Jakarta, ( ITN – IndonesiaTouristNews ): “Perjalanan internasional terus berkembang pesat, mengkonsolidasikan sektor pariwisata sebagai pendorong utama dalam pembangunan ekonomi. Sebagai sektor ekspor ketiga di dunia, pariwisata sangat penting untuk penciptaan lapangan kerja dan kemakmuran masyarakat di seluruh dunia,” ujar Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili.

Berdasarkan tren terkini, prospek ekonomi dan prediksi yang disusun oleh Panel Pakar UNWTO memproyeksikan, pergerakan wisatawan internasional di seluruh dunia tumbuh pada tingkat 4% -5% di tahun 2018. Ini agak di atas kenaikan rata-rata 3,8% yang diproyeksikan pada periode 2010-2020 oleh UNWTO dalam prakiraan jangka panjang Pariwisata Menuju 2030. Eropa dan Amerika diperkirakan tumbuh sebesar 3,5% -4,5%, Asia dan Pasifik sebesar 5%-6%, Afrika sebesar 5% -7% dan Timur Tengah sebesar 4%-6%.

Pergerakan wisatawan internasional tumbuh luar biasa sebesar 7%. Menurut Barometer Pariwisata Dunia UNWTO terbaru, total 1,322 miliar pergerakan wisatawan internasional sepanjang tahun 2017. Momentum yang kuat ini diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun  2018 dengan laju pertumbuhan antara 4%-5%.

Tahun 2017 ditandai dengan pertumbuhan berkelanjutan di banyak destinasi dan pemulihan yang cepat pada hal-hal yang mengalami penurunan di tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, permintaan perjalanan keluar negeri (outbound) menguat dari banyak sumber pasar tradisional dan emerging, terutama rebound belanja pariwisata dari Brasil dan Federasi Rusia setelah beberapa tahun lalu menurun.

Arus wisman ke Bali rasanya akan menderas terus. Terlibat komunikatif dengan "locals", termasuk para penarinya, semakin memberi kesan "wonderful" bagi wisman. Ini mereka berpose di sangar desa Pengaji, Payangan, Bali, usai menikmati tarian Bali di tengah dan di bawah alam terbuka.(Foto:dewarai)

Arus wisman ke Bali rasanya akan menderas terus. Terlibat komunikatif dengan “locals”, termasuk para penarinya, semakin memberi kesan “wonderful” bagi wisman. Ini mereka berpose di sangar desa Pengaji, Payangan, Bali, usai menikmati tarian Bali di tengah dan di bawah alam terbuka.(Foto:dewarai)

Eropa melihat hasil luar biasa pada tahun 2017. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Eropa mencapai 671 juta pada tahun lalu, meningkat luar biasa, 8%, daripada pelemahan pertumbuhan yang terjadi pada tahun 2016. Pertumbuhan tersebut didorong oleh hasil luar biasa yang dicapai oleh Eropa Selatan dan Mediterania (+13%). Kawasan lain di Benua Biru juga mencatat pertumbuhan kuat, Eropa Barat (+7%), Eropa Utara dan Eropa Tengah dan Timur (masing-masing +5%).

Asia dan Pasifik mengikuti di urutan kedua dengan pertumbuhan +6% yang mencatat 324 juta kunjungan turis internasional pada 2017. Kunjungan internasional di Asia Selatan tumbuh 10%, di Asia Tenggara 8% dan di Oceania 7%. Jumlah kunjungan internasional ke Asia Utara dan Timur meningkat sebesar 3%.

Kawasan Amerika menerima 207 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2017 (+3%). Kawasan Amerika Selatan memimpin pertumbuhan (+7%) di kawasan. Kemudian diikuti oleh Amerika Tengah dan Karibia (keduanya +4%), ini menunjukkan tanda pemulihan yang jelas akibat topan Irma dan Maria tahun lalu. Amerika Utara (+ 2%), ini hasil yang kuat di Meksiko dan Kanada. Sementara Amerika Serikat, destinasi terbesar di kawasan ini, menghadapi penurunan dalam kunjungan internasional.

Berdasarkan data yang ada sementara ini, kawasan Afrika tumbuh 8% pada tahun 2017. Kawasan ini berkonsolidasi untuk mencapai rebound setelah penurunan pada tahun 2016 lalu. Kunjungan internasional ke kawasan ini mencatat rekor mencapai 62 juta wisman tahun lalu.

Seperti dinyatakan dalam siaran pers UNWTO, Sekjen UNWTO menambahkan,”Namun, seiring terus berkembang kita harus bekerja sama untuk memastikan pertumbuhan ini bermanfaat bagi setiap anggota masyarakat tuan rumah, dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”.****