Sellers meet buyers pada Pangkalpinang Travel Mart 2016,Sabtu (9/4) di Pangkalpinang.(Foto:YD)

Sellers meet buyers pada Pangkalpinang Travel Mart 2016,Sabtu (9/4) di Pangkalpinang.(Foto:YD)

Pariwisata Kota Pangkalpinang bergerak maju terus. Bersama-sama, Pemkot-nya dengan Asita, PHRI dan HPI Bangka Belitung melaksanakan Pangkalpinang Travel Mart (PTM). Ini kedua kalinya, pada 8-10 April 2016. Kota Pangkalpinang dan Pulau Bangka tampak  ingin benar menjadi partner Belitung untuk menarik semakin banyak pengunjung ke wilayah administrasi provinsi kepulauan pertama di Indonesia ini.

Sebanyak 19 perusahaan ikut menjual destinasi kota Pangkalpinang dan Pulau Bangka. Dari hotel dan resor, agen perjalanan, dan restoran di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka Induk. Tapi kali ini penjual dari Belitung tidak hadir. Tercatat 35 perusahaan pembeli datang dari Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Surabaya, Padang, dan Palembang. Pada PTM pertama tahun 2015 hadir 28 perusahaan pembeli.

Program utama table top berlangsung selama setengah hari pada tanggal 9 April 2016 di Queen Crown Meeting Room. Dengan sistem round robin, masing-masing penjual dari Pangkalpinang dan Bangka bertemu langsung dengan satu per satu pembeli selama 5 menit setiap sesi.

Buyers dan media dari Jakarta makan siang di Latrasee Bistro di belakang samping House of Lay (Kiri).Hongky Listiadhy (paling kiri),generasi kelima keluarga Lay,menerangkan kepada peserta saat tur di dalam rumah berusia lebih dari 126 tahun (tengah).Di bagian belakang rumah akan segera dibuka hotel 147 kamar yang akan dioperasikan oleh Swissbel Hotel (kanan).Lokasi hotel masih berada dalam kawasan House of Lay.(Foto:YD)

Buyers dan media dari Jakarta makan siang di Latrasee Bistro di belakang samping House of Lay (Kiri).Hongky Listiadhy (paling kiri),generasi kelima keluarga Lay,menerangkan kepada peserta saat tur di dalam rumah berusia lebih dari 126 tahun (tengah).Di bagian belakang rumah akan segera dibuka hotel 147 kamar yang akan dioperasikan oleh Swissbel Hotel (kanan).Lokasi hotel masih berada dalam kawasan House of Lay.(Foto:YD)

Sebelumnya, para buyers dan tiga media dari Jakarta diajak keliling kota Pangkalpinang dengan menggunakan bis tua Pownis. Peserta pre-tour berkunjung ke Museum Timah yang dikelola oleh PT Timah, makan siang di House of Lay –rumah pertama di kota ini– dan singgah di Galeri Batik Destiani untuk melihat dan berbelanja suvenir batik cual bangka.

Temanya tahun ini “Pangkalpinang Tempo Doeloe”. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pangkalpinang Akhmad Elvian mengatakan, makna tema tahun ini hendak mengingatkan warga Pangkalpinang dan Bangka untuk menghargai masa lalu agar kita dapat merayakan masa depan.

Banjir besar tak pengaruhi pariwisata di Pangkalpinang dan Bangka

Ketua PTM 2016, juga Ketua PHRI Bangka Belitung, Wendo Irwanto menjelaskan, ada tujuh hotel terdampak cukup berat saat banjir besar melanda Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu. Pasca banjir, hotel-hotel yang paling terdampak itu sempat tidak beroperasi selama hampir sebulan. Hotel-hotel yang sedikit terdampak dan yang tidak, tetap dapat beroperasi secara normal. Ketika banjir, tamu-tamu yang sedang menginap di hotel-hotel terdampak langsung dievakuasi ke hotel-hotel yang tidak terdampak.

Peserta pre-tour diajak naik bis Pownis.Bis ini melayani rute Pangkalpinan-Sungailiat pada akhir 1980-an.Interior kayu masih asli.Bis pun masih dapat beroperasi dengan baik.Keterbatasan bis wisata tidak mengurangi promosi wisata kota.Peserta tur juga antusias ingin merasakan bis jadul ini.(Foto:YD)

Peserta pre-tour diajak naik bis Pownis.Bis ini melayani rute Pangkalpinang-Sungailiat pada akhir 1980-an.Interior kayu asli masih bertahan.Bis pun dapat beroperasi dengan baik.Keterbatasan bis wisata tidak mengurangi promosi wisata kota.Peserta tur antusias ingin merasakan naik bis jadul.(Foto:YD)

“Banjir berdampak juga terhadap jumlah buyer yang mau hadir di PTM 2016 selain banyak even yang sama dengan waktu penyelenggaraan hampir bersamaan di daerah-daerah lain. Sebelumnya, sudah ada 40 perusahaan mendaftar. Tiga hari sebelum even ini berlangsung 50% buyers membatalkan kehadirannya. Syukurnya, dua hari sebelum even 15 agen perjalanan mengkonfirmasi kehadirannya,” ujar Wendo.

Tema Pangkalpinang tempo dulu jadi salah satu elemen penting menarik para pembeli tahun ini. Mereka umumnya mempunyai dan menjual paket-paket wisata domestik. Tema itu menggugah keingintahuannya terhadap produk-produk baru selain yang sudah mereka kenal selama ini. Pelaku industri pariwisata di Pulau Bangka memanfaatkan basis data yang dimiliki oleh anggota Asita, PHRI dan HPI untuk mengundang pembeli dari luar daerah.

“Banjir di Pangkalpinang beberapa waktu lalu tidak mempengaruhi pariwisata baik di kota Pangkalpinang maupun di Bangka pada umumnya. Banjir itu siklus 30 tahunan. Malah saat itu tamu-tamu yang sedang menginap di hotel ikut berempati. Jadi memang ada kekhawatiran tapi tidak sampai merasa takut. Sekarang pemda sudah melakukan langkah-langkah preventif diantaranya pengerukan sungai-sungai dan kali-kali,” ujar Ketua Asita Bangka Belitung Sansan Arya Lukman.

Di Galeri Batik Destiani,selain batik cual bangka juga ada beragam produk kerajinan rajutan halus buatan para lansia di Pangkalpinang.(Foto:YD)

Di Galeri Batik Destiani,selain batik cual bangka juga ada beragam produk kerajinan rajutan halus buatan para lansia di Pangkalpinang.(Foto:YD)

Penyelenggaraan tahun kedua jadi momen krusial bagi sebuah even, apalagi pada tahun pertamanya sukses. PTM 2016 menunjukkan perbaikan di sana-sini. Edisi kedua even pasar pariwisata ini yang dilakukan tanpa jeda juga menunjukkan keseriusan seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk mengembangkan Pulau Bangka menjadi tujuan wisata bagi wisatawan nusantara.

Bangka dan Belitung adalah destinasi yang saling melengkapi. Pulau Belitung punya potensi besar dapat mengakomodasi berbagai macam gaya perjalanan wisatawan. Sedangkan Pulau Bangka punya potensi memanjakan lidah pecinta wisata kuliner (foodiest) dan dapat menjadi salah satu pusat pariwisata gastronomi di tanah air. *** (Yun Damayanti)