Turis dari Cina di pantai Kuta Bali.(Foto:YD)

Turis dari Cina di pantai Kuta Bali.(Foto:YD)

Seorang wisatawan remaja asal Cina pernah menggemparkan dunia. Dia membuat grafiti pada artefak berusia 3.500 tahun di Luxor, Mesir pada bulan Mei 2013 yang menyulut kemarahan netizen di seluruh dunia. Setelah kejadian itu, Pemerintah Cina merasa perlu mengeluarkan sebuah buku panduan manual etika berwisata bagi warganya agar citra negara dapat dijaga dengan baik. Panduan itu, Guide to Civilised Tourism, dikeluarkan oleh China National Tourism Administration pada bulan September 2013. Buku panduan etika manual setebal 64 halaman itu juga dilengkapi dengan gambar-gambar kartun sehingga panduan tertulis mudah dipahami oleh siapa saja. Buku panduan etika berwisata tersebut diluncurkan pada suatu hari libur panjang nasional di bulan Oktober 2013.

Ilustrasi gambar kartun dalam Guide to Civilised Tourism ini mudah membantu pemahaman. (Ilustrasi: Guide to Civilised Tourism)

 

Guide to Civilised Tourism berisi, Kode Etik Pariwisata Beradab yang terdiri dari Standar Etika Wisatawan Domestik dan Standar Etika Wisatawan Saat Keluar Negeri. Kemudian, Tips-tips Praktis Pariwisata Beradab terdiri dari, hal-hal yang biasa dilakukan dalam pariwisata beretika; elemen-elemen dalam pariwisata beretika; kebiasaan-kebiasaan dan tabu-tabu di destinasi-destinasi di luar negeri; serta penanda-penanda dan nomor-nomor penting di luar negeri.

Dalam sebuah artikel di koran Hong Kong’s South Morning Post yang dikutip telegraph.co.uk (2/10/2013) menyebutkan, perilaku wisatawan Cina di usia paruh baya atau lansia tampak tidak mau mengikuti aturan-aturan karena pendidikannya kurang pada masa lampau. Dan pengetahuan mereka terhadap negara destinasi dan kebudayaannya seringkali tidak mutakhir atau bahkan tidak tahu sama sekali.

Warga Cina yang bepergian keluar negeri diperkirakan akan mencapai 130 juta pada 2016. Selain itu, akan ada tambahan sekitar 200 rute internasional yang akan menghubungkan kota-kota kedua dan ketiga di daratan Tiongkok ke berbagai destinasi. Rute internasional yang sudah ada sekitar 600.

Indonesia menargetkan 2 juta wisman dari Cina berkunjung tahun 2016 ini.

Pada akhir Januari lalu, Pemerintah Cina mengumumkan, akan memasukkan para penumpang pesawat yang melanggar aturan-aturan keselamatan transportasi udara ke dalam daftar hitam (blacklist) setelah semakin meningkat jumlah laporan yang melibatkan wisatawan dan penumpang pesawat dari Cina yang membuat gaduh. Asosiasi Transportasi Udara Cina menetapkan daftar hitam itu berlaku selama dua tahun dan peraturan tersebut berlaku efektif sejak Senin, 1 Februari 2016.

Peraturan ini dibuat setelah terjadi kasus-kasus dimana penumpang berusaha membuka pintu emergensi sesaat sebelum pesawat tinggal landas, penumpang yang marah dan bertindak terlalu jauh terhadap kru kabin bahkan diantaranya menyebabkan pesawat kembali ke bandara semula untuk mengatasi masalah yang terjadi di dalam kabin.

Peraturan baru mengidentifikasi sepuluh bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh penumpang, diantaranya menyerang atau memblokir gerbang masuk ke pesawat (boarding gate), tempat pemeriksaan keamanan, loket check-in, pertengkaran di dalam bandara atau di dalam kabin pesawat, dan membuka pintu keluar darurat tanpa petunjuk.

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Cina, informasi pribadi penumpang yang ditemukan telah melakukan salah satu dari 10 bentuk pelanggaran tersebut akan dicatat dan disimpan. Dokumentasi tersebut kemudian akan dibagikan kepada maskapai-maskpai penerbangan.

Panduan etika berwisata dan peraturan baru di sektor transportasi udara Cina itu berlaku baik untuk wisatawan dan penumpang yang bepergian di dalam negeri maupun keluar negeri. *** (Yun Damayanti, dari beberapa sumber)