(Ilustrasi:CLIA)

(Ilustrasi:CLIA)

Jakarta, (ITN-IndonesiaTouristNews): Penumpang asal Asia untuk kapal pesiar  mencatat rekor baru sebanyak 4,24 juta orang pada 2018. Jumlah ini meningkat 4,6% daripada tahun sebelumnya. Data tersebut ada di dalam laporan Cruise Lines International Association (CLIA) yang dirilis pada 6 Mei 2019.

Masih dalam laporan tersebut, Asia merupakan pasar kapal pesiar terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Utara dan Eropa. Pasar Asia sebesar 14,8% dari total volume penumpang kapal pesiar global sebanyak 28,5 juta orang pada 2018.

Pertumbuhan penumpang kapal pesiar khususnya dari Singapura, India, Indonesia, Filipina, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam menunjukkan capaian dua digit tahun lalu.

Sebanyak 55,8% penumpang kapal pesiar Asia berasal dari Cina daratan. Walaupun volumenya turun 1,6% pada 2018. Sumber pasar penumpang kapal pesiar lainnya di Asia,  Taiwan (9,3%), Singapura (8,8%), Jepang (6,3%), Hong Kong (5,9%), India (5,2%), dan Malaysia (9,3%).

Penumpang kapal pesiar Asia umumnya berlayar di dalam kawasan Asia. Sebanyak 89% penumpang kapal pesiar Asia memilih pelayaran singkat berdurasi antara 4-6 malam, atau rata-rata 4,9 hari. Penumpang kapal pesiar asal Singapura yang paling singkat yakni rata-rata 2,5 hari saja.

Dikutip dari siaran pers CLIA, Joel Katz, CLIA Managing Director for Australasia & Asia, mengatakan, wisata berlayar di Asia diharapkan terus jadi populer dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi operator-operator kapal pesiar besar seperti Costa Cruisees, Genting Cruise Lines, Royal Caribbean, dan MSC Cruises akan mendatangkan kapal-kapal baru pada periode 2019/2020.

Kehadiran kapal-kapal baru juga ditunjang pembangunan infrastruktur baru di beberapa destinasi di Asia sehingga semakin mendukung pengembangan pariwisata kapal pesiar di kawasan ini.

“Konsumen yang tertarik naik kapal pesiar juga terus meningkat di kalangan wisatawan Asia. Karena mereka menemukan kemudahan, santai, dan berlibur di atas kapal pesiar punya nilai sendiri,” kata Katz.*** (Yun Damayanti)