi pariwisata Indonesia di antaranya infrastrukrtur pariwisata, infrastruktur ICT (information, communication, technology), aksesibilitas (connectivity, seat capacity, dan direct flight), serta regulasi di antaranya masalah visa.

Ihwal visa, Menteri berujar, “Kita rencanakan jumlah fasilitas bebas visa kepada wisman akan ditingkatkan. Saat ini Indonesia fasilitas bebas visa kepada 15 negara sedangkan Thailand sudah memberikan bebas visa ke 56 negara, dan Malaysia sebanyak 164 negara.”  ***