Hotel kemping atau glamcamp (glamours camping) yang akan beroperasi tahun ini di kawasan Treasure Bay Bintan. (Foto:Eka)

Hotel kemping atau glamcamp (glamours camping) yang akan beroperasi tahun ini di kawasan Treasure Bay Bintan. (Foto:Eka)

Ini bicara The Great Batam lagi. Kepulauan Riau (Kepri) ditargetkan menerima 2,5 juta wisman tahun ini. Terntu saja tidaklah mudah bagi Pemdanya melaksanakannya. Target itu berarti lompatan kenaikan 15% dari capaian tahun sebelumnya. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, data historis menunjukkan pertumbuhan jumlah wisman tren nya berkisar di angka 5% per tahun.   Tapi kini Pemda Kepri mendapatkan dukungan besar  dari Kementerian Pariwisata, maka ritme kerja   niscaya tidak bisa seperti biasa-biasa  saja atau sama dengan tahun –tahun sebelumnya.

Pemda-nya lalu merinci target-target tahun 2015.  Target moderat Kota Batam sebanyak 1.512.000 orang wisman atau naik delapan persen dari tahun lalu, Kabupaten Bintan, 357.158 orang (meningkat 10 persen), Karimun 115.000 (meningkat 15 persen) dan Tanjungpinang 104.000 ( meningkat 4 persen). Sedangkan target optimis Kota Batam sebanyak 1.696.406 orang, Kabupaten Bintan 389.627 orang, Kota Tanjungpinang 119.266 dan Kabupaten Karimun 221.452 orang. Target konstan Kota Batam 1.413.672 orang, Bintan 324.689 orang, Tanjungpinang 99.388 orang dan Karimun 101.210 orang.

Pemerataan dan Perluasan

   Dari seluruh kunjungan wisman ke Kepri yang jumlahnya 2 juta tahun lalu , sebagian besar hanya ke Batam dan Bintan.  Sebarannya sekitar 63% atau sekitar 1,3 juta ke Batam lalu sekitar 300 ribu an ke Bintan dan ke  Tanjungpinang, Karimun rata-rata masing-masing setiap tahun hanya menyumbangkan 100 ribu an wisatawan. Ada empat pintu masuk kunjungan wisatawan di Kepri, yakni Batam, Tanjungpinang, Tanjung Balai Karimun, dan Bintan.

Aksesibilitas masih menjadi persoalan di Kepri untuk menjangkau satu pulau ke pulau yang lain, itu pula yang menjadi sebab konsentrasi wisatawan masih terfokus di Batam. Namun Pemda Kepri memutuskan untuk membuat Batam tidak hanya menjadi destinasi pariwisata, tetapi  menjadi distribution point ke daerah-daerah sekitarnya.

Berbagai upaya dilakukan dewasa ini untuk  mengatasinya, antara lain menambah entry point untuk masuknya kapal-kapal asing di Kepri, yang saat ini baru ada di Nongsa Marina dan di Bintan Telani yakni di kawasan Lagoi sesuai Kepres No 79 tahun 2011 tentang Kapal Yacht asing yang memasuki perairan laut Indonesia.

Jadi, wisatawan yang hendak ke Natuna dan Anambas entry nya  ke Batam terlebih dulu.  Entry point tambahan yang diusulkan ada di Natuna, Anambas, dan Lingga karena ketiganya dianggap pantas untuk itu. Pasti tidak lah mudah menambah entry point karena menyangkut perubahan Kepres. Nah kini Pemda berupaya mengangkat latar belakangnya agar manakala diusulkannya entry point baru itu nanti punya alasan yang cukup.

Digelarnya program khusus di sana akan membuat ketiga destinasi itu akan mendapat perhatian lebih.

Rencananya Juni 2015 melalui program “ Lets Go Anambas “ kapal Pelni akan masuk ke Anambas sebagai cikal bakal cruise nya Indonesia dengan konsep floating hotel. Dalam program itu akan ada kegiatan diving, surfing, fishing, wisata kuliner.   Selain program tadi, Dinas Pariwisata Kepri telah mengajukan gagasan produk  Kepri Equator kepada Pelni sebagai program menarik wisatawan ke Lingga.

Lalu event Yacht lain diupayakan dengan target  40 kapal asing masuk di Anambas dari “Sail Malaysia Passage to the East 2015”, jadi  lintasannya digiring ke utara Kepri. Event ini berakhir 27 Mei dikemas oleh Kementerian Pariwisata melalui Yayasan Cinta Bahari dengan entry point Anambas dan exit point di Natuna.

Bila saja 3 tahun berturut-turut di Natuna dan Anambas kegiatan  seperti itu berlangsung, diharapkan akan lebih mudah bagi Kepri mengajukan entry point selain yang sudah ada saat ini.

Untuk pelabuhan domestik tahun ini rencananya akan dibangun dua pelabuhan, yakni Telaga Punggur dan Sekupang. Keduanya akan direvitalisasi  untuk disejajarkan dengan pelabuhan internasional, harapannya tahun ini sekitar 1,4 juta wisatawan dapat menyebar ke daerah-daerah lain sekitarnya dari Batam.

Investasi

Wakil Presiden Republik Indonesia H. Jusuf Kalla meresmikan kawasan Lagoi Bay akhir bulan Mei  di Kabupaten Bintan. Ini membuka harapan baru lagi. Lagoi Bay milik Salim Group dibawah naungan PT. Bintan Resort Cakrawala (BRC), Lagoi akan mengelola komplek perhotelan, resort, restoran yang akan menambah pilihan wisatawan saat ke Bintan. Ini akan menjadi sinyal, Bintan akan bertumbuh baik.

Selain itu Crystal Lagoon adalah investasi besar yang akan menambah gempita Bintan. Ini merupakan water park seluas 6,3 ha  dengan 115 juta liter air laut lebih yang mengisinya  dengan kedalaman hingga 2,5 meter dan 800 m panjang bibir laguna dari ujung ke ujung.

Beda dengan water park biasanya, airnya  merupakan air laut bening. Pasir putih dari pantai juga akan menutupi wilayah pinggir perairan sehinga akan terasa seperti di laut. Tempat ini dinyatakan akan menjadi tempat wisata air terbesar pertama di Asia Tenggara.

Namun demikian wilayah ini akan tetap eco friendly karena akan lebih efisien sekitar 100 kali dari penggunaan bahan kimia untuk pengolahan airnya. Nantinya water park ini akan mejadi atraksi pemikat kawasan di Treasure Bay   menggabungkan wellness leasure, cultural, residential  commercial real estate didukung infrastruktur yang berstandar internasional. Keseluruhan kawasan Treasure Bay luasnya 338 ha.

Investasi itu dibangun oleh Landmarks Berhard, developer dari Malaysia yang akan membangun 90 ha tahap pertama berupa hotel, resort, food bevarage outlet, dua  hotel Mercure dan Ibis Budget,  akan beroperasi pada tahun 2017 dan akan dikelola oleh Grup Accor.

Tidak perlu menunggu tahun 2017 untuk mencoba bermalam di kawasan ini. Sekitar bulan Juni ini Crystal Lagoon akan dibuka untuk umum. Bulan Juli  akan  soft launch kamar-kamar dengan sebutan Hotel Kemping,  glamping atau glamorous camping di sekitar water park ini. Kamarnya ada 41 unit, biaya sewanya bertarif SGD 250 hingga SGD 400 atau sekitar Rp. 3 juta dan akan beroperasi Oktober tahun ini. Bagunannya khusus dibuat dengan konsep kemah, jadi atapnya dari terpal khusus berwarna coklat layaknya tenda kemping. Di luar area kemping itu banyak pepohonan tumbuh seperti area bercocok tanam, namun di dalamnya tetap ada fasilitas standar hotel berbintang.

Rangkaian investasi itu merupakan tahap pertama pembangunan kawasan ini , tahap kedua akan dibangun selain resort, water villa, marina recidence, juga mangrove park. Tahap ke tiganya  akan dibangun pusat kota termasuk rumah sakit kampus, dan exclusive housing. Total investasi SGD 430 juta dan keseluruhan tahap pembangunannya akan selesai dalam 20 tahun. ***