ASEAN Tourism Conference (ATC) tahun ini mengambil tema ‘Tourism in the ASEAN Community 2015’. Konferensi Pariwisata ASEAN akan diselenggarakan pada 27 Januari di MICC 1, Nay Pyi Taw. Konferensi akan diisi oleh para pembicara dari beragam latar belakang dan pengalaman yang akan mempresentasikan berbagai tantangan yang dihadapi serta solusinya untuk mempromosikan pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Diskusi panel akan dimoderatori oleh Carmen Roberts, seorang travel writer dan presenter televisi di kanal BBC. Konferensi akan membahas berbagai topik termasuk  Mutual Recognition Agreement on Tourism Professionals (MRA-TP), ASEAN Tourism Standards, ASEAN Open Skies Policy dan Responsible Tourism Planning and Development in Myanmar.

ATC merupakan kesempatan yang berharga bagi para pelaku pariwisata untuk mendapatkan wawasan dari para ahli industri. Dalam sambutan dan pidato utama yang akan disampaikan oleh Uni Menteri Kementerian Hotel dan Pariwisata, U Htay Aung, dan Ketua Federasi Pariwisata Myanmar, U Yan Win, peserta konferensi akan mendapatkan ‘Perspektif Myanmar’ mengenai posisi pariwisata dalam komunitas masyarakat ASEAN yang akan dimulai pada akhir 2015.

Peserta dan pengunjung Travex

Travex  selama dua hari pada ATF 2015 direspons sangat positif oleh industri pariwisata Myanmar. Sebagai negara tuan rumah, menjadi terbesar yang pernah Myanmar bawa ke even ATF. Ketua Pemasaran Pariwisata Myanmar (Myanmar Tourism Marketing/MTM) U Phyoe Wai Yar Zar mengatakan, “Hal ini menyemangati dan membesarkan hati kami, melihat begitu banyak perusahaan lokal berpartisipasi turut ambil bagian dalam even mengingat ini adalah pertama kalinya Myanmar menjadi tuan rumah ATF. Ini juga merupakan refleksi industri pariwisata yang berkembang pesat di Myanmar. Kami bersemangat untuk mengantisipasi Travex yang baru pertama  kali sekaligus ingin berbagi keindahan dan keramahtamahan negara kami dengan semua peserta ATF.”

Andrew Carroll, Global Head of Sales and Marketing di Exotic Voyages mengatakan, “Kami adalah perusahaan operator tur perjalanan mewah dengan hasrat untuk menciptakan perjalanan luar biasa, ATF selalu menjadi peristiwa penting bagi kami untuk mencari destinasi-destinasi baru dan pengalaman-pengalaman petualangan bagi klien. ATF tahun ini di Myanmar sangat istimewa, karena Myanmar merupakan tujuan wisata yang unik dan baru bagi pengunjung internasional dalam setiap arti katanya. Perusahaan kami berbasis di Vietnam dengan kantor-kantor cabang di berbagai negara, kami berada dalam posisi yang unik untuk memberikan keahlian pengetahuan lokal dari suatu daerah kepada klien dari seluruh dunia.”

Total sekitar 1000 sellers terdiri dari para pelaku bisnis perhotelan ASEAN, operator tur dan agen perjalanan, badan pariwisata nasional, profesional maskapai penerbangan, pemilik restoran, pemilik dan pengelola obyek wisata dan taman tematik, dan perusahaan-perusahaan dari sektor industri lainnya akan menempati 527 stan di Travex pada 28 dan 29 Januari. Mereka akan menampilkan destinasi-destinasi beserta produk-prooduk dan jasa-jasa yang ditawarkannya.

Mereka akan bertemu dengan sekitar 300 pembeli dari lebih dari 40 negara pada one-on-one appointments yang telah dijadwalkan sebelumnya guna mengeksplorasi, bernegosiasi dan menandatangani penawaran-penawaran baru. Tiga ratus pengunjung perdagangan lokal dan asing juga diharapkan menghadiri Travex ATF 2015.

Sekitar 100 awak media, lebih dari setengahnya ialah media luar negeri, juga akan menghadiri dan meliput even. Media ATF 2015 didukung oleh MICE in Asia, Safari Plus, The Straits Times Myanmar Edition, Tourism around the World Monthly, Travel and Tour World dan TTR Weekly.

ATF 2015 akan ditutup pada 29 Januari. Pada upacara penutupan akan diserahkan bendera ATF kepada tuan rumah tahun depan yakni Filipina. *** (Yun Damayanti)