Pariwisata, Energi dan Masa Depan; Hati-hati, Memproduksi CO2 ke Atmosfir Hingga 5%

(Ilustrasi:Ist.)

(Ilustrasi:Ist.)

Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat saat ini. Semakin banyak negara melihatnya sebagai ekonomi masa depan. Tapi, pariwisata global juga diperkirakan menyumbang emisi karbon (CO2) ke atmosfer  mencapai 5 persen.

Di dalam forum “Tourism and Future Energy: Unlocking low-carbon growth opportunities” yang berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan Astana EXPO 2017 di Astana, Kazakhstan baru-baru ini, Sekjen UNWTO Taleb Rifai mengatakan, sebagai salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat saat ini, pariwisata mewakili 10% dari PDB dunia, 7% dari ekspor global dan 1 dari setiap 10 pekerjaan. Tetapi, pertumbuhan tersebut mendatangkan tanggung jawab saat kita bekerja untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh umat manusia dan planet bumi ini untuk menciptakan kemakmuran dan kedamaian.

“Pariwisata diperkirakan menyumbang emisi karbon (CO2) ke atmosfer global mencapai 5 persen. Kita perlu bergerak menuju ekonomi pariwisata yang benar-benar hijau dimana pertumbuhan dipisahkan dari degradasi lingkungan atau budaya,” lanjut Taleb.

Fokus diskusi  di forum itu adalah pada bagaimana menerapkan langkah-langkah mitigasi dan adaptasi dalam transportasi, akomodasi dan destinasi-destinasi wisata dalam lingkup Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Membatasi emisi, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan dan mengimpelementasikan praktik-praktik berkelanjutan digarisbawahi sebagai kunci guna memastikan kontribusi pariwisata terhadap Perjanjian Paris (Paris Agreement). Konferensi itu akhirnya menyimpulkan mengenai kebutuhan untuk:

  1. Mempertahankan komitmen semua pelaku di tingkat nasional dan lokal (sektor publik dan swasta)
  2. Mengembangkan kebijakan dan strategi di tingkat lokal (kota dan destinasi)
  3. Memperkuat pengetahuan tentang bagaimana mengubah pola penggunaan energi untuk menghasilkan peluang investasi
  4. Bergerak menuju ekonomi hijau dimana pertumbuhan dipisahkan dari penggunaan sumber daya alam dan menciptakan lapangan kerja hijau
  5. Melawan perubahan iklim secara keseluruhan dalam mata rantai perekonomian pariwisata (transportasi ke dan di dalam tujuan, industri perhotelan dan segala macam aktivitas wisata)
  6. Meningkatkan pengukuran untuk manajemen yang lebih baik di tingkat global dan lokal
  7. Beradaptasi dan bertindak cepat dengan mengetahui bahwa tidak ada “satu solusi cocok untuk semua”
  8. Melibatkan semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat lokal, staf dan wisatawan serta memastikan manfaat pertumbuhan rendah karbon didistribusikan ke semua orang
  9. Membangun jejaring dengan sektor-sektor lainnya.
  10. Mengembangkan produk-produk wisata dengan dampak emisi karbon yang rendah yang bisa menciptakan lapangan kerja, terutama bagi kaum perempuan dan kaum muda.

Para pemimpin dalam industri pariwisata global dan para pembuat kebijakan dari berbagai negara berkumpul di ibu kota Kazakhstan, Astana. Mereka datang ke konferensi yang diselenggarakan untuk membahas kontribusi sektor pariwisata dalam mengurangi emisi karbon. Konferensi berlangsung pada minggu keempat di bulan Juni lalu. i

Konferensi tersebut dilaksanakan dalam rangka International Year of Sustainable Tourism for Development 2017. Tujuannya adalah untuk meningkatkan komitmen dari berbagai sektor pariwisata global terhadap agenda perubahan iklim global. Penyelenggaraan konferensi merupakan inisiatif bersama antara Astana EXPO 2017 dan World Tourism Organization (UNWTO) serta didukung oleh Ministry of Culture and Sports of Kazakhstan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.