Satu spot bersantai di antara kompleks vila Kalicaa Villa dan Tanjung Lesung Beach Hotel di KEK Tanjung Lesung,Pandeglang,Banten.(Foto:YD)

Satu spot bersantai di antara kompleks vila Kalicaa Villa dan Tanjung Lesung Beach Hotel di KEK Tanjung Lesung,Pandeglang,Banten.(Foto:YD)

Ke kawasan Tanjung Lesung itu kini jumlah  pengunjungnya telah mencapai 400 ribuan wisatawan dalam setahun. Sekarang pengelola kawasan sedang memasarkan beberapa pembangunan kluster akomodasi baru. Kita himpun beberapa informasinya.

Kalicaa Villa Estate,kompleks vila pertama yang dibangun di Tanjung Lesung.(Foto:YD)

Kalicaa Villa Estate,kompleks vila pertama yang dibangun di Tanjung Lesung.(Foto:YD)

Salah satunya kawasan residensial Kampoeng Sawah. Kawasan ini akan terdiri dari beberapa tipe hunian seperti cottage, vila, dan kondotel. Tipe-tipe hunian akan dikelilingi suasana agrikultur. Bangunan dirancang untuk memberikan pengalaman kehidupan di dalam kawasan pertanian. Tahap pertama akan dibangun 30 unit vila menghadap Teluk Lada. Ada tipe 1 kamar dengan luas bangunan 40 meter persegi, ada pula tipe 2 kamar dengan luas bangunan 60 meter persegi. Dengan mengusung ruang terbuka hijau yang lapang, semua bangunan berdiri di atas lahan seluas 130 meter persegi.

Di Kampoeng Sawah akan dilengkapi dengan fasilitas kafe, pusat ATM, taman bermain anak, tempat olahraga luar ruang, taman komunitas, hingga Cabbage Farms, Kale Farms dan sawah.

Yang paling baru adalah Ladda Bay Village Homestay & Residence. Nilai investasinya sekitar Rp 500 juta. Ada dua kluster ditawarkan, Viriya dan Tara. Di kluster Viriya ditawarkan 1 dan 2 kamar tidur, sedangkan di kluster Tara hanya menawarkan tipe 1 kamar tidur dengan halaman yang luas.

Di kawasan ini akan dibuka pantai umum Ladda, pusat kesenian dan kebudayaan Banten, pusat studi maritim, taman botani, dan Mongolian Culture Center. Termasuk di dalamnya adalah kawasan residensial Kampoeng Sawah.

Selain fasilitas kafe, pusat ATM, taman bermain anak, taman komunitas, di sana juga akan dibangun lapangan basket mini (3-on-3), pasar swalayan mini, dan fasilitas lahan parkir yang luas. Di sepanjang pantai Teluk Lada pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas hiburan.

Wisata mancing di perairan sekitar Tanjung Lesung.Blue Fish,satu akomodasi berkonsep B & B diminati oleh wisatawan mancing.(Foto:Blue Fish)

Wisata mancing di perairan sekitar Tanjung Lesung.Blue Fish,satu akomodasi berkonsep B & B diminati oleh wisatawan mancing.(Foto:Blue Fish)

Selat Sunda dan Teluk Lada mengapit Tanjung Lesung. Di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Ujung Kulon. Garis pantainya sepanjang 12 kilometer relatif bersih dengan hamparan pasir putih. Kondisi perairannya juga cukup terjaga sehingga berbagai jenis ikan betah tinggal di sini. Bagi yang suka menyelam bisa menjajal mengekplorasi taman laut di sekitar Gunung Anak Krakatau, melihat punggung gunung berapi dari dalam laut. Atau trekking di atas punggungnya. Dari Tanjung Lesung jaraknya sekitar 1,5-2 jam dengan kapal cepat.

Jalan lingkar luar bukan tol di kota Cilegon sudah dibuka. Akses menuju kawasan Anyer-Carita dari pintu tol Cilegon Timur sekarang bisa lebih singkat sekitar 30 menit. Jalan raya Anyer-Carita pun kondisinya semakin baik. Ini membantu akses menuju Tanjung Lesung sambil menunggu selesainya pembangunan jalan tol dari Serang sampai Panimbang untuk saat ini.

Dengan status KEK pariwisata, pemerintah optimis menargetkan jumlah kunjungan sampai 1 juta wisatawan, domestik dan mancanegara.

Saat ini sudah tersedia akomodasi setara bintang 4 seperti Kalicaa Villa Estate dan Tanjung Lesung Resort Hotel, B & B The Blue Fish, dan Sailing Club. Sekolah-sekolah internasional di Jakarta menjadikan Sailing Club Tanjung Lesung sebagai tempat belajar perahu layar. *** (Yun Damayanti)