Pantai Padang-padang, Lokasi Shooting Film Eat, Pray, Love-nya Julia Roberts dan Javier Bardem, Kini Ramai tetap Bersih

Pantai Padang-padang.(Foto:YD)

Pantai Padang-padang.(Foto:YD)

Bali (ITN-IndonesiaTouristNews) – Meskipun ramai, pantai Padang-padang relatif bersih dan tenang. Wisman tampak menikmati betul waktu mandi sinar matahari. Tidak banyak penjaja yang menawarkan barang-barang kecuali seorang bapak penjaja es krim dan seorang ibu yang menawarkan kain pantai. Yang lainnya membuka warung atau tenda menawarkan makanan dan minuman serta penyewaan papan selancar dan baju-baju pantai.Ombak tenang menghampiri bibir pantai sempit berpasir kuning keemasan di sekitar kawasan Uluwatu. Air lautnya bisa direnangi bahkan oleh anak-anak sekalipun. Asal tahu tempat dan waktunya. Karena pantai-pantai kecil berpasir kuning keemasan itu banyak yang terhalang bebatuan karang raksasa dan dinding tebing curam.

Salah satunya pantai Labuan Sait. Di kalangan wisatawan mengenalnya pantai Padang-padang. Ada bagian landai dan terbuka tempat wisatawan menikmati mandi sinar matahari beralas kain di atas pasir lembut. Bagian lainnya berupa pantai sempit berada di celah-celah antara bebatuan karang raksasa atau dengan dinding tebing. Celah-celah tersebut bagai ‘tempat bersembunyi’ bagi sebagian pengunjung lain yang tidak ingin berada di keramaian.

Pantai-pantai di kawasan Uluwatu memang terkenal sebagi tempat berselancar. Ombaknya disarankan bagi peselancar yang sudah mahir. Ombak yang dicari berada agak ke tengah sehingga peselancar mesti berenang dulu untuk mencapainya. Tetapi, di bibir pantai ombak relatif tenang sehingga aman buat berenang.

Sebagian pantai Padang-padang landai berpasir dan sebagian lagi sedikit berkarang. Karang-karang di pantai itu membentuk cekungan-cekungan kecil yang akan menjadi kolam-kolam mungil saat pasang surut. Agar tahu waktu terbaik buat mandi atau berenang di sana bisa dilihat melalui situs-situs informasi jadwal ombak yang biasa digunakan oleh para peselancar.

Waktu pasang surut di pantai ini antara pukul 13.00 hingga 17.00 atau 18.00, tergantung pada cuaca. Kolam-kolam mungilnya terbentuk antara pukul 13.00-14.00. Lewat dari itu air laut mulai meninggi dan ‘meniadakan’ kolam-kolam kecil tersebut.

Anak tangga dibuat ramah pengunjung sehingga jalur curam dan sempit menuju pantai Padang-padang cukup aman dilewati.(Foto:YD)

Anak tangga dibuat ramah pengunjung sehingga jalur curam dan sempit menuju pantai Padang-padang cukup aman dilewati.(Foto:YD)

Menuju pantai Padang-padang, pengunjung mesti meniti anak tangga, akses satu-satunya menuju pantai, sepanjang sekitar 60 meter dengan lebar kurang dari 1 meter. Tangganya dilapisi batu candi hitam sehingga terlihat menyatu dengan dinding batu karang di kedua sisinya. Ketinggian antar anak tangga dibuat ramah pengunjung.

Makanan yang ditawarkan mulai dari nasi goreng, mi goreng, sate, jagung bakar, hingga roti, jafel dan kentang goreng. Minumannya mulai dari kelapa muda, aneka minuman ringan hingga bir Bintang.

Biaya masuknya, Rp 5.000,00/orang dewasa pengunjung domestik, Rp 10.000,00/orang dewasa pengunjung asing, dan Rp 5.000,00/anak. Biaya masuk ke pantai ini telah diatur dalam satu peraturan daerah Kabupaten Badung. Peraturan itu ditempatkan di depan loket dan ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Perda harga tiket masuk dipampangkan di depan loket di pintu masuk ke pantai Padang-padang.(Foto:YD)

Perda harga tiket masuk dipampangkan di depan loket di pintu masuk ke pantai Padang-padang.(Foto:YD)

Toilet dan tempat bilas tersedia di salah satu sisi pelataran pura atau di bawah loket pembelian karcis masuk. Fasilitas di situ cukup bersih dan terawat. Satunya lagi berada di pantai. Namun fasilitas tersebut masih sederhana dan memerlukan pembenahan.

Tersedia pula lahan parkir persis di seberang pintu masuknya. Biaya parkir dikenakan sebesar Rp 5.000/mobil dan Rp 2.000/motor. Di depan pintu masuk ada zona drop off dan pick up. Pada waktu-waktu tertentu ramai dengan mobil-mobil pengantar dan penjemput wisatawan.

Pantai-pantai di kawasan Uluwatu berbeda sekali dengan pantai lainnya di bagian selatan Pulau Bali seperti Kuta, Legian dan Seminyak. Kontur pantainya relatif curam. Suasananya pun relatif lebih tenang daripada kantong-kantong pariwisata lain di bagian selatan.

Akomodasi di kawasan ini banyak menawarkan tipe vila yang cocok ditinggali oleh wisatawan keluarga. Adapula akomodasi resor mewah dengan jumlah kamar tidak terlalu banyak, disukai oleh pasangan-pasangan. Dan surfing camp bagi para peselancar.

Lokasi strategis dan karakter pantai Padang-padang bisa mengakomodasi beragam tipe wisatawan. Mulai dari anak-anak hingga orang-orang tua, pengunjung keluarga dan pasangan, sekaligus tempat bersantai maupun menuju titik berselancar.

Tidak banyak pengunjung ke pantai Padang-padang sebelum menjadi lokasi pengambilan gambar film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh Julia Roberts dan Javier Bardem. Pantai yang tampak tersembunyi dari Jalan Labuan Sait itu kini bertransformasi menjadi surga kecil terutama bagi wisatawan mancanegara.

Fasilitas toilet dan bilas di pelataran kecil pura.Begini awal memasuki pantai Padang-padang.Rapi dan bersih.(Foto:YD)

Fasilitas toilet dan bilas di pelataran kecil pura.Begini awal memasuki pantai Padang-padang.Rapi dan bersih.(Foto:YD)

Pengunjung pantai Padang-padang didominasi oleh turis asing dari Australia, Eropa dan Asia. Dengan adanya himbauan tidak membawa makanan dan minuman dari luar di kawasan pantai Padang-padang, mereka tidak sungkan jajan dari usaha-usaha yang dijalankan masyarakat.

Pantai ini dikelola oleh masyarakat lokal. Selain dukungan dari pemda, dukungan finansial dan pendampingan usaha kepada warga lokal juga diperlukan. Sanitasi dan higienis perlu diperhatikan. Lalu, kesejahteraan hewan seperti monyet abu ekor panjang pun sebaiknya tidak diabaikan. Karena banyak dari pengunjung asing tidak tega melihat kawanan hewan itu mencari makan dari tong-tong sampah.*** (Yun Damayanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.